Tips Sukses Usaha Ternak Ayam Arab Petelur untuk Pemula

Tips Sukses Usaha Ternak Ayam Arab Petelur untuk Pemula

Usaha Ternak Ayam Arab РTernak ayam arabadalah suatu usaha yang memiliki peluang dan juga potensi yang cukup menggiurkan. Pasalnya permintaan masyarakat terhadap telur ayam ini begitu tinggi. Padahal, jumlah peternak ayam arab di pasaran sendiri masih terbilang sedikit. Jadi, jangan heran jika keuntungan yang diperoleh dari bisnis ternak ayam ini sangat besar. Seperti yang diketahui, kebutuhan telur di pasaran semakin hari akan semakin tinggi. Terutama saat menjelang hari libur nasional seperti acara keagamaan.

Dalam budidaya ayam arabjenis petelur ini, masa produktif untuk menghasilkan telur adalah 2 tahun. Selama 2 tahun tersebut, masa produktif ayam petelur dibagi menjadi 4 kategori yakni masa bertelur dalam jangka waktu 3 bulan kemudian jeda selama 15 hari. Lalu, kembali bertelur setelah jeda tersebut. Persentase ayam arab dalam bertelur lebih tinggi dibandingkan dengan ayam jenis lainnya sekitar 90%. Jadi tidak heran jika ayam arab lebih banyak dipilih untuk mereka yang ingin berbisnis produksi telur ayam. Bagi Anda yang tertarik memulai bisnis ternak ayam, berikut ini adalah beberapa hal penting yang harus dilakukan dalam usaha ternak ayam arab.

Hal Penting dalam Usaha Ternak Ayam Arab

gambar ayam
ayam arab

1. Analisa Usaha

Dalam memulai bisnis apapun, termasuk usaha ternak ayam arabAnda harus melakukan analisis usaha agar mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang diinginkan. Analisis usaha bisa disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan Anda. Analisis sederhananya adalah dengan mencoba beternak ayam arab sebanyak 1000 ekor. Ayam arab sebanyak 1000 ekor untuk produksi telur selama 2 tahun membutuhkan biasa investasi tetap (pembuatan kandang, lahan dan lain-lain) kurang lebih Rp 90 juta. Dan modal harian sebesar Rp 587.000 per hari. Sementara pendapatan telur tiap harinya kurang lebih 540 butir per hari. Harga telur di pasaran saat ini adalah Rp.1.800. Jika dihitung maka pemasukan harian dari menjual telur adalah Rp972.000. Dipotong modal harian sebesar Rp 587.000 maka pendapatan harian Anda adalah Rp. 384.000 per harinya. Dalam satu bulan, berarti Anda sudah bisa menghasilkan uang sebesar Rp 11.520.000. Jadi dalam jangka waktu 8 bulan saja, modal awal Anda sebesar Rp 90.000.000 sudah bisa kembali.

Saat ayam petelur sudah habis masa produktifitasnya, Anda bisa menjual ayam arab sebagai ayam pedaging. Yang tentu saja harganya bisa disesuaikan dengan harga pasaran. Bagaimana? Analisa ternak ayam arabdi atas sangat menguntungkan bukan?

2. Pemberian pakan

Pakan adalah hal penting selanjutnya yang harus Anda perhatikan dalam bisnis ternak ayam arab. Pakan yang baik dan bernutrisi, tentunya akan membuat ayam mampu menghasilkan telur dengan kualitas terbaik. Pakan juga mempengaruhi kelancaran ayam dalam bertelur. Oleh karena itu, Anda harus memerhatikan mutu dan jumlah pakan ayam. Jika pemberian pakan tidak tepat, maka bukan tidak mungkin jika Anda akan merugi nantinya.

Dalam satu hari, pakan ayam diberikan sebanyak dua kali yakni pada pagi hari dan siang hari. Masing-masing ayam diberikan setidaknya 80 sampai dengan 90 gram sehari. Selain itu, Anda juga harus memerhatikan jenis pakan yang akan diberikan pada ayam arab petelur ini. Pakan ayam yang diberikan secara intensif adalah pakan yang memiliki kandungan protein sebesar 16 sampai dengan 18%.

Saat kandungan protein tersebut terpenuhi, maka ayam arab akan bertelur dengan lancar dan baik. Bagaimana caranya mengetahui baik tidaknya kandungan protein dalam pakan? Caranya sangat mudah, Anda hanya perlu melihat kualitas telur yang dihasilkan apakah dalam kondisi yang bagus atau tidak. Apabila telur yang dihasilkan ayam arab tersebut memiliki kulit atau cangkang yang tebal dan keras, maka artinya pakan yang Anda pilih sudah baik. Sebaliknya, apabila cangkang atau kulit telur tips dan mudah pecah maka artinya pakan yang Anda berikan kurang bagus dan tidak memiliki jumlah protein yang dibutuhkan ayam arab.

Sekedar informasi, ada dua jenis pakan ternak ayam arabyang bisa Anda pakai yakni pakan organik yang terbuat dari bahan-bahan sayuran dan umbi-umbian serta pakan buatan pabrik berbentuk seperti dedak atau voor. Kebanyakan peternak ayam lebih memilih memakai pakan pabrik karena lebih mudah dan praktis. Selain itu, pakan buatan pabrik biasanya juga sudah terpenuhi nutrisinya.

3. Kandang

ayam arab
kandang ayam arab

Setelah menganalisa dan mengetahui pakan yang baik untuk ayam arab, hal selanjutnya yang harus Anda perhatikan dalam usaha ternak ayam arabadalah kandang ayam ternak. Dalam membangun kandang ayam ternak, posisikan kandang menghadap ke arah barat atau timur. Hal ini dilakukan agar sirkulasi udara dalam kandang baik dan ayam juga mendapatkan cahaya matahari. Cahaya matahari sangat baik untuk melindungi ayam dari virus atau bakteri yang berkembang dengan baik di kotoran ayam. Dengan kandang yang bersih, ayam arab tentunya bisa menghasilkan telur yang berkualitas.

4. Produksi

Tahapan produksi adalah hal yang sangat menentukan apakah proses pemeliharaan Anda selama ini berhasil atau tidak. Karena jika ayam mampu menghasilkan telur dalam jumlah yang banyak dan berkualitas, maka artinya usaha budidaya ternak ayam Anda telah berhasil. Dan sebaliknya, jika produksinya minim maka Anda harus lebih giat lagi dalam belajar dan mencari tahu apa penyebab produksi telur ayam Anda sedikit.

Perlu diketahui bahwa ayam arab dapat bertelur hingga 80 sampai 90%. Meskipun demikian, ayam arabtidak suka mengeram. Tak hanya itu, ayam arab memiliki daya seksual yang tinggi. Dimana ayam ini bisa kawin sebanyak 3 kali dalam 15 menit. Jadi tidak heran jika ayam jenis ini begitu lancar dan banyak menghasilkan telur. Dalam hal produksi telur, pengelolaan reproduksi ayam arab sangatlah penting. Pasalnya pengelolaan reproduksi ayam sangat berkaitan dengan produksi telur. Jika Anda ingin berbisnis telur tetas maka perbandingan jantan dengan betina adalah 1:8. Saat ayam arab berumur 5 bulan, ayam tersebut sudah bisa menghasilkan telur. Puncak produksi adalah saat ayam berumur 8 bulan. Produksi ternak ayam arabpetelur rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan ayam biasa.

5. Pengendalian Penyakit Ternak

Selain memerhatikan soal produksi dan reproduksi ayam arab, Anda juga harus mampu melakukan pengendalian penyakit ternak. Memang, ayam arab memiliki daya tahan terhadap penyakit yang lebih baik dibandingkan dengan ayam jenis buras lainnya. Hanya saja, bukan berarti bahwa ayam arab tidak bisa terserang penyakit. Sekedar pengetahuan, penyakit yang seringkali menyerang ayam ini adalah pesau sampar dan Newcasteldesease (ND). Penyakit ayam ini disebabkan oleh virus dan hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Jika Anda tidak ingin usaha ternak ayam arabyang dijalani mengalami kerugian, maka pencegahan penyakit dengan vaksinasi secara teratur adalah hal yang harus dilakukan.

Demikianlah beberapa hal penting yang harus Anda lakukan sebelum memulai usaha ternak ayam arab. Dengan adanya ulasan kali ini, semoga bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai referensi untuk Anda yang ingin memulai berbisnis.

Mengintip Bisnis Ternak Ayam Arab

Mengintip Bisnis Ternak Ayam Arab

Ternak Ayam Arab – Memiliki bisnis sendiri adalah keinginan banyak orang. Dengan berbisnis, orang bisa lebih mandiri karena tak bergantung dengan gaji atasan. Terjun ke dunia bisnis bisa membuat orang mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Salah satu bisnis unik yang bisa dijalani yaitu ternak ayam Arab.

Jenis ayam Arab adalah hewan petelur yang unggul. Menurut penelitian, ayam ini bisa bertelur hingga 250 butir per tahunnya. Meskipun ayam ini petelur yang baik, ia hanya mengonsumsi sedikit makanan sehingga lebih hemat pengeluaran pakan ternak. Apalagi perawatan ayam ini tidak terlalu sulit. Tak heran jika bisnis ini menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Tips Mendirikan Bisnis Ternak Ayam Arab

ayam anakan
Anak AYam

1. Memiliki Modal

Ternak ayam Arab membutuhkan modal. Modal pertama yang harus dimiliki adalah uang yang cukup. Dana yang dimiliki sebaiknya minimal disesuaikan dengan dana membangun bisnis ayam. Selain modal uang, lahan, karyawan, dan ayam Arab. Setelah memiliki uang, Anda bisa membeli lahan dan ayam. Apabila sudah ada lahan yang tersedia, pengeluaran bisa dihemat. Sebab, menyewa atau membeli lahan untuk bisnis ayam ini cukup menguras uang.

Uang untuk membayar karyawan juga perlu diperhitungkan. Sebab, tak mungkin Anda bisa melakukan seluruh kegiatan mulai dari produksi hingga promosi sendirian jika peternakan yang dimiliki cukup besar, Dengan memiliki tenaga kerja di peternakan Anda, Anda bisa fokus pada proses promosi dan permodalan.

2. Mengetahui Teknik Budidaya Ayam

Bisnis ternak ayam Arab tak hanya memerlukan dana saja, dibutuhkan pengetahuan mengenai teknik atau cara budidaya yang benar. Calon peternak harus mengetahui bahwa ada 2 jenis ayam Arab yaitu gold dan silver. Anda harus memilih ayam yang mana yang akan dibudidayakan. Selain mengetahui jenis-jenisnya, calon peternak juga wajib hukumnya memahami teknik budidaya. Pebisnis ayam ternak yang baik tak hanya bisa membayar pegawai untuk memelihara dan mengawinkannya. Ia juga harus  tahu secara detail mengenai cara merawatnya dengan baik. Apabila masih awam dengan hal ini, lakukan riset di internet dan jika diperlukan belilah buku tentang budidaya hewan ternak khususnya ayam Arab.

3. Menentukan dan Mencari Target Pasar

Setelah mengetahui teknik dan memiliki cukup modal, saatnya Anda menentukan dan mencari pembeli. Inilah salah satu tantangan para pebisnis hewan ternak. Mencari pembeli tetap tidaklah semudah yang dibayangkan. Anda harus pintar bernegosiasi agar mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Untuk memperluas bisnis ternak ayam Arab ini, pasanglah iklan baik dengan pamflet atau via media sosial. Pembuatan blog atau akun-akun di sosial media juga bisa mempromosikan usaha Anda pada khalayak ramai. Apabila ingin promosi secara langsung, Anda bisa mendatangi restoran-restoran terkenal di kota Anda yang kira-kira membutuhkan pasokan ayam Arab.

4. Pembuatan Kandang

ayam
Kandang

Kandang ayam haruslah nyaman agar ayam Arab menghasilkan telur yang berkualitas. Pembuatan kandang yang baik adalah yang disesuaikan dengan kebutuhan yaitu dengan menyesuaikannya dengan umur ayam Arab. Untuk anak ayam Arab sebaiknya memiliki penerangan kandang yang berbeda dengan induk ayam. Ini dikarenakan anak ayam membutuhkan kehangatan yang lebih dibandingkan induk. Selain itu, kandang ayam juga harus mendapatkan sinar matahari yang cukup. Sinar matahari bisa membunuh bakteri yang ada pada kotoran ayam. Kandang yang bersih dan sesuai standar akan menghasilkan ayam yang sehat juga. Kandang ayam seharusnya jauh dari pemukiman atau rumah. Ini dilakukan demi kesehatan Anda dan keluarga. Tak hanya sinar matahari yang cukup, udara yang segar juga dibutuhkan oleh ayam-ayam ini.

5. Pakan Terak yang Berkualitas

Ternak ayam Arab takkan berhasil tanpa pakan ternak yang baik. Salah satu tantangan calon pebisnis ayam adalah memperoleh bisnis yang maksimal dengan modal minimal. Membeli pakan ternak membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Nah, di sini Anda harus pintar memilih pakan yang murah namun tidak murahan. Meskipun murah, namun mutu pakan haruslah dijaga. Belilah pakan yang berkualitas dengan harga terjangkau. Pakan yang bergizi tinggi dibutuhkan agar ayam bisa tumbuh sehat dan menghasilkan telur-telur yang banyak. Ayam jenis ini biasanya diberi makan 2 kali sehari di setiap pagi dan sore hari.

6. Vaksinasi Teratur

Usaha ternak ayam Arab ini akan memproduksi ayam yang sehat jika kesehatan kandang dan ayam terjaga. Agar ayam terbebas dari segala penyakit, perlu diberikan vaksinasi secara teratur. Ada banyak metode vaksin diantaranya melalui suntikan, air minum, dan tetes mata. Pemilihan jenis vaksinasi ini disesuaikan oleh kebutuhan dan kondisi dari ayam yang dimiliki. Lakukan vaksinasi ini secara atur supaya kondisi hewan ternak tetap fit dan sehat.

7. Memahami Ilmu Bisnis

Agar bisnis maju, teknik dalam dunia bisnis harus dikuasai. Jika background Anda bukan dari jurusan Bisnis atau Managemen, tak perlu berkecil karena hati. Semua orang bisa mempelajari ilmu ini dari nol. Dengan kegigihan dan kesabaran, ilmu bisnis ternak ayam bisa Anda kuasai. Jangan takut untuk rugi ketika pertama kali merintis usaha bisnis ini. Dari kegagalan Anda akan belajar. Bagi orang yang hanya lulus SMP, bukan tidak mungkin memiliki usaha ternak ayam Arab yang besar.

8. Perkiraan Hasil

Hasil memang terkadang tak sesuai dengan yang diperkirakan. Namun, memperkirakan hasil yang nantinya akan diperoleh adalah hal yang perlu dilakukan. Ada yang bisa menghasilkan ribuan telur per bulannya. Jika ingin menghasilkan telur yang banyak, maka bisa memperkirakan berapa jumlah ayam yang harus dimiliki. Anda juga harus memperkirakan berapa ayam yang akan dijual dan berapa yang akan tetap berada di kandang untuk ditetaskan. Bisnis ternak ayam Arab memang mengasyikkan. Anda harus bisa memperkirakan hasil agar persiapannya lebih matang.

9. Inovasi Ayam Arab: Persilangan

Inovasi harus dikembangkan pada usaha ternak ayam Arab. Usaha ternak ini cukup unik karena kebanyakan para peternak mengembangkan usahanya pada ayam buras. Jika memilih ternak ayam dari Arab, lakukanlah inovasi. Salah satunya yaitu dengan melakukan persilangan dengan ayam buras. Konon, hasil telur yang dihasilkan lebih bagus. Tak sedikit yang meminta untuk mendapatkan telur hasil persilangan ayam Arab ini. Meskipun telah melakukan persilangan, Anda juga harus mempertahankan kualitas dari telur ayam Arab yang tak disilangkan.

Usaha ayam ini bisa menjadi usaha ternak yang menguntungkan. Pertama-tama mungkin banyak hal yang dilakukan mulai dari mengeluarkan modal yang tak sedikit, mempekerjakan karyawan, hingga promosi langsung ke beberapa pembeli. Tugas yang cukup melelahkan ini akan terbayarkan jika usaha Anda telah berjalan.

Usaha ternak ayam Arab ini bisa jadi pilihan bagi Anda yang ingin memulai masuk ke dunia bisnis. Telur ayam ini sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Bahkan, jika dikonsumsi orang dewasa akan memberikan stamina yang tinggi. Tak perlu ragu untuk gagal karena inti dari bisnis adalah berani mengambil resiko yang cukup besar dengan pemikiran yang matang.