Ternak Ayam Birma dan Cara Merawatnya

Ternak Ayam Birma dan Cara Merawatnya

Ternak Ayam Birma – Bagi para pecinta ayam aduan pastinya sudah tidak asing lagi dengan ayam birma. Ayam asli Myanmar tersebut sangat populer di kalangan ayam aduan karena terkenal lincah dan tidak mudah dikalahkan oleh lawan. Lalu bagaimana budidaya atau ternak ayam birma sehingga bisa menghasilkan ayam bangkok yang berkualitas? Pada artikel ini Anda akan diajak untuk mengetahui beberapa cara merawat ayam birma dan beberapa teknik ayam birma dalam bertarung.

Ternak Ayam Birma dan Perawatan serta Pelatihannya

Ayam yang sering dipakai untuk bertarung biasanya adalah ayam bangkok atau orang Jawa bilang ayam jago. Hewan unggas tersebut merupakan salah satu jenis ayam kampung karena hidupnya lebih sering diluar kandang. Untuk ternak ayam birma sendiri tidak begitu sulit namun Anda harus sering-sering melatihnya supaya bisa menjadi ayam petarung yang hebat. Lalu bagaimana cara merawatnya yang baik dan benar? Lihatlah beberapa poinnya di bawah ini:

gambar ayam
ayam birma

1. Memilih ayam yang berkualitas

Untuk dijadikan sebagai ayam petarung yang hebat tentunya harus dimulai sejak dini yaitu dengan memilih bibit unggul atau pun memilih ayam berkualitas. Untuk memulai usaha ternak ayam birma Anda harus bisa memilih ciri ayam tersebut dengan benar. Pertama adalah pilihlah ayam yang memiliki berat 3 kg. Ayam birma sendiri cenderung lebih mirip dengan ayam kampung yaitu memiliki berat kurang lebih 3 kg dan postur tubuhnya tidak begitu besar. Postur tubuh dari ayam ini adalah sedang meskipun begitu ayam ini akan cekatan dalam bertarung.

Kemudian ciri yang kedua adalah badannya memiliki bulu lebih tebal, khusus untuk ayam birma betina memiliki bulu yang tebal di bagian sayapnya. Ciri yang ketiga adalah mempunyai tulang yang lebih kecil dan jari kakinya pun juga lebih panjang dan kecil. Selanjutnya adalah sorot matanya lebih tajam dan melotot. Hal ini didukung karena ayam birma merupakan salah satu ayam petarung yang bringas dan lincah. Ada pula ciri fisik selanjutnya adalah bulu-bulunya memiliki perpaduan warna seperti abu-abu, merah dan hitam. Yang menjadikan ayam birma lebih unik lagi adalah di bagian telinganya memiliki tanda berwarna putih. Jadi bagi Anda yang ingin ternak ayam birma harus tahu ciri-ciri ayam tersebut secara baik dan benar. Terkadang pasti ada juga penjual bibit ayam yang menipu, ayam kampung biasa diaku sebagai ayam birma unggulan.

2. Menjaga kebersihan kandang

Meskipun ayam birma cocoknya dijadikan sebagai ayam petarung, Anda tetap harus menjaga kebersihan kandangnya. Hal ini akan menghindarkan ayam dari virus atau pun penyakit yang bisa menyebabkan ayam menjadi sakit. Ketika ayam sakit maka gerakannya pasti tidak akan aktif dan beringas apabila diajak untuk bertarung. Bersihkan kandang ayam supaya tidak terasa lembab karena bisa menjadi sarang penyakit. Seperti beternak ayam jenis lainnya, pembuatan kandang khusus ternak ayam birma lebih baik mendapatkan cukup sinar matahari. Kandang yang bersih tentunya akan membuat ayam terhindar dari stress dan pasti akan membuat ayam lebih aktif.

3. Memperhatikan makanan serta memberikan vaksin

Ternak ayam birma pun juga harus memperhatikan asupan makanan yang akan diberikan. Karena ini merupakan ayam bangkok untuk dijadikan aduan, maka Anda harus memberikannya makanan yang bergizi. Anda bisa memberikan makanan buatan pabrik atau pun makanan seperti bekatul, jagung atau pun nasi. Yang penting ayam harus selalu diberi makan tepat waktu supaya terhindari dari stress, kemudian Anda juga jangan melupakan vaksinasi. Pemberian vaksin itu sangat penting supaya stamina ayam petarung lebih prima, sehat dan juga gerakannya aktif. Mungkin Anda bisa memberikannya suplemen khusus ayam bangkok yang banyak dijual di pasaran.

4. Memberikan area umbaran

Sama halnya dengan ayam kampung lainnya, ayam birma juga harus sering-sering diumbar. Hal ini bisa mempengaruhi gerak aktifnya ayam, apabila ayam hanya dikurung di dalam kandang saja maka gerakannya pun tidak akan aktif dan cekatan. Tujuan untuk memberikan area ini adalah supaya ayam birma gerakannya jauh lebih lincah dan tidak malas-malasan di dalam kandang. Anda buatlah area umbaran yang luas supaya ayam bisa bergerak bebas.

5. Sering memandikan ayam

Tentunya Anda pernah menjumpai orang-orang yang memiliki ayam bangkok atau ayam jago sering memandikannya. Hal ini pun juga berlaku bagi ternak ayam birma, sering-seringlah memandikannya supaya ayam Anda lebih segar. Selain itu memandikan ayam juga memiliki tujuan lain yaitu melatih daya tahan tubuh ayam agar lebih kuat. Bagi ayam yang akan dijadikan aduan tentu daya tahan tubuh kuat itu adalah sesuatu hal yang mutlak dan wajib dimiliki.

6. Melatihnya melompat

Mungkin hal ini akan terdengar aneh bagi sebagian orang, melatih ayam birma untuk melompat tentu ada tujuannya. Tujuan untuk melatihnya melompat adalah supaya otot dan persendian kakinya lebih kuat. Sebisa mungkin Anda mengajarinya sejak dini supaya ayam lebih cepat berkembang. Selain memperhatikan makanan dan kandang, ternak ayam birma juga harus bisa melatihnya supaya memiliki tubuh kuat.

7. Memijat ayam

Ternyata tidak hanya manusia saja yang perlu dipijat tetapi ayam pun juga harus dipijat supaya fresh. Tetapi ayam yang mendapatkan perawatan tersebut tidak semua jenis ayam tetapi hanya khusus ayam petarung saja dan salah satunya ayam birma. Dengan sering memberikan pijatan di bagian sayap, badan dan kepala dan kaki ayam maka peredaran darahnya akan lancar. Ayam pun akan kembali fresh dan siap diajak bertarung kembali.

8. Melatih ayam berenang

Hal ini memang agak sedikit konyol tetapi melatih ayam birma untuk berenang wajib untuk dilakukan. Hal ini bertujuan supaya kepakan sayapnya lebih kuat dan juga bisa meningkatkan otot kaki ayam. Dengan begitu ayam birma menjadi lebih kuat lagi saat bertarung.

9. Melatihnya bertarung

Selain melakukan perawatan maka selanjutnya adalah melatihnya bertarung. Karena ayam jenis ini sering dijadikan sebagai ayam aduan, maka sang pemilik ternak ayam birma pun harus sering melatihnya untuk bertarung. Dengan sering melatihnya Anda bisa tahu teknik apa saja yang dipakai oleh ayam Anda untuk memukul lawan.

Beberapa cara merawat ayam birma di atas wajib Anda lakukan untuk mendapatkan ayam petarung yang berkualitas dan beringas. Ayam yang dikhususkan untuk bertarung tentu saja harus memiliki stamina yang kuat serta gerakannya lincah. Teknik yang sering digunakan oleh ayam jenis ini adalah menggoyangkan kepala untuk memukul lawan. Tetapi ayam birma jarang sekali mematuk lawan untuk mematikannya dan inilah yang menjadi ciri khas dari ayam tersebut. Kemudian teknik lainnya adalah gerakan anti lock yang dimiliki. Ternak ayam birma memang sedikit lebih mudah bila dibandingkan dengan beternak ayam pedaging yang harus banyak mengeluarkan biaya untuk pakan ayam. Khusus ayam birma yang terpenting adalah melatihnya menjadi ayam petarung.

Hal yang Diperhatikan dan Tata Cara Ternak Ayam Hutan

Hal yang Diperhatikan dan Tata Cara Ternak Ayam Hutan

Ternak Ayam Hutan – Beternak ayam atau memelihara ayam merupakan kebiasaan yang banyak digemari oleh sebagian masyarakat. Selain merupakan hobi, beternak ayam juga bisa dijadikan sebagai lahan bisnis untuk mencari uang dan keuntungan. Beternak ayam memang hal yang gampang-gampang sulit dilakukan. Sebelum memutuskan untuk beternak ayam, Anda sebaiknya memiliki rasa penyayang dulu terhadap binatang. Berbeda dengan ternak ayam biasanya, kali ini kita akan membahas beberapa hal penting yang harus diperhatikan seputar ternak ayam hutan.

Sebelum memulai ternak ayam hutan, ada baiknya Anda mengetahui beberapa spesies ayam hutan terlebih dahulu sebagai pemanasan. Ayam hutan terdiri dari 4 spesies yaitu :
• Ayam Hutan Hijau
Ayam Hutan Hijau termasuk kedalam spesies burung dari suku phasianidae. Ayam ini berukuran sangat besar dengan panjang tubuh mencapai 60 cm.
• Ayam Hutan Kelabu
Ayam Hutan Kelabu merupakan nenek moyang dari ayam peliharaan yang biasa dipelihara oleh masyarakat Indonesia. Ayam Kelabu merupakan jenis ayam langka. Ayam ini memiliki panjang hingga 80 cm. Ciri khas utama dari ayam ini adalah bulunya yang berwarna abu-abu.
• Ayam Hutan Merah
Hewan satu ini masih satu suku dengan jenis burung dan memiliki ukuran panjang sekitar 78 cm.
• Yang terakhir adalah Ayam Hutan Sri Lanka. Ayam ini hanya berada di Negara Sri Lanka. Banyak orang mengenal ayam ini sebagai Ayam Hutan Ceylon dengan panjang sekitar 66-73 cm.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan terkait dengan memelihara ayam. Apalagi jenis ayam yang akan dipelihara awalnya merupakan ayam yang liar. Salah satunya adalah dengan mengerti karakter ayam. Seperti yang kita ketahui, jika ayam hutan rentan sekali terhadap stress. Dibawah ini ada beberapa cara untuk beternak ayam hutan yang bisa Anda pelajari:

1. Biarkan Ayam Beradaptasi

Hal pertama kali yang Anda harus lakukan ketika ingin ternak ayam hutan adalah membiarkan ayam tersebut beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Biasanya pada masa adaptasi ayam hutan cenderung stress. Biasakan dengan tidak terlalu sering memegang ayam dengan tangan kecuali pada saat makan. Karena hal tersebut mudah sekali membuat ayam menjadi stress dan jika dibiarkan lama-lama ayam tersebut akan mati.

2. Membuat Kandang Ayam yang Sesuai

Kandang merupakan sarana yang penting untuk ternak ayam, karena kandang adalah salah satu tempat tinggal untuk ayam. Jika Anda ingin ternak ayam, sangat penting untuk membuatkan kandang yang nyaman bagi ayam. Jenis kandang untuk ternak ayam hutan harus berbeda dengan jenis kandang ayam pada umumnya. Kandang ayam bisa dibuat dengan menggunakan kawat atau bambo yang kokoh. Ukuran kandang untuk ayam hutan harus dibuat lebih tinggi dan besar daripada ukuran kandang ayam kampung. Letak kandang ayam juga sebaiknya dijauhkan dari tempat tinggal termasuk rumah Anda. Hal ini untuk meminimalis persebaran penyakit dari unggas ke manusia atau sebaliknya. Anda juga harus meletakkan kandang ayam menghadap ke arah cahaya terbit agar kandang dapat memperoleh sinar matahari.

3. Beri Makanan yang Bergizi

Cara ternak ayam hutan selanjutnya adalah Ayam Hutan yang dipelihara harus diberi makanan sesuai dengan habitat aslinya untuk pertama kali. Setelah terbiasa, pelan-pelan Anda bisa mengganti makanan ayam hutan tersebut sesuai dengan kebutuhan. Anda bisa memberikan makanan berupa biji-bijian dan kacang-kacangan. Untuk ayam hutan yang baru dipelihara atau dijinakkan Anda harus menebar makanan ke tanah dahulu, karena ia belum terbiasa untuk makan dengan tempat makan di kandang. Selain biji-bijian, Anda bisa memberi makan ayam hutan dengan makanan hewani seperti jangkrik, cacing, serangga, dan daging yang dicacah lembut. Anda juga bisa memberinya dengan sayuran, buah-buahan dan rerumputan. Sedangkan untuk makan buatan hanya diberikan pada saat adaptasi saja.

Berikut contoh dosis pemberian makanan campuran bagi ayam hutan yang masih kecil :
a. Usia 0-7 hari : 7 gram/hari/ekor
b. Usia 8-14 hari : 19 gram/hari/ekor
c. Usia 15-21 hari : 34 gram/hari/ekor
d. Usia 22-28 hari : 47 gram/hari/ekor
e. Usia 29-35 hari : 58 gram/hari/ekor
f. Usia 36-42 hari : 66 gram/hari/ekor
g. Usia 43-49 hari : 72 gram/hari/ekor
h. Usia 50-56 hari : 74 gram/hari/ekor

4. Menjaga Kebersihan Kandang

Tempat tinggal yang bersih adalah kenyamanan bagi tuan rumahnya. Hal tersebut sama dengan kebersihan kandang bagi para ayam. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam ternak ayam hutan adalah memelihara kebersihan kandang. Kandang yang bersih berdampak pada keadaan ayam. Bila kandang tidak dibersihkan, ada kemungkinan besar menjadi sumber penyakit. Pembersihan kandang ayam bisa dilakukan 2 kali dalam seminggu. Selain itu, penyemprotan kandang ayam dengan desinfektan juga diperlukan guna menghindari serangan virus dan mencegah bau yang tidak enak dari kandang.

5. Memandikan Ayam

Hal yang tidak kalah penting dalam ternak ayam hutan adalah memandikannya. Ayam harus dimandikan secara rutin guna mencegah menempelnya kutu. Namun memandikan ayam cukup hanya sekali dalam seminggu. Dalam memandikan, ayam hutan hanya perlu disemprot dan jangan dipegang.

6. Memberikan Obat Anti Kutu

Kutu merupakan virus yang mudah sekali menempel dengan bulu. Jika Anda memelihara ayam, pastikan ayam Anda terbebas dari serangan kutu karena biasanya jika ayam sudah terkena kutu maka akan mudah sekali sakit. Untuk menghindari serangan kutu, cukup diberikan obat anti kutu sekali dalam seminggu. Yang sering terjadi, banyak para peternak ayam yang kurang memperhatikan hal ini, akibatnya banyak ayam yang bulunya terkena serangan kutu.

7. Pemberian Vaksin

Pemberian vaksin merupakan hal yang benar-benar harus diperhatikan dalam ternak ayam hutan. Seorang peternak ayam, dituntut untuk mengerti tentang bagaimana pemberian vaksin terhadap ayam-ayam mereka. Ayam hutan biasanya sering terkena penyakit berak berdarah dan sakit snot.

8. Pemberian Vitamin

Pemberian vitamin ketika ternak ayam hutan sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan ayam yang Anda pelihara. Pemberian vitamin untuk ayam hutan dapat diberikan secara berkala. Bisa di makanan ataupun dalam bentuk minuman. Untuk menambah nafsu makan ayam, Anda bisa memberinya perasahan jahe, temulawak dan kencur. Hal ini juga bermanfaat untuk menghindari sakit pada ayam peliharaan karena pengaruh cuaca yang ekstrim.

Demikian beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk ternak ayam hutan. Kunci utama dalam beternak ayam adalah niat yang kuat. Karena memang beternak ayam membutuhkan kesabaran dan pengetahuan yang luas. Anda juga dituntut untuk berwawasan luas mengenai tata cara beternak ayam. Jangan sampai ketika memulai ternak ayam, Anda merasa bingung dan tidak mengetahui cara-cara dasar peternakan yang baik sehingga ayam yang Anda pelihara tidak optimal bahkan bisa mati satu persatu. Oleh karena itu, mulai belajarlah mengenai teknis beternak ayam hutan dengan baik sehingga dapat meminimalisir kegagalan. Untuk menambah wawasan, Anda bisa mengikuti penyuluhan atau sosialisasi dan pelatihan budidaya ternak ayam.

Tips Jitu dalam Menjalankan Usaha Ayam Ternak

Tips Jitu dalam Menjalankan Usaha Ayam Ternak

Ayam Ternak – Pada saat ini, banyak orang beralih untuk membuka usaha. Berwirausaha mempunyai sisi kelebihan yang menarik, yaitu dapat bekerja dengan pedoman dan prinsip yang dibangun sendiri, mampu mengembangkan usahanya dengan ide-ide kreatif pribadi, bekerja dengan lebih santai, dan sebagainya. Adapun usaha di bidang peternakan, yaitu usaha ayam ternak. Dalam menjalankan usahanya, peternak ayam tersebut harus konsisten untuk mencapai tujuan bagi usahanya.

Untuk itu, diperlukan upaya untuk menjalankan usaha beternak ayam yang baik dan benar. Hal tersebut dapat dilakukan agar kegiatan usaha ternak ini mampu merambah ke pangsa pasar dengan tetap mempertahankan ataupun meningkatkan kualitas ternak dengan pemeliharaan dan siste manajemen yang baik dan terarah.

Memahami dan Mengambil Peluang Usaha Ayam Ternak

gambar ayam ternak
ternak ayam

Setiap kegiatan usaha pasti mempunyai peluang di dalamnya. Sama halnya dengan usaha peternakan ayam. Perlu perencanaan dan strategi yang baik dalam menjalankan kegiatan operasional secara menyeluruh. Prospek usaha berupa peternakan ayam mempunyai peluang yang sangat besar, karena ayam dapat dikonsumsi daging dan telurnya. Usaha kuliner juga memerlukan ayam sebagai menunya.

Rumah tangga juga membutuhkan ketersediaan menu ayam dan telur dalam kesehariannya. Kebutuhan masyarakat umum terhadap ayam, mampu menciptakan segmen yang luas bagi peternak ayam. Berikut ini merupakan langkah jitu dalam memelihara dan menjalankan sektor bisnis ayam ternak.

1. Mempersiapkan Lahan untuk Peternakan

Komponen penting dalam usaha ini adalah lahan. Persiapan lahan yang baik, mampu memberikan kenyamanan bagi ternak. Pemilihan lokasi yang luas dan memadai layak harus diupayakan dengan optimal, di mana lokasi merupakan komponen penting bagi jalannya usaha. Kenyamanan ternak juga dapat ditunjang melalui pemilihan lokasi yang baik. lingkungan yang masih sejuk dan jauh dari keramaian kota, dapat menjadi pilihan.

2. Pemilihan Bibit Unggul

bibit ayam
anak ayam

Selanjutnya adalah pemilihan bibit unggul. Saat memulai berbisnis ayam ternak, diperlukan kualitas bibit unggul yang berkualitas. Bibit ini dapat diperoleh dengan menetaskan sendiri ataupun membeli dalam bentuk Day OldChicken (DOC), yaitu berupa anak ayam yang baru saja menetas. Pilihan untuk menetaskan sendiri dapat dilakukan dengan membeli indukan yang berkualitas. Cara alami ini membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, jika dibandingkan ketika membeli dalam bentuk DOC. Pembelian anak ayam juga harus yang berkualitas, apabila Anda memilih membeli DOC.

3. Menyediakan Kandang yang Bersih

Kriteria kandang yang baik bagi ayam ternak adalah kandang yang senantiasa terjaga kebersihannya. Tempat tinggal ternak yang terhindar dari kotoran dapat menunjang terjaganya kesehatan ternak.

4. Memperhatikan Sirkulasi Udara

Sirkulasi udara penting bagi kesehatan ternak, di mana dengan proses sirkulasi udara yang terjamin, kondisi kesehatan ternak dapat terjaga dengan baik. Setiap kandang harus mempunyai ruang untuk menjamin proses sirkulasi udara, jangan terlalu rapat. Peletakan kandang juga harus disesuaikan dengan usia ternak, agar tidak sesak dan ayam yang terdapat di dalamnya juga dapat bergerak bebas.

5. Memberikan Pakan Sesuai Usia Ternak

Pemberian makanan (pakan) untuk ternak hendaknya disesuaikan dengan usianya. Kebutuhan nutrisi dengan porsi yang sesuai, harus dipenuhi oleh semua ternak agar kesehatan mereka terjaga dengan optimal. Peternak harus memberikan pakan sesuai usia, agar kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan baik. pengelompokan ayam ternak sesuai usia juga dapat dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat dalam memberikan makanan dan minuman, sesuai dengan porsi.

6. Memberikan Pakan yang Fresh

Selanjutnya, pemberian pakan (makanan) yang fresh adalah langkah jitu berikutnya dalam pemeliharaan ayam ternak. Pakan yang masih fresh, mampu memberikan nutrisi dalam keadaan yang baik bagi ternak. Pemberian pakan untuk ternak dapat dilakukan melalui pemberian pakan khusus ayam, sayuran, beras, dan sebagainya. Kriteria pakan yang masih segar tersebut adalah berupa sayuran yang hijau segar, pakan ternak yang belum tercampur bahan lain, dan tentunya belum berhari-hari.

7. Menyediakan Minuman

Selain membutuhkan makanan, ternak juga memerlukan minuman. Ketersediaan minuman yang full di setiap kandang merupakan cara alternatif pemenuhan kebutuhan ternak. Hal ini juga menunjang kesehatan ternak, karena terhindar dari dehidrasi serta melancarkan metabolisme tubuh ayam ternak. Kebutuhan minuman yang selalu terjaga tersebut, akan menggantikan ion tubuh yang hilang.

8. Membersihkan Kandang Secara Berkala

Kebersihan adalah faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran dalam beternak, di mana dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan hewan ternak. Membersihkan kandang secara berkala, mampu dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan menunjang kesehatan hewan. Kotoran yang ada di sekitar kandang harus dibersihkan agar ternak terhindar dari kuman, bakteri, dan sebagainya. Sisa-sisa makanan dan minuman dapat diambil dan digantikan dengan yang baru, guna makanan dan minuman berikutnya tidak terkontaminasi dengan kotoran yang ada pada wadah lama.

9. Memeriksa Kesehatan Ternak

Pemeriksaan kesehatan ayam ternak sangat perlu direalisasikan, guna mengetahui kondisi ternak, apakah prima ataupun tidak. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan berlangganan dengan dokter hewan pilihan Anda, yang mampu menjadi partner dalam menjaga kesehatan hewan ternak Anda. Rangkaian pemeriksaan hewan ternak tersebut dapat dijalankan secara berkala. Keperluan pengecekan kesehatan ini juga penting untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan dan penyakit pada hewan ternak.

Apabila terdapat hewan yang sudah terserang penyakit, sebaiknya dipisahkan dengan yang lain, agar tidak menularkan penyakitnya. Penanganan terhadap hewan yang sakit tersebut perlu dilakukan secara intensif, seperti dalam hal pengobatannya. Perlakuan secara intensif mengenai penyakit yang ditimbulkan, mampu mengembalikan kondisi kesehatan tubuh.

10. Melakukan Vaksinasi

Langkah berikutnya dalam pemeliharaan ayam ternak adalah menerapkan vaksinasi. Vaksin berperan penting untuk melawan suatu penyakit. Vaksin merupakan sebuah zat yang berasal dari virus dan dilumpuhkan, sehingga menghasilkan suatu zat yang berpotensi melawan penyakit yang dapat diakibatkan oleh virus yang dilumpuhkan menjadi vaksin. Dengan demikian, setiap jenis penyakit mempunyai vaksinnya masing-masing.

11. Pemberian Vitamin

Selain memberikan makanan dan minuman, pemberian suplemen berupa vitamin juga dapat diterapkan. Ayam ternak juga memerlukan vitamin sebagai penunjang kesehatan dan ketahanan tubuh. Daya tahan tubuh yang lebih baik tentunya mampu menjadikan hewan lebih mampu bertahan terhadap perubahan cuaca, keadaan lingkungan, dan lain sebagainya. Sebagai saran, hendaknya pemberian vitamin ini dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga kondisi kesehatan hewan ternak terjaga.

Beberapa langkah jitu dalam menjalankan usaha peternakan ayam tersebut dapat diterapkan bagi Anda yang mempunyai usaha peternakan ini. Peluang usahanya juga menjanjikan dengan adanya permintaan dari konsumen, berupa kebutuhan akan daging ayam dan telur. Pemeliharaan yang baik akan berpotensi menghasilkan ayam bibit unggul dengan kualitas nyata. Kualitas yang bermutu tersebut dapat menjadi kepuasan tersendiri bagi konsumen. Ayam ternak yang dipelihara dengan baik oleh peternaknya, akan mempunyai beberapa kelebihan, seperti kualitas dagingnya yang lebih baik. Selain itu, ayam yang bermutu juga mampu menjadi bibit unggul untuk menghasilkan anak ayam berkualitas dan menunjang pengembangan usaha.

Cara Ternak Ayam Pedaging untuk Meraih Sukses

Cara Ternak Ayam Pedaging untuk Meraih Sukses

Ternak Ayam Pedaging – Beternak ayam pedaging selain dikonsumsi sendiri tentu juga bisa dijadikan lahan bisnis yang menggiurkan. Ayam yang diutamakan dagingnya biasanya adalah jenis broiler atau sering disebut juga dengan ayam potong. Mengapa tidak bisa dengan ayam kampung? Karena biasanya daging ayam kampung itu lebih sedikit dan agak keras bila dibandingkan dengan ayam potong yang berdaging tebal dan empuk. Oleh karena itu, ternak ayam pedagingdan ayam kampung biasanya berbeda.

Tips Ternak Ayam Pedaging yang Benar

Untuk mendalami usaha ternak ayam pedagingada beberapa tips yang harus Anda lakukan. Anda harus memperhatikan beberapa cara supaya ayam pedaging bisa menghasilkan daging yang banyak dan tentunya nanti akan menguntungkan bagi Anda. Lalu apa saja tipsnya? Perhatikan beberapa poinnya di bawah ini.

1. Pemilihan bibit yang baik

ternak ayam
anak ayam

Tidak bisa dipungkiri lagi jika ingin mendalami usaha ternak ayam pedagingmaka hal yang pertama harus dilakukan adalah memilih bibit unggul. Ayam broiler yang digunakan untuk pedaging biasanya mempunyai bentuk tubuh gemuk dan bulat.

Lalu bagaimanakah mengetahui bibit unggul tersebut? Pertama adalah memiliki gerak yang aktif, meskipun tubuh ayam pedaging memiliki tubuh yang gemuk dan bulat, ayam yang sehat tentu geraknya aktif. Kemudian yang kedua adalah bulunya mengkilap dan bersih. Ketiga adalah lubang anus serta hidung cukup bersih tidak banyak kotoran. Untuk memperoleh bibit unggul tentunya faktor-faktor di atas tadi harus diperhatikan.

Khusus untuk ayam pedaging, Anda harus benar-benar memilih ayam yang benar-benar unggulan supaya daging yang dihasilkan pun juga berkualitas. Pemilihan bibit unggul untuk ternak ayam pedagingpada umumnya memiliki berat 39 gram per ekor untuk ukuran anak ayamnya. Tips memilih bibit unggul di atas semoga bisa membantu Anda dalam mencari ayam broiler yang berkualitas guna dimanfaatkan dagingnya.

2. Pembuatan kandang ayam

Jika Anda berniat untuk ternak ayam pedaging, Anda pun harus menyiapkan kandangnya terlebih dahulu. Kandang ayam broiler tentu berbeda dengan ayam kampung. Mengapa? Karena ayam jenis ini akan diambil dagingnya jadi kebersihan dan pertumbuhannya harus diperhatikan dengan benar.

Untuk kandangnya Anda harus menyiapkan tempat yang luas supaya ayam-ayam bisa bergerak dengan bebas dan aktif. Yang paling terpenting adalah kandang harus mendapatkan sinar matahari dan memiliki ventilasi yang baik. Sangat penting bagi ayam pedaging untuk selalu mendapatkan sinar matahari di pagi hari karena bisa membantu mempercepat pertumbuhan dan menyehatkan ayam-ayam.

Kemudian hal kedua yang harus diperhatikan adalah saluran pembuangan kotoran harus lancar. Kandang ayam broiler sebaiknya diberi alas dari kawat strimin supaya memudahkan kotoran ayam jatuh ke bawah dan tidak tercampur dengan makanan atau pun minumannya nantinya.

Hal ketiga yang harus diperhatikan untuk membuat kandang ternak ayam pedagingselanjutnya adalah suhu udara di dalam kandang harus sesuai dengan umur. Jangan sampai Anda mencampurkan ayam yang masih anak-anak dengan dewasa menjadi satu kandang karena akibatnya akan fatal.

Suhu kandang pada ayam berumur 1 sampai 17 hari adalah 32-34 derajat celcius, maka dari itu Anda harus menyiapkan lampu-lampu guna menghangatkan suhu kandang mereka. Kemudian untuk ayam berumur 8-14 hari adalah 27-29 derajat, semakin berumur maka suhunya semakin dikurangi. Mengapa itu harus dilakukan untuk kandang ternak ayam pedaging? Karena nantinya bisa memudahkan ayam cepat tumbuh dengan sehat. Ayam yang tumbuh sehat tentunya akan menghasilkan daging yang berkualitas.

3. Pakan ternak

ternak ayam boiler
pemberian pakan ayam

Karena merupakan ayam pedaging maka pakan ternaknya harus diperhatikan dengan baik. Anda harus memberikan pakan ternak yang memiliki banyak nutrisi seperti karbohidrat, lemak, protein dan vitamin. Mengapa? Karena ternak ayam pedagingharus tumbuh sehat dan baik supaya daging yang dihasilkan juga bermutu tinggi.

Daging ayam berkualitas tentu banyak mengandung gizi sehingga bisa bermanfaat untuk manusia nantinya. Khusus pakan ternak ayam broiler yang paling banyak dipakai adalah konsentrat atau BR. Tetapi ada juga pakan lainnya yang bisa diberikan seperti biji-bijian dan bekatul.

Untuk minumannya, usahakan tempat minum setinggi dada ayam dan cucilah tempat minum ayam setiap hari. Hal ini untuk menjaga kehigienisan air minum pada ayam supaya tidak ada bakteri atau pun cacing di dalamnya. Dengan selalu memperhatikan kebersihan tempat makan dan minum ayam, ayam pun akan terhindar dari penyakit seperti kolera atau berak hijau.

4. Pemberian vaksinasi dan vitamin

Banyak orang yang mengatakan jika ayam broiler dan ayam kampung lebih sehat ayam kampung. Mereka beranggapan bahwa ayam potong itu banyak obatnya dan mengandung lemak jahat. Namun hal tersebut ada benarnya juga, terkadang ada peternak ayam potong yang selalu memberikan obat supaya ayamnya cepat gemuk.

Tetapi harap diperhatikan, tidak semua peternak ayam pedaging itu memberikan obat tanpa ada maksudnya. Khusus untuk anak ayam yang baru berumur beberapa hari wajib diberikan vaksinasi dan vitamin, hal ini akan membantu anak ayam terhindar dari penyakit dan juga membantu mempercepat pertumbuhan.

Vaksin yang penting diberikan pada anak ayam adalah vaksin ND atau tetelo. Kemudian saat anak ayam berumur 21 hari, berikan vaksin tahap selanjutnya yaitu ND Lasota. Anda pun juga bisa memberikan vitamin antibiotic pada ayam-ayam dewasa supaya staminanya tetap prima. Saat sudah memasuki usia kawin, ayam betina juga bisa dirangsang dengan suplemen tertentu supaya lebih cepat bertelur dan menghasilkan telur banyak. Kemudian Anda juga bisa memberikan suplemen untuk meningkatkan gairah hormon pada ayam jantan.

5. Pemanenan dan pemasaran ayam

Tips terakhir yang harus diperhatikan untuk ternak ayam pedagingadalah mengetahui kapan ayam harus dipanen (diambil dagingnya). Untuk ayam broiler, ada tata caranya memanen yaitu umur ayam harus sudah memasuki usia 35-42 hari, kemudian berat badan ayam pun juga sudah harus melewati 39 gram. Khusus pemasaran ayam, Anda harus segera memasarkan ayam pedaging yang sudah dipanen.

Hal tersebut akan membantu Anda menekan biaya pakan dan menghindarkan ayam dari stress. Anda harus tahu jika ayam potong itu mudah sekali stress, saat akan memasarkan ayam tentu harus menggunakan sarana transportasi, apabila waktu pemasaran tidak diatur dengan baik resiko ayam mati akan sangat merugikan Anda. Ya, ayam yang stress pasti lama-lama akan mati terlebih lagi jika berada di lingkungan yang berbeda dengan biasanya.

Kelima tips ternak ayam pedagingdi atas harus Anda perhatikan dengan seksama. Mengapa? Jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih tentu Anda harus benar dalam merawat ayam pedaging tersebut. Mulai dari pemilihan bibit unggul, pembuatan kandang, pemberian pakan bernutrisi, standar minum yang pas, pemberian vaksin dan vitamin hingga kapan harus dipanen. Semua langkah-langkah di atas wajib Anda ikuti apabila ingin mendapatkan banyak keuntungan dari bisnis beternak ayam potong atau pedaging.

Mengintip Bisnis Ternak Ayam Arab

Mengintip Bisnis Ternak Ayam Arab

Ternak Ayam Arab – Memiliki bisnis sendiri adalah keinginan banyak orang. Dengan berbisnis, orang bisa lebih mandiri karena tak bergantung dengan gaji atasan. Terjun ke dunia bisnis bisa membuat orang mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Salah satu bisnis unik yang bisa dijalani yaitu ternak ayam Arab.

Jenis ayam Arab adalah hewan petelur yang unggul. Menurut penelitian, ayam ini bisa bertelur hingga 250 butir per tahunnya. Meskipun ayam ini petelur yang baik, ia hanya mengonsumsi sedikit makanan sehingga lebih hemat pengeluaran pakan ternak. Apalagi perawatan ayam ini tidak terlalu sulit. Tak heran jika bisnis ini menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Tips Mendirikan Bisnis Ternak Ayam Arab

ayam anakan
Anak AYam

1. Memiliki Modal

Ternak ayam Arab membutuhkan modal. Modal pertama yang harus dimiliki adalah uang yang cukup. Dana yang dimiliki sebaiknya minimal disesuaikan dengan dana membangun bisnis ayam. Selain modal uang, lahan, karyawan, dan ayam Arab. Setelah memiliki uang, Anda bisa membeli lahan dan ayam. Apabila sudah ada lahan yang tersedia, pengeluaran bisa dihemat. Sebab, menyewa atau membeli lahan untuk bisnis ayam ini cukup menguras uang.

Uang untuk membayar karyawan juga perlu diperhitungkan. Sebab, tak mungkin Anda bisa melakukan seluruh kegiatan mulai dari produksi hingga promosi sendirian jika peternakan yang dimiliki cukup besar, Dengan memiliki tenaga kerja di peternakan Anda, Anda bisa fokus pada proses promosi dan permodalan.

2. Mengetahui Teknik Budidaya Ayam

Bisnis ternak ayam Arab tak hanya memerlukan dana saja, dibutuhkan pengetahuan mengenai teknik atau cara budidaya yang benar. Calon peternak harus mengetahui bahwa ada 2 jenis ayam Arab yaitu gold dan silver. Anda harus memilih ayam yang mana yang akan dibudidayakan. Selain mengetahui jenis-jenisnya, calon peternak juga wajib hukumnya memahami teknik budidaya. Pebisnis ayam ternak yang baik tak hanya bisa membayar pegawai untuk memelihara dan mengawinkannya. Ia juga harus  tahu secara detail mengenai cara merawatnya dengan baik. Apabila masih awam dengan hal ini, lakukan riset di internet dan jika diperlukan belilah buku tentang budidaya hewan ternak khususnya ayam Arab.

3. Menentukan dan Mencari Target Pasar

Setelah mengetahui teknik dan memiliki cukup modal, saatnya Anda menentukan dan mencari pembeli. Inilah salah satu tantangan para pebisnis hewan ternak. Mencari pembeli tetap tidaklah semudah yang dibayangkan. Anda harus pintar bernegosiasi agar mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Untuk memperluas bisnis ternak ayam Arab ini, pasanglah iklan baik dengan pamflet atau via media sosial. Pembuatan blog atau akun-akun di sosial media juga bisa mempromosikan usaha Anda pada khalayak ramai. Apabila ingin promosi secara langsung, Anda bisa mendatangi restoran-restoran terkenal di kota Anda yang kira-kira membutuhkan pasokan ayam Arab.

4. Pembuatan Kandang

ayam
Kandang

Kandang ayam haruslah nyaman agar ayam Arab menghasilkan telur yang berkualitas. Pembuatan kandang yang baik adalah yang disesuaikan dengan kebutuhan yaitu dengan menyesuaikannya dengan umur ayam Arab. Untuk anak ayam Arab sebaiknya memiliki penerangan kandang yang berbeda dengan induk ayam. Ini dikarenakan anak ayam membutuhkan kehangatan yang lebih dibandingkan induk. Selain itu, kandang ayam juga harus mendapatkan sinar matahari yang cukup. Sinar matahari bisa membunuh bakteri yang ada pada kotoran ayam. Kandang yang bersih dan sesuai standar akan menghasilkan ayam yang sehat juga. Kandang ayam seharusnya jauh dari pemukiman atau rumah. Ini dilakukan demi kesehatan Anda dan keluarga. Tak hanya sinar matahari yang cukup, udara yang segar juga dibutuhkan oleh ayam-ayam ini.

5. Pakan Terak yang Berkualitas

Ternak ayam Arab takkan berhasil tanpa pakan ternak yang baik. Salah satu tantangan calon pebisnis ayam adalah memperoleh bisnis yang maksimal dengan modal minimal. Membeli pakan ternak membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Nah, di sini Anda harus pintar memilih pakan yang murah namun tidak murahan. Meskipun murah, namun mutu pakan haruslah dijaga. Belilah pakan yang berkualitas dengan harga terjangkau. Pakan yang bergizi tinggi dibutuhkan agar ayam bisa tumbuh sehat dan menghasilkan telur-telur yang banyak. Ayam jenis ini biasanya diberi makan 2 kali sehari di setiap pagi dan sore hari.

6. Vaksinasi Teratur

Usaha ternak ayam Arab ini akan memproduksi ayam yang sehat jika kesehatan kandang dan ayam terjaga. Agar ayam terbebas dari segala penyakit, perlu diberikan vaksinasi secara teratur. Ada banyak metode vaksin diantaranya melalui suntikan, air minum, dan tetes mata. Pemilihan jenis vaksinasi ini disesuaikan oleh kebutuhan dan kondisi dari ayam yang dimiliki. Lakukan vaksinasi ini secara atur supaya kondisi hewan ternak tetap fit dan sehat.

7. Memahami Ilmu Bisnis

Agar bisnis maju, teknik dalam dunia bisnis harus dikuasai. Jika background Anda bukan dari jurusan Bisnis atau Managemen, tak perlu berkecil karena hati. Semua orang bisa mempelajari ilmu ini dari nol. Dengan kegigihan dan kesabaran, ilmu bisnis ternak ayam bisa Anda kuasai. Jangan takut untuk rugi ketika pertama kali merintis usaha bisnis ini. Dari kegagalan Anda akan belajar. Bagi orang yang hanya lulus SMP, bukan tidak mungkin memiliki usaha ternak ayam Arab yang besar.

8. Perkiraan Hasil

Hasil memang terkadang tak sesuai dengan yang diperkirakan. Namun, memperkirakan hasil yang nantinya akan diperoleh adalah hal yang perlu dilakukan. Ada yang bisa menghasilkan ribuan telur per bulannya. Jika ingin menghasilkan telur yang banyak, maka bisa memperkirakan berapa jumlah ayam yang harus dimiliki. Anda juga harus memperkirakan berapa ayam yang akan dijual dan berapa yang akan tetap berada di kandang untuk ditetaskan. Bisnis ternak ayam Arab memang mengasyikkan. Anda harus bisa memperkirakan hasil agar persiapannya lebih matang.

9. Inovasi Ayam Arab: Persilangan

Inovasi harus dikembangkan pada usaha ternak ayam Arab. Usaha ternak ini cukup unik karena kebanyakan para peternak mengembangkan usahanya pada ayam buras. Jika memilih ternak ayam dari Arab, lakukanlah inovasi. Salah satunya yaitu dengan melakukan persilangan dengan ayam buras. Konon, hasil telur yang dihasilkan lebih bagus. Tak sedikit yang meminta untuk mendapatkan telur hasil persilangan ayam Arab ini. Meskipun telah melakukan persilangan, Anda juga harus mempertahankan kualitas dari telur ayam Arab yang tak disilangkan.

Usaha ayam ini bisa menjadi usaha ternak yang menguntungkan. Pertama-tama mungkin banyak hal yang dilakukan mulai dari mengeluarkan modal yang tak sedikit, mempekerjakan karyawan, hingga promosi langsung ke beberapa pembeli. Tugas yang cukup melelahkan ini akan terbayarkan jika usaha Anda telah berjalan.

Usaha ternak ayam Arab ini bisa jadi pilihan bagi Anda yang ingin memulai masuk ke dunia bisnis. Telur ayam ini sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Bahkan, jika dikonsumsi orang dewasa akan memberikan stamina yang tinggi. Tak perlu ragu untuk gagal karena inti dari bisnis adalah berani mengambil resiko yang cukup besar dengan pemikiran yang matang.

Bagaimana Membedakan Pakan Ayam Petelur yang Baik dan Buruk?

Bagaimana Membedakan Pakan Ayam Petelur yang Baik dan Buruk?

Pakan Ayam Petelur – Jenis ayam yang banyak dibudidayakan para pebisnis adalah ayam petelur. Tak heran jika banyak pengusaha yang mencari tahu yang mana pakan ayam petelurdan buruk. Karena pakan ayam sangat mempengaruhi kualitas dari telur yang dihasilkan. Semakin bagus pakannya maka semakin baik pula telurnya. Sekedar informasi, ayam petelur pada dasarnya adalah ayam-ayam betina yang sudah dewasa dan sengaja dipelihara secara khusus untuk diambil telurnya.

Awalnya ayam petelur atau juga dikenal dengan nama ayam unggas ini diambil dari ayam hutan yang kemudian ditangkap dan dipelihara agar bisa diambil telurnya. Ayam petelur yang pertama kali diperkenalkan adalah ayam whiteleghorn. Setelah ayam petelur populer, barulah adapeternakan khusus untuk ayam broiler yang memang sengaja diambil dagingnya saat panen.

Mulai dari sinilah masyarakat menyadari bahwa setiap ras ayam tidaklah sama. Ada yang memang diklasifikasikan sebagai petelur yang baik dan adapula ayam yang diklasifikasikan sebagai ayam pedaging yang baik. Sentra peternakan ayam petelur memang banyak dikembangkan di berbagai negara tak terkecuali Indonesia.

Tips Memberi Pakan Ayam Petelur yang Baik

Tepung
Makanan Ayam

Pada dasarnya, ayam petelur dibagi menjadi dua jenis yakni ayam petelur ringan dan ayam petelur medium. Ayam petelur ringan dikenal dengan ayam petelur putih yang memiliki tubuh kurus dan berbulu putih. Ayam petelur ringan ini adalah famili dari whiteleghorn.

Sementara ayam petelur medium adalah ayam petelur yang memiliki bobot tubuh cukup berat. Walaupun demikian, ayam ini tidak lebih besar dari ayam pedaging. Seperti yang sempat disinggung, pakan sangat berperan penting dalam ternak ayam petelur agar menghasilkan telur yang bagus dan berkualitas. Oleh karena itu, berikut ini akan diulas tips dalam memberi pakan ayam petelur yang baik agar menghasilkan telur yang berkualitas.

1. Waktu pemberian pakan

Tips memberi pakan ayam petelur yang pertama adalah berikan pakan sesuai dengan usia ayam. Selain memilih pakan yang bernutrisi seimbang, ayam petelur harus diberikan pakan berdasarkan usianya. Karena ayam yang baru berusia tiga minggu tidak akan sama pakannya dengan ayam yang sudah berusia 10 minggu bahkan lebih.

Untuk ayam yang baru berusia tiga minggu pertama, Anda bisa memberikannya pakan ayam level “starte” yang bisa dibeli dengan mudah di toko pakan ternak. Ayam yang sudah berumur 4 minggu hingga 10 minggu selanjutnya diberi pakan “grower”.

Kemudian pada umur 10 minggu sampai dengan 20 minggu, maka ayam petelur akan diberikan pakan “developer”. Selanjutnya, di umurnya yang sudah melewati angka 20 minggu maka ayam akan diberi pakan dengan level “layingmash”. Hal ini dilakukan agar ayam petelur mampu menghasilkan telur dengan kualitas yang baik.

2. Jangan asal memberi pakan

Banyak orang yang mengira bahwa semua ayam pada dasarnya bisa memakan apapun dengan asal-asalan. Padahal, pakan ayam petelur harus khusus dan tidak boleh sembarangan karena akan berdampak secara langsung pada telur yang dihasilkan. Selain jenis pakan yang di ulas di atas, sebaiknya jangan diberikan pada ayam petelur.

Karena menu pakan mulai dari starter hingga layingmash memang dirancang dan diformulasikan secara khusus sebagai pakan ternak ayam petelur yang baik. Jika ditambah dengan makanan lainnya, ayam petelur biasanya tidak akan mengkonsumsi makanan pokok yang diberikan tadi. Dengan begitu, gizi yang harusnya terpenuhi agar mampu menghasilkan telur yang baik jadi berkurang. Jadi, jangan heran jika nantinya ayam ternak petelur Anda akan kekurangan gizi dan mengalami penurunan produksi telur dan mati.

3. Jangan satukan dengan ayam jantan

Tips selanjutnya adalah jangan menyatukan antara ayam jantan dengan ayam petelur dalam pemberian pakan ayam petelur. Pasalnya, kehadiran ayam jantan akan mengurangi jumlah pakan yang harusnya dikonsumsi oleh ayam petelur. Memisahkan antara ayam jantan dengan ayam petelur tentunya akan membantu ayam petelur untuk memakan pakannya dengan baik dan bisa menghasilkan telur yang berkualitas.

Apabila Anda memeli ayam petelur dalam bentuk telur, tentunya akan sangat sulit untuk membedakan mana ayam petelur dan mana ayam jantan bukan? Karena ayam jantan akan diketahui setelah usianya mencapai 6 minggu. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda membeli anak ayam petelur yang baru saja dientaskan agar tidak tercampur dengan ayam jantan.

4. Kualitas Pakan ayam

MAkanan AYam
Pakan AYam

Pada dasarnya, kualitas pakan ayam petelur dibedakan menjadi dua bagian yakni fase starter saat ayam berumur 0 sampai dengan 4 minggu. Lalu fase finisher saat ayam berumur 4 sampai dengan 6 minggu. Dalam pakan telur setidaknya terdapat kualitas zat gizi protein sebesar 22 sampai dengan 24 persen. Selain itu, adapula serat kasar sebesar 4%, lemak sebesar 2,5%, Phospor (P) sebesar 0,7-0,9%, Kalsium (Ca) 1%, dan Mesebanyak 2800-3500 Kcal.

5. Kuantitas Pakan Ayam Starter

Selain memperhatikan masalah kualitas pakan ayam petelur, kuantitas pakan ayam juga harus diperhatikan. Dalam kuantitas pakan, dibagi menjadi 4 golongan yakni pada minggu pertama di umur 1 sampai dengan 7 hari dengan pemberian pakan 17 gram perhari per ekor, golongan kedua ada pada minggu kedua dengan umur 8 sampai dengan 14 hari dengan pemberian pakan 43 gram per hari per ekor, golongan ketiga adalah minggu ke-3 pada umur 15 sampai dengan 21 hari dengan kuantitas pakan 66 gram per hari per ekor.

Dan kuantitas pakan ayam petelur starter terakhir adalah minggu ke empat dengan umur 22 sampai dengan 29 hari dan pemberian pakan sebanyak 91 gram per hari per ekor. Setelah diakumulasikan, bisa diketahui bahwa jumlah pakan ayam petelur yang dibutuhkan setiap ekornya sampai dengan 4 minggu perawatan adalah 1.520 gram.

6. Kuantitas Pakan Ayam Finisher

Sama dengan pakan ayam starter, kuantitas pakan ayam finisher juga dibedakan menjadi empat golongan. Golongan pertama ada pada minggu ke lima saat ayam berumur 30 sampai dengan 36 har. Pemberian pakan pada golongan pertama adalah 111 gram per hari per ekor. Golongan kedua adalah minggu ke-6 saat umur 37 sampai 43 hari dengan kuantitas pemberian pakan 129 gram per hari per ekor.

Golongan ketiga adalahminggu ke-7 saat umur 44 sampai 50 hari dengan pemberian pakan sebanyak 146 gram per hari per ekor. Dan golongan yang keempat adalah minggu ke-8 saat umur 51 sampai dengan 57 hari dengan kuantitas sebanyak 161 gram per hari per ekor. Setelah diakumulasikan, total pakan ayam petelur per ekor saat umumnya 30 sampai dengan 57 hari adalah sebesar 3.829 gram.

Demikianlah ulasan mengenai tips dalam memberikan pakan ayam petelur. Selain memerhatikan pakan, Anda juga harus memberikan perhatian khusus pada kuantitas dan kualitas minum yang diberikan pada ayam. Dengan begitu, ayam dapat memproduksi telur yang berkualitas.