Kandang yang Hangat, Kunci Sukses Cara Ternak Ayam Mutiara

Kandang yang Hangat, Kunci Sukses Cara Ternak Ayam Mutiara

Ternak Ayam Mutiara – Makin banyak ayam hias menjadi obyek kompetisi, makin banyak pula yang berniat mengembangbiakkan. Beternak ayam hias kini bisa dibilang menjadi prospek yang bagus untuk usaha. Banyak orang beralih menjadi peternak ayam hias karena besarnya prospek yang dibawa dari beternak ayam hias. Meskipun beternak ayam hias memang membutuhkan usaha ekstra dan kesabaran lebih agar bisa mencapai hasil yang diinginkan. Salah satu jenis ayam hias yang saat ini banyak dikembangbiakkan adalah ayam mutiara. Apalagi ayam mutiara ini tergolong ayam yang membutuhkan perlakuan istimewa. Cara ternak ayam mutiara pun sedikit berbeda dengan ayam-ayam lain. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam beternak ayam mutiara.

Jenis ayam mutiara sendiri ada beraneka ragam. Jenis ayam mutiara ini dibedakan menurut warna-warna bulunya. Jenis-jenis ayam itu antara lain Ayam Mutiara Abu-Abu (Gray Guinea Fowl), Ayam Mutiara Purple (Royal Purple Guinea Fowl), Ayam Mutiara Cokelat (Brown Guinea Fowl), Ayam Mutiara Lavender (Lavender Guinea Fowl). Namun, hanya beberapa ayam yang berhasil dikembangkan di Indonesia karena cara ternak ayam mutiara yang dibilang cukup sulit.

Selain itu, ada perbedaan antara ayam mutiara jantan dan ayam mutiara betina. Ayam mutiara jantan cenderung berbeda dengan ayam betina dalam hal penampilan fisiknya. Pada ayam jantan terdapat bengkakan di atas hidung yang terlihat cukup jelas. Sedangkan pada ayam betina bengkakan di atas hidung ini tidak nampak jelas. Pada ayam jantan, terdapat pial bawah berwarna merah yang terang dan lebar sedangkan pada ayam betina pial bawah berwarna merah cenderung lebih kecil dan lebih pudar. Ayam jantan memiliki tanduk dengan ujung bagian atas tegak, berisi dengan warna lebih gelap dan tumpul. Bentuk tanduk pada betina berbeda dengan jantan karena tanduk ujung bagian atas serong ke belakang kurang berisi dan agak tajam. Dengan berbagai perbedaan tersebut, maka itu juga akanberpengaruh pada cara ternak ayam mutiara yang baik dan benar.

Cara Ternak Ayam Mutiara yang Secantik Mutiara

gambar ayam mutiara
ayam mutiara

Ayam mutiara merupakan salah satu ayam yang memiliki keunikan pada bulunya. Sebagai salah satu burung hias, keunikan ayam mutiara terletak pada bulunya yang memiliki bintik-bintik putih seperti mutiara di seluruh tubuhnya. Selain itu, sebagai burung hias, ayam mutiara tergolong satu-satunya ayam yang memiliki kemampuan terbang tinggi. Selain itu, ayam mutiara ini memiliki sifat yang unik karena hanya mau bergerombol dengan anggota spesiesnya. Ketika satu kelompok ayam mutiara sudah membuat kelompok sendiri kemudian dimasuki ayam mutiara lain, maka bisa jadi ayam mutiara yang baru dimasukkan itu akan diserang. Dalam perkembangannya ayam mutiara merupakan ayam hasil perkawinan silang antara ayam mutiara dengan ayam lain. Oleh karena itu, cara ternak ayam mutiara juga sedikit berbeda dengan cara ternak ayam lain.

Ayam mutiara memang bukan ayam asli Indonesia. Ayam mutiara bersal dari Afrika namun memiliki kemiripan dengan ayam Belanda. Habitat aslinya di semak-semak atau padang sabana. Ayam mutiara mulai bertelur pada usia antara 26-30 minggu bergantung pada banyak hal termasuk pakan dan cuaca. Ayam mutiara mampu memproduksi telur dalam jumlah banyak, namun sayang ayam ini tidak pandai mengerami telurnya sendiri. Ditambah lagi, telurnya yang keras membuat para peternak ayam mutiara ini harus benar-benar memperhatikan cara ternak ayam mutiara agar bisa berhasil mengembangbiakkan ayam mutiara agar bisa sukses. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk beternak ayam mutiara.

1. Persiapkan Kandang Tempat Tinggal Ayam

Menurut asal usulnya, ayam mutiara berasal dari Afrika dengan habitat semak-semak dan padang sabana. Jadi, jika Anda ingin beternak, cara ternak ayam mutiara pertama yang harus Anda perhatikan adalah kandangnya. Akan lebih baik jika Anda memperhatikan kondisi kandang dan membuat habitat kandang seperti habitat aslinya. Bentuk kandang tidak begitu jauh dengan bentuk kandang ayam lain. Namun, perlu diperhatikan Anda harus menyiapkan tempat bertengger untuk ayam mutiara Anda. Hal ini karena ayam mutiara lebih suka bertengger pada tempat yang lebih tinggi.

2. Sediakan Pakan yang Mendukung Nutrisi Ayam

Sebagai ayam yang memiliki habitat asli di alam bebas, ayam mutiara termasuk hewan omnivora, yaitu pemakan segala, baik berupa tumbuhan maupun daging. Di habitat aslinya, ayam mutiara biasanya makan rumput-rumputan atau serangga. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin beternak ayam mutiara, cara ternak ayam mutiara yang baik adalah dengan memberikan pakan yang sesuai dengan selera ayam. Jika Anda memelihara ayam di lingkungan rumah, Anda bisa memberikan sisa-sisa makanan untuk bisa memenuhi kebutuhan gizinya. Seain itu, Anda juga bisa menambahkan konsentrat atau bekatul dan sayur-sayuran untuk menambahkan nutrisinya. Usahakan memberikan makanan dengan protein tinggi untuk merangsang perkembangan telur dan bulunya.

3. Merawat Ayam Mutiara yang sedang Bertelur

Ayam mutiara tergolong ayam yang unik karena masa bertelurnya adalah ketika musim hujan. Oleh karena itu,cara ternak ayam mutiara terutama ketika ayam sedang bertelur adalah dengan menyediakan alat petelur atau menggunakan betina lain yang sedang mengeram untuk menetaskan telur. Setelah itu, setelah telur menetas segera pindahkan ke kotak penghangat agar mendapat perawatan khusus.

4. Berikan Perhatian Lebih untuk Anak Ayam

Untuk mendapatkan ayam mutiara berkualitas tentu berasal dari anak ayam yang berkualitas. Maka dari itu cara ternak ayam mutiara yang bisa dikatakan berhasil apabila anak ayamnya juga terawat dengan baik. Untuk anak ayam yang baru menetas, sediakan kandang yang hangat, karena proses penetasan ayam mutiara biasanya terjadi di musim penghujan. Jadi, agar anak ayam bisa bertahan hidup maka kandang tempat tinggalnya pun juga harus disiapkan untuk menghangatkan tubuhnya.

5. Memberi Pakan Anak Ayam

Tak jauh berbeda dengan ayam dewasa, pemberian pakan pada anak ayam juga harus memperhatikan pemenuhan nutrisinya. Anak ayam yang belum bisa makan bahan keras, sebaiknya diberikan makanan konsentrat buatan pabrik atau bisa ditambahkan irisan sayur agar nutrisi yang dibutuhkan bisa tetap terpenuhi.

Seperti halnya merawat ayam hias lain, merawat ayam mutiara juga membutuhkan perawatan yang lebih dibandingkan merawat ayam kampung. Perawatan yang memerlukan kesabaran lebih ini tak hanya dalam pemberian pakan saja tetapi juga yang paing penting adalah pembuatan kandang. Sifat ayam mutiara yang suka bertelur saat musim dingin akan menambah resiko anak ayam gagal menetas, ataupun menetas dalam kondisi tidak sempurna.

Oleh karena itu, jika Anda ingin beternak ayam mutiara, maka cara ternak ayam mutiara yang tepat adalah dengan memperhatikan bentuk dan kondisi kandang. Jika kandang ayam yang sedang bertelur dan anak ayam harus didesain agar tetap hangat di kondisi hujan, maka kandang ayam dewasa bisa didesain seperti habitat aslinya, yaitu dengan adanya semak-semak atau dekat dengan padangruput. Dengan menyesuaikan lingkungan tinggal ayam, maka kemungkinan ayam bisa berkembangbiak dengan baik.