Peluang Usaha Budidaya Ayam Petelur yang Cukup Menjanjikan

Peluang Usaha Budidaya Ayam Petelur yang Cukup Menjanjikan

Budidaya Ayam Petelur – Telur ayam menjadi salah satu bahan makanan yang dibutuhkan oleh banyak orang. Bahan makanan yang satu ini kaya protein, memiliki rasa yang lezat, dan juga mudah diolah. Saat sedang lapar-laparnya, Anda bisa tinggal menggoreng atau merebus telur. Jika ada waktu senggang, Anda bisa mengolah telur menjadi berbagai jenis makanan yang lezat. Pada intinya, permintaan telur dari konsumen akan selalu tinggi. Ini menjadi peluang usaha budidaya ayam petelur yang tepat. Prospek usaha ini cukup baik. Apakah Anda punya keinginan untuk beternak ayam penghasil telur ini? Jika iya, ikuti pembahasan menarik berikut ini.

Tidak ada salahnya menjadi peternak ayam. Pekerjaan ini memang bukan pekerjaan yang bergengsi. Anda tidak perlu memakai jas, dasi, atau sepatu yang mewah. Akan tetapi, pekerjaan ini mampu menghasilkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah jika Anda menjalaninya dengan telaten. Oleh karena itu, Anda tidak perlu merasa malu dengan pekerjaan ini. Meskipun tidak berpakaian mewah layaknya pekerja kantoran, usaha budidaya ayam petelur mampu menghasilkan keuntungan yang melebihi gaji karyawan. Terlebih lagi, dengan menjadi pengusaha, Anda tidak akan tertekan dengan bos Anda. Dalam usaha ini, Anda lah yang menjadi bosnya. Langsung saja simak tips mudah ternak ayam penghasil telur berikut ini.

Cara Mudah Memulai Budidaya Ayam Petelur

gambar telur ayam
telur ayam

Tidak susah untuk memulai bisnis budidaya ayam petelur. Untuk tahap awal, Anda hanya butuh mental sekuat baja dan niat yang kuat. Tak perlu menyiapkan modal uang puluhan juta. Cukup dengan modal uang seadanya, Anda bisa mulai membeli bibit ayam petelur dan mulai beternak ayam petelur. Untuk masalah kandang, tak perlu membuat kandang yang besar, cukup manfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah Anda. Mulailah bisnis ternak ayam ini dari bawah. Setelah bisnis mulai berkembang, Anda bisa memperbesar usaha Anda ke tahap yang lebih tinggi lagi. Poin pentingnya adalah mulailah dari yang kecil terlebih dahulu, lalu rawat agar menjadi besar. Simak tips-tips usaha ayam petelur berikut ini.

1. Pemilihan Bibit Ayam

Bibit budidaya ayam petelur terdiri dari dua jenis. Jenis ayam yang pertama adalah ayam leghorn atau yang sering disebut dengan ayam petelur putih. Seperti namanya, ayam ini memiliki bulu berwarna putih. Badan ayam leghorn tidak begitu besar dengan mata yang bersinar. Ayam ini banyak ditemui di berbagai penjuru Indonesia. Ayam jenis ini paling komersial dan banyak dicari oleh para peternak ayam petelur. Ayam ini bisa bertelur sekitar 260 telur per tahun. Ayam jenis ini memang diarahkan hanya untuk bertelur saja.

Kekurangan dari ayam petelur ringan adalah bentuk tubuhnya yang tidak terlalu besar membuatnya cukup sensitif dengan cuaca panas. Ayam ini juga sensitif dengan keributan karena mudah kaget dan stress. Jika ayam sudah stress, produksi telurnya pun akan menurun.

Jenis ayam yang kedua adalah ayam petelur medium. Ayam ini memiliki bobot tubuh yang berat. Bulunya berwarna coklat. Ayam ini disebut ayam petelur medium karena bobotnya yang cukup berat hampir mirip ayam broiler, tetapi tidak segemuk ayam broiler. Setelah masa keemasan ayam dalam bertelur pudar, ayam ini bisa dipotong untuk diambil dagingnya. Ayam ini mampu menghasilkan telur yang cukup banyak. Selain itu, ayam ini juga memiliki rasa daging yang enak.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada dua jenis bibit untuk budidaya ayam petelur, Anda bisa memilih salah satu dari di antaranya yang menurut Anda paling mudah untuk dibudidayakan. Untuk Anda yang fokus dengan kualitas telur ayamnya saja, Anda bisa memilih bibit ayam leghorn. Untuk Anda yang ingin mengambil untung dari telur dan dagingnya, ayam jenis medium menjadi pilihan terbaik.

2. Kandang

Kandang menjadi hal yang penting yang harus diperhatikan dalam budidaya ayam petelur. Seperti yang telah dijelaskan di atas, pada tahap awal memulai usaha ini, Anda bisa memanfaatkan lahan sekitar rumah Anda sebagai lokasi untuk membuat kandang. Akan tetapi, jika bisnis Anda sudah mulai berkembang dengan jumlah ayam yang dipelihara sudah banyak, Anda perlu memindahkan kandang ayam ke tempat yang semestinya. Hal ini demi kebaikan Anda dan usaha yang sedang Anda jalani.

Lokasi yang tepat untuk membuat kandang ayam adalah yang jauh dari permukiman. Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada salah satu jenis ayam yang sensitif dengan keributan. Supaya ayam tidak mudah stress, sebaiknya lokasi kandang memang jauh dari permukiman. Selain menjaga ayam agar tidak stress, lokasi yang jauh dari permukiman juga dapat menghindarkan Anda dari protes warga sekitar. Kandang ayam pada umumnya berbau tidak sedap. Jika kandang dibuat di dekat permukiman, warga tentu akan protes.

Ada beberapa jenis kandang yang bisa Anda pilih. Dari bentuknya, ada kandang koloni yang mana satu kandang bisa untuk ratusan ayam. Ada juga kandang individual yang mana kandang ini berbentuk petak-petak, satu ayam satu kandang. Untuk budidaya ayam petelur yang komersial, kandang jenis individual lebih banyak dipakai.

Di dalam kandang, ada peralatan khusus yang harus diperlukan untuk menjaga perkembangan ayam. Peralatan tersebut di antaranya adalah alas lantai, tempat bertelur, tempat istirahat, dan tempat untuk menaruh pakan ayam. Untuk pembuatan kandang, jika Anda memang belum begitu mengerti, sebaiknya konsultasikan kepada orang yang telah berpengalaman agar usaha budidaya ayam petelur bisa sukses.

3. Pemberian Pakan

gabah
makanan ayam

Agar budidaya ayam petelur mampu menghasilkan telur yang banyak, Anda harus memberikan pakan ayam yang bergizi. Pemberian pakan juga harus disesuaikan dengan umurnya. Beberapa jenis pakan ayam yang umum dipakai untuk ayam petelur adalah tepung, pellet, konsentrat, crumble, dan lain sebagainya. Berikut ulasan lengkap pemberian pakan ayam sesuai dengan umurnya,

Untuk ayam usia 0 – 5 minggu, gunakan pakan pre-starter. Lalu, untuk ayam berusia 6 – 10 minggu, berikan pakan starter. Pada usia ayam menginjak 11 minggu sampai bertelur, berikan pakan ayam growe. Untuk ayam yang sudah dewasa dan sudah bertelur selama beberapa kali, gunakan pakan jenis laying phase. Dengan pemberian pakan seperti ini, ayam-ayam akan tumbuh dan bertelur dengan baik.

4. Mulailah Merawat Ayam dengan Baik

Merawat ayam juga harus dilakukan secara telaten. Perawatan harian yang perlu Anda lakukan adalah pemberian pakan secara rutin selama tiga kali sehari. Setelah itu, kebersihan kandang juga harus selalu diperhatikan. Kandang yang kotor akan membuat ayam rentan terserang berbagai penyakit. Untuk itu, bersihkan kandang setiap pagi dan sore hari. Setiap 3 bulan sekali, berilah ayam Anda penambah vitamin dan nutrisi.

Demikian adalah tips mudah untuk memulai budidaya ayam petelur. Tidak perlu ragu untuk memulai usaha ini. Meskipun sering disepelekan, usaha ini mampu memberikan keuntungan yang besar untuk Anda. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Nantikan informasi penting lainnya hanya di situs ini.

Inilah 5 Tips dan Cara Cepat Sukses Berternak Ayam

Inilah 5 Tips dan Cara Cepat Sukses Berternak Ayam

Cara Sukses Ternak Ayam Sejak zaman primitif hingga saat ini, masih banyak orang yang memelihara binatang domestik seperti ayam untuk diambil manfaatnya baik dari daging maupun telurnya. Karena ternak ayam telah lama dilakukan, metode ilmiah maupun alami dalam beternak hewan ini juga turut berkembang. Terkait pembahasan mengenai beternak ayam, informasi berikut ini akan membahas lebih jauh mengenai hal tersebut.

Seperti yang telah kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu wilayah yang bisnis peternakan ayamnya berkembang dengan baik dan menghasilkan keuntungan yang cukup menjanjikan. Lalu, bagaimana cara ternak ayam yang baik agar dapat menguntungkan? Ada cara dan tips yang bisa dicoba untuk dilakukan bagi Anda yang ingin memulai untuk menjalankan usaha beternak ayam.

Tips dan Cara Sukses Ternak Ayam

gambar kandang ayam
cara mudah berternak ayam

1. Memilih jenis ayam untuk diternakkan

Terlepas dari ternak ayam sebagai bisnis utama ataupun bisnis sampingan, ketika memulai menjalankan usaha ini Anda harus menentukan terlebih dahulu apakah akan memelihara ayam kampung, potong, ataukah petelur. Mengapa? Masing-masing jenis ayam yang akan diternakkan pada dasarnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai contoh, dibandingkan ayam ras, ayam kampung memiliki keunggulan dari segi produk yang dihasilkan maupun harganya.

Hasil ternak ayam kampung yang dijual daging maupun telurnya akan memberikan harga yang lebih tinggi dibandingkan jenis ayam lainnya. Namun, keuntungan ini juga setimpal dengan perawatan atau pemeliharaannya yang lumayan sulit dibandingkan ayam ras.

Sebaliknya, ketika beternak ayam ras, Anda kemungkinan besar tidak akan merasa kesulitan khususnya dalam hal metode peternakannya yang insentif, yaitu dikandangkan setiap saat.

Namun, perlu disadari pula bahwa hasil yang didapatkan nantinya belum tentu sama atau lebih baik dari ayam kampung. Bahkan, pada kasus khusus, pelaku usaha ayam potong atau petelur harus memikirkan bagaimana nantinya saat menghadapi kenaikan harga pasar.

2. Mengetahui bibit ayam yang unggul dari jenis ayam yang dipilih

Ketika memulai ternak ayam, satu hal yang penting untuk diingat adalah bahwa bibit ayam yang dipilih juga turut memberikan pengaruh terhadap hasil yang akan didapatkan. Sebagai contoh, ketika memilih ayam negeri atau ras, biasanya para pemula ternak akan membeli ayam yang masih berumur sekian hari atau minggu untuk dipelihara dan dikembangkan. Sementara itu, mereka yang memulai usaha bisnis usaha ayam kampung dalam skala kecil maupun besar bisa mencoba beberapa cara pemerolehan bibit.

Cara yang dimaksud beberapa diantaranya adalah mendapatkan indukan ayam kampung yang nantinya telur dari induk tersebut ditetaskan secara alami maupun menggunakan mesin penetas. Dalam memilih induk ayam tersebut, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan.

Beberapa diantaranya adalah ayam dalam keadaan sehat alias tidak cacat, mampu berdiri tegap, pusar dalam keadaan terserap sempurna, serta kondisi mata dan bulu yang bersih, bersinar, dan mengkilap.

3. Menciptakan kandang yang cocok dengan jenis ayam yang dipelihara

Menentukan kandang yang sesuai untuk jenis ayam yang dipelihara juga merupakan poin penting yang harus Anda perhatikan dengan benar. Mengapa? Seperti jenis ayam yang berbeda, konstruksi kandang untuk masing-masing jenis ayam sedikit banyak juga berbeda.

Jika kandang dibuat tanpa memperhatikan hal tersebut, hasil dari ternak ayam tersebut nantinya tidak akan maksimal. Untuk ayam petelur misalnya, Anda bisa menciptakan kandang yang sesuai untuk jenis pemeliharaan ayam petelur. Biasanya kandang yang dibuat untuk jenis ayam ini dibuat secara bertingkat dan didesain sedemikian rupa untuk memudahkan dalam pengambilan telur.

Sementara itu, ayam kampung biasanya tidak memerlukan pengaturan kandang yang rumit seperti ayam petelur. Hal ini karena pada umumnya ayam kampung dipelihara dengan senatural mungkin. Jadi, kandang hanya merupakan tempat istirahat si ayam karena mereka bisa diumbar keluar kandang untuk mendapatkan makanan dari alam pula.

Hanya saja, baik ayam ras maupun ayam kampung harus memperhatikan lokasi yang tepat untuk penempatan kandang dimana lokasi tersebut harus setidaknya berjarak 5 meter dari pemukiman. Selain itu, kandang tempat ternak ayam juga harus berada di tempat yang cukup teduh namun tetap mendapatkan pasokan sinar matahari cukup serta sirkulasi udara dengan baik.

4. Pemberian pakan

makanan ayam
Tepung pollard

Dalam usaha ternak ayam, pakan yang diberikan untuk masing-masing jenis ayam cukup beragam. Anda bisa memilih jenis pakan yang paling sesuai untuk jenis ayam yang dipelihara. Sebagai contoh, untuk ayam kampung, Anda bisa memberikan campuran dedak atau jagung dengan sisa-sisa makanan seperti nasi, roti, dan sebagainya.

Selain memberikan pakan yang cukup dengan kebutuhan protein serta energi jenis ayam peliharaan, Anda juga perlu memberikan air minum yang sebelumnya dicampurkan dengan nutrisi vitamin dan antibiotik.

Pemberian pakan juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi sesuai dengan usia ayam tersebut. Sebagai contoh, untuk ayam yang berusia sekitar 1-4 minggu, nutrisi yang diperlukan perharinya mulai dari 7-47 gram.

Sedangkan, untuk ayam yang telah berusia 5-8 minggu, ayam bisa diberi makan sekitar 58-74 gram per hari. Jadi, ketika memutuskan untuk menjalani usaha ternak ayam, mau tidak mau Anda juga harus mengetahui seberapa asupan nutrisi yang tepat sesuai dengan umur ayam tersebut.

5. Pemeliharaan ayam dan kandangnya

Keberhasilan dalam beternak ayam juga dipengaruhi oleh bagaimana Anda memelihara ayam dan kandangnya. Bahkan, pemeliharaan bisa mempengaruhi hasil usaha hingga 40%-nya. Agar hasil ternak maksimal nantinya, berikut beberapa metode pemeliharaan ayam yang bisa diaplikasikan.

Metode yang pertama adalah metode peternakan ekstensif. Metode ini merupakan metode tradisional dimana pakan untuk ayam tidak terlalu dikontrol. Jadi, selain diberi makan, ayam bisa mencari makan sendiri saat diumbar. Metode yang disebut “membesarkan ayam dengan alam” ini biasa dilakukan pada pemeliharaan ayam kampung.

Sistem pemeliharaan lainnya adalah semi insentif. Pada metode ini, ayam diberikan kandang dan mendapat kontrol atas pakan maupun nutrisi untuk pencegahan penyakit. Walau begitu, ayam masih bisa diumbar karena pemilik bisa membuat pagar-pagar batas yang tidak bisa dilewati ayam peliharaan.

Pemeliharaan yang terakhir adalah dengan cara insentif, yaitu segala aspek yang berkaitan dengan ayam dikontrol dengan sangat ketat. Metode insentif ini pada dasarnya tidak hanya diaplikasikan pada ayam petelur, namun juga semua jenis ayam ketika mereka riskan terhadap penyakit.

Sementara itu, untuk pemeliharaan kandangnya, sebagai pemilik Anda harus secara berkala membersihkan kandang ayam tersebut, khususnya dari kotoran-kotoran yang menumpuk. Kandang juga perlu dibersihkan dengan desinfektan sehingga penyakit pada ayam bisa diminimalisir.

Pemeliharaan kandang juga bisa ditentukan berdasarkan fase umur ayam. Sebagai contoh, untuk ayam berusia 1-4 minggu, kandang untuk ternak ayam tersebut bisa berupa box yang dilengkapi pemanas bersuhu 30-32 derajat Celsius.

Demikian beberapa hal penting terkait cara dan tips agar sukses dalam menjalankan ternak ayam. Selain poin-poin di atas, Anda juga harus mulai mempelajari bagaimana mengelola hasil produksi dari ayam yang diternakkan. Selamat mencoba.