Mengapa Harus Menggunakan Vitamin Ayam Petelur

Mengapa Harus Menggunakan Vitamin Ayam Petelur

Vitamin Ayam Petelur – Bagi Anda yang saat ini sedang menjalankan bisnis budidaya ayam petelur, maka wajib mengetahui informasi mengenai vitamin ayam petelur. Pasalnya hal ini sangat berkaitan dengan produksi telur yang dihasilkan ayam. Suplemen atau vitamin untuk ayam memang bukan hal asing bagi siapapun yang memelihara ayam, baik ayam petelur maupun ayam pedaging. Jika ayam pedaging diberi vitamin agar memiliki badan yang besar dan berisi, maka ayam petelur diberi vitamin agar bisa subur dan mampu menghasilkan telur yang berkualitas dan banyak. Ada banyak jenis vitamin yang bisa Anda temukan di pasaran. Oleh karena itu, Anda harus memahami terlebih dahulu manfaat vitamin untuk ayam petelur agar tidak kebingungan dalam memilih nantinya.

Manfaat Vitamin Ayam Petelur

Masing-masing vitamin ayam petelurmemiliki manfaatnya sendiri-sendiri. Vitamin adalah senyawa organik yang diperlukan tubuh. Meskipun jumlahnya sedikit, pengaruhnya terhadap metabolisme tubuh sangatlah signifikan. Sehingga tak heran jika banyak peternak ayam petelur yang memberikan vitamin pada peliharaannya. Vitamin masuk dalam kategori nutrisi mikro. Berdasarkan kelarutannya, vitamin dibedakan menjadi dua yakni vitamin yang mudah larut dalam lemak seperti vitamin A, E, D, dan K. Kemudian ada vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B kompleks dan vitamin C).

ayam
ayam petelur

1. Vitamin C

Pada dasarnya, vitamin ayam petelur bisa diberikan kapanpun, baik ketika ayam sedang sakit atau normal. Diberikan saat ayam normal (tidak sakit) bertujuan untuk mencegah munculnya penyakit atau kekurangan vitamin akibat pemberian pakan yang tidak tepat. Vitamin sangat berguna ketika ayam stress. Ayam bisa stress jika manajemen pemeliharaan yang dilakukan tidak baik seperti perlakuan kasar, kandang yang tidak bersih, lokasi kandang dengan dengan jalan raya dan lain sebagainya. Selain itu, suhu, kelembaban dan cuaca juga bisa menjadi salah satu penyebab ayam menjadi stress. Saat stress, ayam akan memberikan respon yang bisa dilihat dari fisiologisnya.

Jika dilihat dari hormonalnya, ayam yang stress akan melakukan sekresi hormon ACTH dengan jumlah yang banyak sehingga menyebabkan meningkatnya produksi cortisoldi dalam darah. Akibatnya, kadar vitamin C dan antibodi dalam tubuh ayam akan berkurang sehingga mudah sekali terserang penyakit. Oleh karena itu, selain memastikan ayam tidak stress selama pemeliharaan, sangat dianjurkan untuk Anda memberikan vitamin C pada ayam sesuai dengan dosis yang mencukupi agar ayam terhindar dari berbagai macam penyakit.

Fungsi lain dari vitamin C adalah sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dan menetralkan racun dalam tubuh ayam. Dengan begitu, Anda tidak perlu takut ayam peliharaan akan mudah sakit.

2. Vitamin A

Vitamin ayam petelur yang perlu dipenuhi selanjutnya adalah vitamin A. Perlu diketahui bahwa ayam bisa terserang penyakit karena konsumsi pakan yang kurang. Jika demikian, otomatis jumlah vitamin yang masuk ke dalam tubuh juga akan berkurang. Jadi, jangan heran jika ayam petelur Anda kekurangan gizi dan mudah sekali sakit. Vitamin A sangat baik untuk ayam petelur untuk memperbaiki sel-sel pada jaringan epitel yang rusak. Selain itu, vitamin A juga berfungsi menghentikan pendarahan pada ayam petelur. Vitamin A juga memiliki peranan yang sangat penting untuk menjaga stabilitas pada jaringan epitel yang ada pada membran mukosa bagian saluran pernapasan, pencernaan serta reproduksi. Memberikan vitamin A pada ayam, tentunya ayam juga akan memiliki penglihatan yang baik.

3. Vitamin B

Vitamin ayam peteluryang harus terpenuhi selanjutnya adalah vitamin B. Ketika DOC atau anakan ayam petelur masuk kandang, mereka membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Pemberian vitamin B akan membantu anakan ayam untuk melancarkan proses metabolisme dan mengatasi stress setelah melakukan perjalanan dari kandang pembibitan ke kandang biasa. Selain itu, vitamin B juga sangat baik untuk melancarkan pencernaan anak ayam. Dengan begitu, anak ayam bisa menyerap nutrisi pakan dengan baik sejak awal perawatan. Dampak dari pemberian vitamin B kompleks adalah ayam akan merasa cepat lapar dan nafsu makannya akan semakin meningkat. Kondisi ini tentu saja menyebabkan ayam lebih agresif untuk bertelur sehingga produksi telur akan semakin meningkat. Dilain sisi, vitamin B kompleks juga bermanfaat untuk membantu menghasilkan sel darah merah pada tubuh ayam.

4. Vitamin D

Vitamin D sangat berguna untuk Anda yang menginginkan ayam menghasilkan telur yang berkualitas. Pasalnya, vitamin D mampu meningkatkan proses penyerapan fosfor dan juga kalsium di dalam saluran pencernaan. Dengan pemberian vitamin ini, ayam akan memiliki kuku, paruh, dan tulang yang kuat. Selain itu, kerabang telur juga akan lebih kokoh sehingga tidak mudah pecah.

5. Vitamin E

Sama halnya seperti vitamin C, vitamin E sebagai vitamin ayam petelur juga berfungsi sebagai antioksidan. Perlu diketahui bahwa senyawa antioksidan sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, senyawa ini juga berfungsi untuk mengurangi tingkat stress dan kelelahan pada ayam. Bahkan, vitamin ini juga mampu mencegah terjadinya penyakit kelainan otot pada ayam. Sehingga jika ayam sudah tidak produktif lagi sebagai petelur, bisa langsung dimanfaatkan menjadi ayam pedaging.

Menariknya, vitamin ayam petelur ini juga bermanfaat untuk meningkatkan daya tetas telur dan fertilitas ayam petelur. Bahkan vitamin ini juga menurunkan persentase kematian embrio. Dengan begitu, jumlah produksi telur akan semakin meningkat.

6. Vitamin K

Vitamin K sangat baik untuk meningkatkan jumlah kalsium yang dibutuhkan ayam. Sehingga ayam bisa tumbuh dengan baik. Selain itu, vitamin ayam petelur ini juga dapat membantu proses pembekuan darah.

7. Protein

Selain vitamin, Anda juga harus memenuhi asupan protein ayam petelur. Memang, biasanya dalam pakan ayam sudah mengandung protein yang lengkap. Meskipun demikian, Anda benar-benar harus memastikan apakah protein yang ada dalam pakan sudah sesuai dengan takaran yang dibutuhkan ayam petelur atau belum. Kualitas protein dalam pakan ayam bisa Anda lihat dari produksi telur yang dihasilkan. Jika cangkang telur ayam tipis dan mudah pecah, bisa dipastikan bahwa kualitas dan kuantitas protein dalam pakan yang diberikan sangat buruk. Dan sebaliknya, jika protein dalam pakan sudah memenuhi standar kebutuhan ayam, maka cangkang telur akan keras dan tidak mudah pecah.

Setelah mengetahui macam-macam vitamin ayam petelur, lantas kapan waktu yang tepat untuk pemberian vitamin pada ayam? Ayam yang baru berumur 2 sampai dengan 3 minggu, sebaiknya diberikan vitamin B dan juga C yang cukup tinggi. Vitamin lainnya, bisa Anda berikan setelah ayam berumur lebih dari 3 minggu untuk pemeliharaan. Diberikan vitamin B dan juga C ketika ayam berumur starter bertujuan agar ayam bisa tumbuh dengan baik dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Terkait dengan waktu pemberian vitamin, Anda bisa melihat langsung pada kemasan vitamin yang bisa dibeli di toko pakan unggas.

Demikianlah ulasan mengenai manfaat dari vitamin ayam petelur. Semoga ulasan ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Peluang Usaha Budidaya Ayam Petelur yang Cukup Menjanjikan

Peluang Usaha Budidaya Ayam Petelur yang Cukup Menjanjikan

Budidaya Ayam Petelur – Telur ayam menjadi salah satu bahan makanan yang dibutuhkan oleh banyak orang. Bahan makanan yang satu ini kaya protein, memiliki rasa yang lezat, dan juga mudah diolah. Saat sedang lapar-laparnya, Anda bisa tinggal menggoreng atau merebus telur. Jika ada waktu senggang, Anda bisa mengolah telur menjadi berbagai jenis makanan yang lezat. Pada intinya, permintaan telur dari konsumen akan selalu tinggi. Ini menjadi peluang usaha budidaya ayam petelur yang tepat. Prospek usaha ini cukup baik. Apakah Anda punya keinginan untuk beternak ayam penghasil telur ini? Jika iya, ikuti pembahasan menarik berikut ini.

Tidak ada salahnya menjadi peternak ayam. Pekerjaan ini memang bukan pekerjaan yang bergengsi. Anda tidak perlu memakai jas, dasi, atau sepatu yang mewah. Akan tetapi, pekerjaan ini mampu menghasilkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah jika Anda menjalaninya dengan telaten. Oleh karena itu, Anda tidak perlu merasa malu dengan pekerjaan ini. Meskipun tidak berpakaian mewah layaknya pekerja kantoran, usaha budidaya ayam petelur mampu menghasilkan keuntungan yang melebihi gaji karyawan. Terlebih lagi, dengan menjadi pengusaha, Anda tidak akan tertekan dengan bos Anda. Dalam usaha ini, Anda lah yang menjadi bosnya. Langsung saja simak tips mudah ternak ayam penghasil telur berikut ini.

Cara Mudah Memulai Budidaya Ayam Petelur

gambar telur ayam
telur ayam

Tidak susah untuk memulai bisnis budidaya ayam petelur. Untuk tahap awal, Anda hanya butuh mental sekuat baja dan niat yang kuat. Tak perlu menyiapkan modal uang puluhan juta. Cukup dengan modal uang seadanya, Anda bisa mulai membeli bibit ayam petelur dan mulai beternak ayam petelur. Untuk masalah kandang, tak perlu membuat kandang yang besar, cukup manfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah Anda. Mulailah bisnis ternak ayam ini dari bawah. Setelah bisnis mulai berkembang, Anda bisa memperbesar usaha Anda ke tahap yang lebih tinggi lagi. Poin pentingnya adalah mulailah dari yang kecil terlebih dahulu, lalu rawat agar menjadi besar. Simak tips-tips usaha ayam petelur berikut ini.

1. Pemilihan Bibit Ayam

Bibit budidaya ayam petelur terdiri dari dua jenis. Jenis ayam yang pertama adalah ayam leghorn atau yang sering disebut dengan ayam petelur putih. Seperti namanya, ayam ini memiliki bulu berwarna putih. Badan ayam leghorn tidak begitu besar dengan mata yang bersinar. Ayam ini banyak ditemui di berbagai penjuru Indonesia. Ayam jenis ini paling komersial dan banyak dicari oleh para peternak ayam petelur. Ayam ini bisa bertelur sekitar 260 telur per tahun. Ayam jenis ini memang diarahkan hanya untuk bertelur saja.

Kekurangan dari ayam petelur ringan adalah bentuk tubuhnya yang tidak terlalu besar membuatnya cukup sensitif dengan cuaca panas. Ayam ini juga sensitif dengan keributan karena mudah kaget dan stress. Jika ayam sudah stress, produksi telurnya pun akan menurun.

Jenis ayam yang kedua adalah ayam petelur medium. Ayam ini memiliki bobot tubuh yang berat. Bulunya berwarna coklat. Ayam ini disebut ayam petelur medium karena bobotnya yang cukup berat hampir mirip ayam broiler, tetapi tidak segemuk ayam broiler. Setelah masa keemasan ayam dalam bertelur pudar, ayam ini bisa dipotong untuk diambil dagingnya. Ayam ini mampu menghasilkan telur yang cukup banyak. Selain itu, ayam ini juga memiliki rasa daging yang enak.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada dua jenis bibit untuk budidaya ayam petelur, Anda bisa memilih salah satu dari di antaranya yang menurut Anda paling mudah untuk dibudidayakan. Untuk Anda yang fokus dengan kualitas telur ayamnya saja, Anda bisa memilih bibit ayam leghorn. Untuk Anda yang ingin mengambil untung dari telur dan dagingnya, ayam jenis medium menjadi pilihan terbaik.

2. Kandang

Kandang menjadi hal yang penting yang harus diperhatikan dalam budidaya ayam petelur. Seperti yang telah dijelaskan di atas, pada tahap awal memulai usaha ini, Anda bisa memanfaatkan lahan sekitar rumah Anda sebagai lokasi untuk membuat kandang. Akan tetapi, jika bisnis Anda sudah mulai berkembang dengan jumlah ayam yang dipelihara sudah banyak, Anda perlu memindahkan kandang ayam ke tempat yang semestinya. Hal ini demi kebaikan Anda dan usaha yang sedang Anda jalani.

Lokasi yang tepat untuk membuat kandang ayam adalah yang jauh dari permukiman. Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada salah satu jenis ayam yang sensitif dengan keributan. Supaya ayam tidak mudah stress, sebaiknya lokasi kandang memang jauh dari permukiman. Selain menjaga ayam agar tidak stress, lokasi yang jauh dari permukiman juga dapat menghindarkan Anda dari protes warga sekitar. Kandang ayam pada umumnya berbau tidak sedap. Jika kandang dibuat di dekat permukiman, warga tentu akan protes.

Ada beberapa jenis kandang yang bisa Anda pilih. Dari bentuknya, ada kandang koloni yang mana satu kandang bisa untuk ratusan ayam. Ada juga kandang individual yang mana kandang ini berbentuk petak-petak, satu ayam satu kandang. Untuk budidaya ayam petelur yang komersial, kandang jenis individual lebih banyak dipakai.

Di dalam kandang, ada peralatan khusus yang harus diperlukan untuk menjaga perkembangan ayam. Peralatan tersebut di antaranya adalah alas lantai, tempat bertelur, tempat istirahat, dan tempat untuk menaruh pakan ayam. Untuk pembuatan kandang, jika Anda memang belum begitu mengerti, sebaiknya konsultasikan kepada orang yang telah berpengalaman agar usaha budidaya ayam petelur bisa sukses.

3. Pemberian Pakan

gabah
makanan ayam

Agar budidaya ayam petelur mampu menghasilkan telur yang banyak, Anda harus memberikan pakan ayam yang bergizi. Pemberian pakan juga harus disesuaikan dengan umurnya. Beberapa jenis pakan ayam yang umum dipakai untuk ayam petelur adalah tepung, pellet, konsentrat, crumble, dan lain sebagainya. Berikut ulasan lengkap pemberian pakan ayam sesuai dengan umurnya,

Untuk ayam usia 0 – 5 minggu, gunakan pakan pre-starter. Lalu, untuk ayam berusia 6 – 10 minggu, berikan pakan starter. Pada usia ayam menginjak 11 minggu sampai bertelur, berikan pakan ayam growe. Untuk ayam yang sudah dewasa dan sudah bertelur selama beberapa kali, gunakan pakan jenis laying phase. Dengan pemberian pakan seperti ini, ayam-ayam akan tumbuh dan bertelur dengan baik.

4. Mulailah Merawat Ayam dengan Baik

Merawat ayam juga harus dilakukan secara telaten. Perawatan harian yang perlu Anda lakukan adalah pemberian pakan secara rutin selama tiga kali sehari. Setelah itu, kebersihan kandang juga harus selalu diperhatikan. Kandang yang kotor akan membuat ayam rentan terserang berbagai penyakit. Untuk itu, bersihkan kandang setiap pagi dan sore hari. Setiap 3 bulan sekali, berilah ayam Anda penambah vitamin dan nutrisi.

Demikian adalah tips mudah untuk memulai budidaya ayam petelur. Tidak perlu ragu untuk memulai usaha ini. Meskipun sering disepelekan, usaha ini mampu memberikan keuntungan yang besar untuk Anda. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Nantikan informasi penting lainnya hanya di situs ini.

Tips Mudah Ternak Ayam Petelur Bagi Pemula

Tips Mudah Ternak Ayam Petelur Bagi Pemula

Ternak Ayam Petelur Telur ayam menjadi komoditas yang paling laku di pasaran. Telur ayam menjadi salah satu sumber protein dengan kandungan protein yang  cukup tinggi. Bahan makanan ini baik dikonsumsi setiap hari. Memasak telur ayam juga sangat praktis, tinggal digoreng atau direbus saja, telur sudah bisa dimakan. Selain dikonsumsi sebagai lauk atau pendamping makanan, telur ayam juga menjadi bahan utama untuk membuat kue.

Tingginya permintaan telur ayam bisa dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis. Beternak ayam petelur menjadi salah satu bisnis yang memiliki prospek yang cerah. Apakah Anda sedang berencana untuk memulai bisnis ini? Jika iya, simak ulasan menarik mengenai tips mudah usaha ternak ayam petelur berikut ini.

Tips Ternak Ayam Petelur

gambar telur ayam
telur ayam

Untuk siapa pun yang ingin memulai usaha ternak ayam petelur, Anda harus mempelajari bagaimana ilmu beternak ayam. Karakteristik ayam petelur, ayam daging, ataupun ayam bangkok tentu berbeda. Karakteristik yang berbeda membuat perawatannya juga berbeda. Hal-hal semacam ini perlu diperhatikan sebelum memulai untuk beternak ayam petelur.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan setelah memutuskan untuk memulai usaha ternak ayam ini. Hal yang pertama adalah terkait dengan lokasi kandang ayam. Kedua, pemilihan bibit ayam petelur yang unggul agar dapat menghasilkan telur yang melimpah setiap harinya. Pemilihan bibit ini amat sangat penting dalam usaha budidaya ayam petelur.

1. Pemilihan Lokasi Kandang Ayam

Hal pertama yang akan dibahas terkait  ternak ayam petelur adalah tentang pemilihan lokasi untuk kandang ayam petelur. Untuk memilih lokasi kandang ayam, sebaiknya tidak di tengah-tengah perkampungan warga. Bagaimanapun, pada umumnya kandang ayam ternak menghasilkan bau yang cukup menyengat.

Bau ini berasal dari kotoran ayam maupun dari ayam itu sendiri. Jika lokasi kandang berada dekat dengan perkampungan warga, siap-siap saja Anda menerima protes dari tetangga-tetangga Anda. Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah lokasi kandang ayam yang agak jauh dari perkampungan warna.

Selain karena baunya yang menyengat, alasan lain mengapa harus memilih lokasi kandang yang jauh dari permukiman warga adalah karena karakteristik ayam petelur yang mudah sekali stress. Pada umumnya, ayam petelur sangat sensitif dengan suara keributan.

Ayam petelur lebih mudah kaget dan stress. Ketika stress, produksi telurnya pun akan menurun. Oleh karena itu, sekali lagi ditekankan di sini bahwa Anda sebaiknya memilih lokasi kandang ayam yang jauh dari permukiman.

2. Pilih Bibit Ayam yang Berkualitas

Setelah mendapatkan lokasi kandang ayam yang strategis, selanjutnya Anda akan beralih memikirkan bibit ayam petelur. Untuk mempermudah pemula dalam memilih bibit ayam petelur, ada dua jenis ayam petelur yang dibudidayakan oleh peternak ayam, yaitu ayam medium dan ayam lehorn.

Ayam medium merupakan salah satu jenis ayam petelur yang memiliki warna bulu coklat, dengan tubuh yang sangat gemuk. Sementara ayam lehorn adalah ayam yang memiliki warna bulu putih dengan badan yang sedikit lebih kurus dibandingkan dengan ayam medium.

Mana yang lebih baik di antara ayam medium dengan ayam lehorn? Untuk daya tahan hidup ayamnya, ayam jenis medium lebih bandel dan mampu memproduksi telur ayam lebih banyak.

Hal ini dikarenakan badannya yang lebih gemuk dibandingkan ayam horn. Ayam medium tidak mudah stres, sedangkan ayam lehorn sangat rentan stress akibat suara keributan. Sementara jika dilihat dari kualitas telurnya, ayam lehorn memiliki telur yang lebih berkualitas.

Apa pun jenis ayam yang Anda pilih untuk ternak ayam petelur, pastikan Anda memilih bibit ayam petelur yang sehat dan tidak ada cacat fisik apa pun. Lalu, jika Anda memilih memelihara bibit ayam petelur dari kecil, pastikan perkembangan dan pertumbuhan ayam normal. Rawat bibit-bibit ayam petelur ini agar tidak mudah terserang penyakit.

Pada awalnya, ternak ayam petelur memang tidak mudah. Anda harus telaten mengurus puluhan ayam yang Anda miliki sampai keseluruhan menghasilkan telur. Anda harus memastikan makanan yang dikonsumsi ayam memiliki gizi yang baik supaya ayam bisa tetap sehat dan menghasilkan banyak telur.

3. Perhatikan sekali kebersihan kandang

kandang ayam petelur
kandang ayam

Setelah usaha ternak ayam petelur sudah mulai berkembang, selanjutnya Anda perlu melakukan usaha perawatan ayam. Kebersihan kandang menjadi faktor utama dalam bisnis ternak ayam.

Kandang yang bersih akan membuat telur dapat berkembang biak dengan baik. Bagaimana mungkin ayam bisa bertelur dengan tenang saat kandangnya saja berantakan dan kotor? Untuk itu, selalu bersihkan kandang ayam tiap pagi atau sore hari.

Kebersihan kandang juga sangat mempengaruhi kesehatan ayam. Kandang yang lebih kotor akan berpotensi mendatangkan banyak penyakit. Untuk memastikan kebersihan kandang, Anda tidak hanya perlu membersihkan kotoran ayamnya saja. Pastikan juga wadah pakan dalam keadaan bersih. Dengan begitu, ayam-ayam akan berkembang dengan baik tanpa masalah.

4. Pilih pakan ayam yang sehat

Selain kebersihan kandang, usaha merawat ayam petelur juga dilakukan dengan selalu memberikan pakan yang baik. Untuk dapat menghasilkan telur yang berkualitas dalam jumlah yang banyak, ayam petelur membutuhkan pakan yang baik.

Pilihan pakan untuk ternak ayam petelur di antaranya adalah sentrat, jagung yang sudah digiling, atau tepung ikan. Variasi pakan perlu dilakukan agar nutrisi yang dibuthukan ayam petelur bisa terpenuhi semuanya.

Untuk pemberian pakannya, setiap harinya ayam petelur harus diberikan makanan dengan intensitas tiga kali sehari. Selain pakan, jangan lupa untuk memberikan minum juga. Untuk masalah pakan ini, orang yang memutuskan ternak ayam petelur juga harus mengetahui porsi makan ayam yang pas. Pakan yang diberikan tidak boleh kurang atau berlebihan.

5. Beri Nutrisi dan Vitamin

Selain harus memberikan makanan yang sehat, peternak ayam juga disarankan untuk memberi nutrisi dan vitamin melalui vaksin. Vaksinasi yang dilakukan pada ayam ini bertujuan untuk menjaga ayam agar tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Jika Anda tidak ingin memberikan vaksin untuk ayam petelur Anda, pilihan lainnya adalah memberikan makanan tertentu khusus ayam petelur yang mengandung banyak nutrisi dan vitamin. Memang sedikit ribet, tetapi hal ini tetap perlu untuk dilakukan.

Selain itu, Anda harus sering-sering melakukan cek kesehatan pada ternak ayam petelur Anda. Ketika Anda mengetahui ada beberapa ayam yang sakit, segera pisahkan ayam yang sakit dari ayam yang sehat. Hal ini untuk menghindari penyebaran virus dari ayam yang sakit.

Kemudian, rawat ayam yang sakit dengan memberikan vitamin dan nutrisi tambahan sampai ayam sembuh sempurna.

Demikian adalah beberapa tips bagi Anda yang ingin memulai usaha ternak ayam petelur. Sekilas, usaha ini memang sering dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang karena dinilai kurang berkelas. Padahal, usaha ternak ayam ini bisa menghasilkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah per bulannya.

Hal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini adalah niat yang kuat dan sikap telaten merawat puluhan ayam. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.