Hal yang Diperhatikan dan Tata Cara Ternak Ayam Hutan

Hal yang Diperhatikan dan Tata Cara Ternak Ayam Hutan

Ternak Ayam Hutan – Beternak ayam atau memelihara ayam merupakan kebiasaan yang banyak digemari oleh sebagian masyarakat. Selain merupakan hobi, beternak ayam juga bisa dijadikan sebagai lahan bisnis untuk mencari uang dan keuntungan. Beternak ayam memang hal yang gampang-gampang sulit dilakukan. Sebelum memutuskan untuk beternak ayam, Anda sebaiknya memiliki rasa penyayang dulu terhadap binatang. Berbeda dengan ternak ayam biasanya, kali ini kita akan membahas beberapa hal penting yang harus diperhatikan seputar ternak ayam hutan.

Sebelum memulai ternak ayam hutan, ada baiknya Anda mengetahui beberapa spesies ayam hutan terlebih dahulu sebagai pemanasan. Ayam hutan terdiri dari 4 spesies yaitu :
• Ayam Hutan Hijau
Ayam Hutan Hijau termasuk kedalam spesies burung dari suku phasianidae. Ayam ini berukuran sangat besar dengan panjang tubuh mencapai 60 cm.
• Ayam Hutan Kelabu
Ayam Hutan Kelabu merupakan nenek moyang dari ayam peliharaan yang biasa dipelihara oleh masyarakat Indonesia. Ayam Kelabu merupakan jenis ayam langka. Ayam ini memiliki panjang hingga 80 cm. Ciri khas utama dari ayam ini adalah bulunya yang berwarna abu-abu.
• Ayam Hutan Merah
Hewan satu ini masih satu suku dengan jenis burung dan memiliki ukuran panjang sekitar 78 cm.
• Yang terakhir adalah Ayam Hutan Sri Lanka. Ayam ini hanya berada di Negara Sri Lanka. Banyak orang mengenal ayam ini sebagai Ayam Hutan Ceylon dengan panjang sekitar 66-73 cm.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan terkait dengan memelihara ayam. Apalagi jenis ayam yang akan dipelihara awalnya merupakan ayam yang liar. Salah satunya adalah dengan mengerti karakter ayam. Seperti yang kita ketahui, jika ayam hutan rentan sekali terhadap stress. Dibawah ini ada beberapa cara untuk beternak ayam hutan yang bisa Anda pelajari:

1. Biarkan Ayam Beradaptasi

Hal pertama kali yang Anda harus lakukan ketika ingin ternak ayam hutan adalah membiarkan ayam tersebut beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Biasanya pada masa adaptasi ayam hutan cenderung stress. Biasakan dengan tidak terlalu sering memegang ayam dengan tangan kecuali pada saat makan. Karena hal tersebut mudah sekali membuat ayam menjadi stress dan jika dibiarkan lama-lama ayam tersebut akan mati.

2. Membuat Kandang Ayam yang Sesuai

Kandang merupakan sarana yang penting untuk ternak ayam, karena kandang adalah salah satu tempat tinggal untuk ayam. Jika Anda ingin ternak ayam, sangat penting untuk membuatkan kandang yang nyaman bagi ayam. Jenis kandang untuk ternak ayam hutan harus berbeda dengan jenis kandang ayam pada umumnya. Kandang ayam bisa dibuat dengan menggunakan kawat atau bambo yang kokoh. Ukuran kandang untuk ayam hutan harus dibuat lebih tinggi dan besar daripada ukuran kandang ayam kampung. Letak kandang ayam juga sebaiknya dijauhkan dari tempat tinggal termasuk rumah Anda. Hal ini untuk meminimalis persebaran penyakit dari unggas ke manusia atau sebaliknya. Anda juga harus meletakkan kandang ayam menghadap ke arah cahaya terbit agar kandang dapat memperoleh sinar matahari.

3. Beri Makanan yang Bergizi

Cara ternak ayam hutan selanjutnya adalah Ayam Hutan yang dipelihara harus diberi makanan sesuai dengan habitat aslinya untuk pertama kali. Setelah terbiasa, pelan-pelan Anda bisa mengganti makanan ayam hutan tersebut sesuai dengan kebutuhan. Anda bisa memberikan makanan berupa biji-bijian dan kacang-kacangan. Untuk ayam hutan yang baru dipelihara atau dijinakkan Anda harus menebar makanan ke tanah dahulu, karena ia belum terbiasa untuk makan dengan tempat makan di kandang. Selain biji-bijian, Anda bisa memberi makan ayam hutan dengan makanan hewani seperti jangkrik, cacing, serangga, dan daging yang dicacah lembut. Anda juga bisa memberinya dengan sayuran, buah-buahan dan rerumputan. Sedangkan untuk makan buatan hanya diberikan pada saat adaptasi saja.

Berikut contoh dosis pemberian makanan campuran bagi ayam hutan yang masih kecil :
a. Usia 0-7 hari : 7 gram/hari/ekor
b. Usia 8-14 hari : 19 gram/hari/ekor
c. Usia 15-21 hari : 34 gram/hari/ekor
d. Usia 22-28 hari : 47 gram/hari/ekor
e. Usia 29-35 hari : 58 gram/hari/ekor
f. Usia 36-42 hari : 66 gram/hari/ekor
g. Usia 43-49 hari : 72 gram/hari/ekor
h. Usia 50-56 hari : 74 gram/hari/ekor

4. Menjaga Kebersihan Kandang

Tempat tinggal yang bersih adalah kenyamanan bagi tuan rumahnya. Hal tersebut sama dengan kebersihan kandang bagi para ayam. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam ternak ayam hutan adalah memelihara kebersihan kandang. Kandang yang bersih berdampak pada keadaan ayam. Bila kandang tidak dibersihkan, ada kemungkinan besar menjadi sumber penyakit. Pembersihan kandang ayam bisa dilakukan 2 kali dalam seminggu. Selain itu, penyemprotan kandang ayam dengan desinfektan juga diperlukan guna menghindari serangan virus dan mencegah bau yang tidak enak dari kandang.

5. Memandikan Ayam

Hal yang tidak kalah penting dalam ternak ayam hutan adalah memandikannya. Ayam harus dimandikan secara rutin guna mencegah menempelnya kutu. Namun memandikan ayam cukup hanya sekali dalam seminggu. Dalam memandikan, ayam hutan hanya perlu disemprot dan jangan dipegang.

6. Memberikan Obat Anti Kutu

Kutu merupakan virus yang mudah sekali menempel dengan bulu. Jika Anda memelihara ayam, pastikan ayam Anda terbebas dari serangan kutu karena biasanya jika ayam sudah terkena kutu maka akan mudah sekali sakit. Untuk menghindari serangan kutu, cukup diberikan obat anti kutu sekali dalam seminggu. Yang sering terjadi, banyak para peternak ayam yang kurang memperhatikan hal ini, akibatnya banyak ayam yang bulunya terkena serangan kutu.

7. Pemberian Vaksin

Pemberian vaksin merupakan hal yang benar-benar harus diperhatikan dalam ternak ayam hutan. Seorang peternak ayam, dituntut untuk mengerti tentang bagaimana pemberian vaksin terhadap ayam-ayam mereka. Ayam hutan biasanya sering terkena penyakit berak berdarah dan sakit snot.

8. Pemberian Vitamin

Pemberian vitamin ketika ternak ayam hutan sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan ayam yang Anda pelihara. Pemberian vitamin untuk ayam hutan dapat diberikan secara berkala. Bisa di makanan ataupun dalam bentuk minuman. Untuk menambah nafsu makan ayam, Anda bisa memberinya perasahan jahe, temulawak dan kencur. Hal ini juga bermanfaat untuk menghindari sakit pada ayam peliharaan karena pengaruh cuaca yang ekstrim.

Demikian beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk ternak ayam hutan. Kunci utama dalam beternak ayam adalah niat yang kuat. Karena memang beternak ayam membutuhkan kesabaran dan pengetahuan yang luas. Anda juga dituntut untuk berwawasan luas mengenai tata cara beternak ayam. Jangan sampai ketika memulai ternak ayam, Anda merasa bingung dan tidak mengetahui cara-cara dasar peternakan yang baik sehingga ayam yang Anda pelihara tidak optimal bahkan bisa mati satu persatu. Oleh karena itu, mulai belajarlah mengenai teknis beternak ayam hutan dengan baik sehingga dapat meminimalisir kegagalan. Untuk menambah wawasan, Anda bisa mengikuti penyuluhan atau sosialisasi dan pelatihan budidaya ternak ayam.