Tips Memulai Usaha Ternak Ayam Boiler

Tips Memulai Usaha Ternak Ayam Boiler

Ternak Ayam Broiler Beternak ayam menjadi salah satu jenis usaha yang memiliki prospek cerah. Usaha ini tidak membutuhkan modal yang besar. Hanya dengan modal satu juta rupiah saja, Anda bisa menjalankan usaha ini. Ada beberapa jenis ayam yang sangat potensial untuk diternakkan, yaitu ayam petelur dan ayam pedaging (broiler). Pada ulasan kali ini, akan dibahas secara lengkap bagaimana cara mudah memulai usaha ternak ayam broiler. Ternak ayam pedaging cenderung lebih mudah dibandingkan dengan ternak ayam jenis lainnya. Mari saja langsung simak ulasannya berikut ini.

Tips Mudah Ternak Ayam Broiler

Ayam
Ternak Ayam Bolier

Untuk Anda yang masih belum mantap menjalankan bisnis ini, ada beberapa alasan penting yang mungkin akan mampu menguatkan niat Anda. Pertama, daging ayam menjadi salah satu bahan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat. Ada banyak olahan makanan yang terbuat dari bahan dasar daging ayam. Permintaan akan daging ayam pun selalu tinggi. Inilah yang menjadi alasan utama mengapa Anda harus memulai bisnis ternak ayam broiler. Lalu, alasan kedua, modal untuk memuali usaha ini tidak harus banyak. Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, Anda cukup menyediakan modal uang sebesar Rp 1 juta saja untuk memulai usaha ini.

Setelah Anda memantapkan niat untuk mulai usaha ternak ayam broiler, selanjutnya simak tips-tips berikut ini agar usaha Anda berjalan dengan lancar. Pahami tiap poin-poinnya. Inilah tips mudah memulai bisnis ternak ayam pedaging.

1. Rencanakan Anggaran untuk Memulai Usaha

Seperti yang telah dijelaskan di atas, anggaran untuk memulai usaha ini tidak banyak. Hanya dengan budget sekitar Rp 1 jutaan saja, Anda bisa mulai menjalankan usaha ini. Contoh rincian anggaran untuk usaha ternak ayam broiler adalah sebagai berikut. Pertama, persiapkan modal tetap untuk memulai usaha ini. Anda membutuhkan kandang untuk ternak ayam. Anggaran yang harus Anda siapkan adalah lima buah kandang ayam dengan ukuran 3×3 m dengan biaya Rp 300.000,00. Siapkan juga 10 buah tempat makan dan 10 buah tempat minum dengan anggaran Rp 100.000,00. Untuk penerangan, gunakan 4 buah lampu bohlam dengan anggaran Rp 20.000,00. Jumlah anggaran untuk model tetap sebanyak Rp 420.000,00.

Kedua, ada modal yang terhitung sebagai modal tidak tetap untuk ternak ayam broiler. Yang termasuk modal tidak tetap adalah bibit ayam broiler, pakan, dan obat-obatan. Berikut adalah rinciannya. Untuk usaha awal, Anda membutuhkan setidaknya 200 ekor bibit ayam dengan harga sekitar Rp 100.000,00. Pakan ayam sebanyak 5 karung konsentrat dengan harga Rp 625.000,00. Obat-obatan dan vitamin ayam sebesar Rp 100.000,00. Terakhir, biaya listrik sebesar Rp 25.000,00. Jumlah anggaran modal tidak tetap adalah Rp 850.000,00. Jadi, jika dijumlah, anggaran modal awal yang perlu Anda siapkan adalah Rp 1.270.000,00 saja.

2. Memilih Bibit Ayam Broiler Terbaik

Bibit ayam broiler yang akan Anda ternakkan haruslah bibit yang terbaik. Bibit ayam yang berkualitas adalah bibit ayam yang sehat dan tidak terdapat cacar di bagian tubuh mana pun. Bibit ayam yang unggul memiliki pergerakan yang aktif dan terlihat lincah. Untuk langkah awal memulai usaha ternak ayam broiler, Anda cukup membeli 100 ekor bibit ayam untuk diternakkan menjadi ayam pedaging yang berkualitas.

3. Membuat Kandang Ayam

Persiapan kedua untuk mulai bisnis ternak ayam broiler adalah mulai untuk membuat kandang. Tak perlu ribet dalam mempersiapkan kandang ayam pedaging. Untuk tahap awal, Anda bisa memakai lahan kosong di samping rumah Anda. siapkan kandang berukuran 3 x 3 m sebanyak lima buah. Kandang yang ideal harus memiliki pencahayaan yang baik. Sirkulasi udara dan cahaya harus lancar. Pencahayaan, baik dari sinar matahari maupun lampu, sangat dibutuhkan. Sirkulasi angin dalam kandang juga harus diperhatikan.

Jika Anda masih bingung terkait kandang ayam pedaging, Anda bisa berkonsultasi dengan mereka yang lebih ahli. Orang yang berpengalaman di bidang ternak ayam broiler akan mampu memberikan alternatif-alternatif tertentu jika terjadi kebuntuan.

Saat kandang sudah siap digunakan, pasang berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk menyambut DOC ayam broiler. Peralatan yang penting di antaranya adalah penghangat, sekat-sekat, dan litter. Peralatan makan dan minum juga harus diperhatikan. Pada 14 hari pertama, perawatan pada ayam-ayam ini harus lebih intensif. Jika pada masa 14 hari pertama ada anak ayam yang bergerombol, itu berarti suhu ruangan tidak cukup hangat. Jika anak-anak ayam mulai menyebar, itu berarti suhu ruangan terlalu panas. Suhu kandang harus selalu hangat sehingga anak ayam bisa berkembang dengan baik.

Pada tahap selanjutnya, perhatikan kondisi kebersihan kandang. Kandang yang terlalu kotor akan membuat pertumbuhan ayam broiler menjadi terganggu. Kandang sebaiknya dibersihkan setiap pagi dan sore hari.

4. Proses Pemberian Pakan dan Minum

beras merah pakan ayam

Proses pemberian pakan dan minum harus secara libitum. Akan tetapi, pemberian jumlah pakan juga harus disesuaikan dengan umur ayam. Jangan terlalu banyak, jangan terlalu sedikit juga. Intensitas pemberian pakan setiap harinya adalah tiga kali per hari. Agar proses pemberian pakan ini lebih terstruktur, ada baiknya Anda mencatat jumlah pakan yang telah diberikan. Hal ini untuk lebih memudahkan Anda dalam mengontrol berapa jumlah pakan ayam yang sudah diberikan.

5. Proses Pemeliharaan Kesehatan

Ayam juga membutuhkan vitamin atau antibiotik untuk mendukung perkembangannya. Untuk Anda yang sedang memulai usaha ternak ayam pedaging, ada baiknya untuk memberikan vaksin pada 14 hari pertama pemeliharaan ayam. Vaksinasi ini dilakukan untuk mencegah ayam terjangkit penyakit ND atau New Castle Disease dan juga penyakit gumboro. Setelah vaksinasi, Anda hanya perlu mengontrol kesehatan ayam secara rutin setiap minggunya.

6. Penimbangan Berat Badan

Bisnis ternak ayam pedaging yang diambil adalah dagingnya. Untuk itu, harus dilakukan penimbangan bobot ayam. Satu minggu sekali harus ada jadwal penimbangan bobot ayam. Setelah itu, hitung rata-rata penimbangan. Pastikan ayam-ayam yang Anda rawat memiliki perkembangan yang baik.

7. Lakukan Pencatatan

Pencatatan harus dilakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan pasti dari bibit-bibit ayam pedaging. Data-data yang perlu dicatat adalah jumlah ayam, konsumsi pakan yang telah diberikan dan sisa pakannya, pemberian vaksinasi, pemberian vitamin, dan terakhir adalah penimbangan.

Bisnis usaha ternak ayam broiler bisa dipanen setelah ayam berumur 35 hari sampai dengan 42 hari. Dari modal awal hanya sekitar Rp 1 jutaan, Anda bisa mendapatkan keuntungan berlipat ganda. Bisnis ini bisa digolongkan sebagai bisnis yang sangat menjanjikan.

Demikian adalah sedikit tips sukses mengenai bagaimana cara mudah ternak ayam broiler. Bisnis yang cukup menjanjikan ini bisa dijadikan usaha sampingan Anda. Usaha ini juga bisa dijadikan sebagai pilihan lain bagi Anda yang sudah bosan menjadi pegawai. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Nantikan informasi penting dan menarik lainnya hanya di situs ini.

Peluang Usaha Budidaya Ayam Petelur yang Cukup Menjanjikan

Peluang Usaha Budidaya Ayam Petelur yang Cukup Menjanjikan

Budidaya Ayam Petelur – Telur ayam menjadi salah satu bahan makanan yang dibutuhkan oleh banyak orang. Bahan makanan yang satu ini kaya protein, memiliki rasa yang lezat, dan juga mudah diolah. Saat sedang lapar-laparnya, Anda bisa tinggal menggoreng atau merebus telur. Jika ada waktu senggang, Anda bisa mengolah telur menjadi berbagai jenis makanan yang lezat. Pada intinya, permintaan telur dari konsumen akan selalu tinggi. Ini menjadi peluang usaha budidaya ayam petelur yang tepat. Prospek usaha ini cukup baik. Apakah Anda punya keinginan untuk beternak ayam penghasil telur ini? Jika iya, ikuti pembahasan menarik berikut ini.

Tidak ada salahnya menjadi peternak ayam. Pekerjaan ini memang bukan pekerjaan yang bergengsi. Anda tidak perlu memakai jas, dasi, atau sepatu yang mewah. Akan tetapi, pekerjaan ini mampu menghasilkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah jika Anda menjalaninya dengan telaten. Oleh karena itu, Anda tidak perlu merasa malu dengan pekerjaan ini. Meskipun tidak berpakaian mewah layaknya pekerja kantoran, usaha budidaya ayam petelur mampu menghasilkan keuntungan yang melebihi gaji karyawan. Terlebih lagi, dengan menjadi pengusaha, Anda tidak akan tertekan dengan bos Anda. Dalam usaha ini, Anda lah yang menjadi bosnya. Langsung saja simak tips mudah ternak ayam penghasil telur berikut ini.

Cara Mudah Memulai Budidaya Ayam Petelur

gambar telur ayam
telur ayam

Tidak susah untuk memulai bisnis budidaya ayam petelur. Untuk tahap awal, Anda hanya butuh mental sekuat baja dan niat yang kuat. Tak perlu menyiapkan modal uang puluhan juta. Cukup dengan modal uang seadanya, Anda bisa mulai membeli bibit ayam petelur dan mulai beternak ayam petelur. Untuk masalah kandang, tak perlu membuat kandang yang besar, cukup manfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah Anda. Mulailah bisnis ternak ayam ini dari bawah. Setelah bisnis mulai berkembang, Anda bisa memperbesar usaha Anda ke tahap yang lebih tinggi lagi. Poin pentingnya adalah mulailah dari yang kecil terlebih dahulu, lalu rawat agar menjadi besar. Simak tips-tips usaha ayam petelur berikut ini.

1. Pemilihan Bibit Ayam

Bibit budidaya ayam petelur terdiri dari dua jenis. Jenis ayam yang pertama adalah ayam leghorn atau yang sering disebut dengan ayam petelur putih. Seperti namanya, ayam ini memiliki bulu berwarna putih. Badan ayam leghorn tidak begitu besar dengan mata yang bersinar. Ayam ini banyak ditemui di berbagai penjuru Indonesia. Ayam jenis ini paling komersial dan banyak dicari oleh para peternak ayam petelur. Ayam ini bisa bertelur sekitar 260 telur per tahun. Ayam jenis ini memang diarahkan hanya untuk bertelur saja.

Kekurangan dari ayam petelur ringan adalah bentuk tubuhnya yang tidak terlalu besar membuatnya cukup sensitif dengan cuaca panas. Ayam ini juga sensitif dengan keributan karena mudah kaget dan stress. Jika ayam sudah stress, produksi telurnya pun akan menurun.

Jenis ayam yang kedua adalah ayam petelur medium. Ayam ini memiliki bobot tubuh yang berat. Bulunya berwarna coklat. Ayam ini disebut ayam petelur medium karena bobotnya yang cukup berat hampir mirip ayam broiler, tetapi tidak segemuk ayam broiler. Setelah masa keemasan ayam dalam bertelur pudar, ayam ini bisa dipotong untuk diambil dagingnya. Ayam ini mampu menghasilkan telur yang cukup banyak. Selain itu, ayam ini juga memiliki rasa daging yang enak.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada dua jenis bibit untuk budidaya ayam petelur, Anda bisa memilih salah satu dari di antaranya yang menurut Anda paling mudah untuk dibudidayakan. Untuk Anda yang fokus dengan kualitas telur ayamnya saja, Anda bisa memilih bibit ayam leghorn. Untuk Anda yang ingin mengambil untung dari telur dan dagingnya, ayam jenis medium menjadi pilihan terbaik.

2. Kandang

Kandang menjadi hal yang penting yang harus diperhatikan dalam budidaya ayam petelur. Seperti yang telah dijelaskan di atas, pada tahap awal memulai usaha ini, Anda bisa memanfaatkan lahan sekitar rumah Anda sebagai lokasi untuk membuat kandang. Akan tetapi, jika bisnis Anda sudah mulai berkembang dengan jumlah ayam yang dipelihara sudah banyak, Anda perlu memindahkan kandang ayam ke tempat yang semestinya. Hal ini demi kebaikan Anda dan usaha yang sedang Anda jalani.

Lokasi yang tepat untuk membuat kandang ayam adalah yang jauh dari permukiman. Seperti yang telah dijelaskan di atas, ada salah satu jenis ayam yang sensitif dengan keributan. Supaya ayam tidak mudah stress, sebaiknya lokasi kandang memang jauh dari permukiman. Selain menjaga ayam agar tidak stress, lokasi yang jauh dari permukiman juga dapat menghindarkan Anda dari protes warga sekitar. Kandang ayam pada umumnya berbau tidak sedap. Jika kandang dibuat di dekat permukiman, warga tentu akan protes.

Ada beberapa jenis kandang yang bisa Anda pilih. Dari bentuknya, ada kandang koloni yang mana satu kandang bisa untuk ratusan ayam. Ada juga kandang individual yang mana kandang ini berbentuk petak-petak, satu ayam satu kandang. Untuk budidaya ayam petelur yang komersial, kandang jenis individual lebih banyak dipakai.

Di dalam kandang, ada peralatan khusus yang harus diperlukan untuk menjaga perkembangan ayam. Peralatan tersebut di antaranya adalah alas lantai, tempat bertelur, tempat istirahat, dan tempat untuk menaruh pakan ayam. Untuk pembuatan kandang, jika Anda memang belum begitu mengerti, sebaiknya konsultasikan kepada orang yang telah berpengalaman agar usaha budidaya ayam petelur bisa sukses.

3. Pemberian Pakan

gabah
makanan ayam

Agar budidaya ayam petelur mampu menghasilkan telur yang banyak, Anda harus memberikan pakan ayam yang bergizi. Pemberian pakan juga harus disesuaikan dengan umurnya. Beberapa jenis pakan ayam yang umum dipakai untuk ayam petelur adalah tepung, pellet, konsentrat, crumble, dan lain sebagainya. Berikut ulasan lengkap pemberian pakan ayam sesuai dengan umurnya,

Untuk ayam usia 0 – 5 minggu, gunakan pakan pre-starter. Lalu, untuk ayam berusia 6 – 10 minggu, berikan pakan starter. Pada usia ayam menginjak 11 minggu sampai bertelur, berikan pakan ayam growe. Untuk ayam yang sudah dewasa dan sudah bertelur selama beberapa kali, gunakan pakan jenis laying phase. Dengan pemberian pakan seperti ini, ayam-ayam akan tumbuh dan bertelur dengan baik.

4. Mulailah Merawat Ayam dengan Baik

Merawat ayam juga harus dilakukan secara telaten. Perawatan harian yang perlu Anda lakukan adalah pemberian pakan secara rutin selama tiga kali sehari. Setelah itu, kebersihan kandang juga harus selalu diperhatikan. Kandang yang kotor akan membuat ayam rentan terserang berbagai penyakit. Untuk itu, bersihkan kandang setiap pagi dan sore hari. Setiap 3 bulan sekali, berilah ayam Anda penambah vitamin dan nutrisi.

Demikian adalah tips mudah untuk memulai budidaya ayam petelur. Tidak perlu ragu untuk memulai usaha ini. Meskipun sering disepelekan, usaha ini mampu memberikan keuntungan yang besar untuk Anda. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Nantikan informasi penting lainnya hanya di situs ini.

Bagaimana Membedakan Pakan Ayam Petelur yang Baik dan Buruk?

Bagaimana Membedakan Pakan Ayam Petelur yang Baik dan Buruk?

Pakan Ayam Petelur – Jenis ayam yang banyak dibudidayakan para pebisnis adalah ayam petelur. Tak heran jika banyak pengusaha yang mencari tahu yang mana pakan ayam petelurdan buruk. Karena pakan ayam sangat mempengaruhi kualitas dari telur yang dihasilkan. Semakin bagus pakannya maka semakin baik pula telurnya. Sekedar informasi, ayam petelur pada dasarnya adalah ayam-ayam betina yang sudah dewasa dan sengaja dipelihara secara khusus untuk diambil telurnya.

Awalnya ayam petelur atau juga dikenal dengan nama ayam unggas ini diambil dari ayam hutan yang kemudian ditangkap dan dipelihara agar bisa diambil telurnya. Ayam petelur yang pertama kali diperkenalkan adalah ayam whiteleghorn. Setelah ayam petelur populer, barulah adapeternakan khusus untuk ayam broiler yang memang sengaja diambil dagingnya saat panen.

Mulai dari sinilah masyarakat menyadari bahwa setiap ras ayam tidaklah sama. Ada yang memang diklasifikasikan sebagai petelur yang baik dan adapula ayam yang diklasifikasikan sebagai ayam pedaging yang baik. Sentra peternakan ayam petelur memang banyak dikembangkan di berbagai negara tak terkecuali Indonesia.

Tips Memberi Pakan Ayam Petelur yang Baik

Tepung
Makanan Ayam

Pada dasarnya, ayam petelur dibagi menjadi dua jenis yakni ayam petelur ringan dan ayam petelur medium. Ayam petelur ringan dikenal dengan ayam petelur putih yang memiliki tubuh kurus dan berbulu putih. Ayam petelur ringan ini adalah famili dari whiteleghorn.

Sementara ayam petelur medium adalah ayam petelur yang memiliki bobot tubuh cukup berat. Walaupun demikian, ayam ini tidak lebih besar dari ayam pedaging. Seperti yang sempat disinggung, pakan sangat berperan penting dalam ternak ayam petelur agar menghasilkan telur yang bagus dan berkualitas. Oleh karena itu, berikut ini akan diulas tips dalam memberi pakan ayam petelur yang baik agar menghasilkan telur yang berkualitas.

1. Waktu pemberian pakan

Tips memberi pakan ayam petelur yang pertama adalah berikan pakan sesuai dengan usia ayam. Selain memilih pakan yang bernutrisi seimbang, ayam petelur harus diberikan pakan berdasarkan usianya. Karena ayam yang baru berusia tiga minggu tidak akan sama pakannya dengan ayam yang sudah berusia 10 minggu bahkan lebih.

Untuk ayam yang baru berusia tiga minggu pertama, Anda bisa memberikannya pakan ayam level “starte” yang bisa dibeli dengan mudah di toko pakan ternak. Ayam yang sudah berumur 4 minggu hingga 10 minggu selanjutnya diberi pakan “grower”.

Kemudian pada umur 10 minggu sampai dengan 20 minggu, maka ayam petelur akan diberikan pakan “developer”. Selanjutnya, di umurnya yang sudah melewati angka 20 minggu maka ayam akan diberi pakan dengan level “layingmash”. Hal ini dilakukan agar ayam petelur mampu menghasilkan telur dengan kualitas yang baik.

2. Jangan asal memberi pakan

Banyak orang yang mengira bahwa semua ayam pada dasarnya bisa memakan apapun dengan asal-asalan. Padahal, pakan ayam petelur harus khusus dan tidak boleh sembarangan karena akan berdampak secara langsung pada telur yang dihasilkan. Selain jenis pakan yang di ulas di atas, sebaiknya jangan diberikan pada ayam petelur.

Karena menu pakan mulai dari starter hingga layingmash memang dirancang dan diformulasikan secara khusus sebagai pakan ternak ayam petelur yang baik. Jika ditambah dengan makanan lainnya, ayam petelur biasanya tidak akan mengkonsumsi makanan pokok yang diberikan tadi. Dengan begitu, gizi yang harusnya terpenuhi agar mampu menghasilkan telur yang baik jadi berkurang. Jadi, jangan heran jika nantinya ayam ternak petelur Anda akan kekurangan gizi dan mengalami penurunan produksi telur dan mati.

3. Jangan satukan dengan ayam jantan

Tips selanjutnya adalah jangan menyatukan antara ayam jantan dengan ayam petelur dalam pemberian pakan ayam petelur. Pasalnya, kehadiran ayam jantan akan mengurangi jumlah pakan yang harusnya dikonsumsi oleh ayam petelur. Memisahkan antara ayam jantan dengan ayam petelur tentunya akan membantu ayam petelur untuk memakan pakannya dengan baik dan bisa menghasilkan telur yang berkualitas.

Apabila Anda memeli ayam petelur dalam bentuk telur, tentunya akan sangat sulit untuk membedakan mana ayam petelur dan mana ayam jantan bukan? Karena ayam jantan akan diketahui setelah usianya mencapai 6 minggu. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda membeli anak ayam petelur yang baru saja dientaskan agar tidak tercampur dengan ayam jantan.

4. Kualitas Pakan ayam

MAkanan AYam
Pakan AYam

Pada dasarnya, kualitas pakan ayam petelur dibedakan menjadi dua bagian yakni fase starter saat ayam berumur 0 sampai dengan 4 minggu. Lalu fase finisher saat ayam berumur 4 sampai dengan 6 minggu. Dalam pakan telur setidaknya terdapat kualitas zat gizi protein sebesar 22 sampai dengan 24 persen. Selain itu, adapula serat kasar sebesar 4%, lemak sebesar 2,5%, Phospor (P) sebesar 0,7-0,9%, Kalsium (Ca) 1%, dan Mesebanyak 2800-3500 Kcal.

5. Kuantitas Pakan Ayam Starter

Selain memperhatikan masalah kualitas pakan ayam petelur, kuantitas pakan ayam juga harus diperhatikan. Dalam kuantitas pakan, dibagi menjadi 4 golongan yakni pada minggu pertama di umur 1 sampai dengan 7 hari dengan pemberian pakan 17 gram perhari per ekor, golongan kedua ada pada minggu kedua dengan umur 8 sampai dengan 14 hari dengan pemberian pakan 43 gram per hari per ekor, golongan ketiga adalah minggu ke-3 pada umur 15 sampai dengan 21 hari dengan kuantitas pakan 66 gram per hari per ekor.

Dan kuantitas pakan ayam petelur starter terakhir adalah minggu ke empat dengan umur 22 sampai dengan 29 hari dan pemberian pakan sebanyak 91 gram per hari per ekor. Setelah diakumulasikan, bisa diketahui bahwa jumlah pakan ayam petelur yang dibutuhkan setiap ekornya sampai dengan 4 minggu perawatan adalah 1.520 gram.

6. Kuantitas Pakan Ayam Finisher

Sama dengan pakan ayam starter, kuantitas pakan ayam finisher juga dibedakan menjadi empat golongan. Golongan pertama ada pada minggu ke lima saat ayam berumur 30 sampai dengan 36 har. Pemberian pakan pada golongan pertama adalah 111 gram per hari per ekor. Golongan kedua adalah minggu ke-6 saat umur 37 sampai 43 hari dengan kuantitas pemberian pakan 129 gram per hari per ekor.

Golongan ketiga adalahminggu ke-7 saat umur 44 sampai 50 hari dengan pemberian pakan sebanyak 146 gram per hari per ekor. Dan golongan yang keempat adalah minggu ke-8 saat umur 51 sampai dengan 57 hari dengan kuantitas sebanyak 161 gram per hari per ekor. Setelah diakumulasikan, total pakan ayam petelur per ekor saat umumnya 30 sampai dengan 57 hari adalah sebesar 3.829 gram.

Demikianlah ulasan mengenai tips dalam memberikan pakan ayam petelur. Selain memerhatikan pakan, Anda juga harus memberikan perhatian khusus pada kuantitas dan kualitas minum yang diberikan pada ayam. Dengan begitu, ayam dapat memproduksi telur yang berkualitas.

Tips Sukses Menjalankan Bisnis Ternak Ayam Potong

Tips Sukses Menjalankan Bisnis Ternak Ayam Potong

Ternak Ayam Potong – Semua bisnis tentunya harus dimulai dari memperbanyak pengetahuan dan informasi terkait dengan usaha yang akan dijalani. Termasuk bisnis ternak ayam potong. Seperti yang diketahui, kebutuhan masyarakat terkait ayam potong memang selalu tinggi setiap harinya.

Apalagi saat hari-hari libur nasional seperti lebaran, imlek, tahun baru dan lain sebagainya maka permintaan masyarakat untuk ayam potong semakin meningkat. Tak heran jika usaha ayam potong ini menjadi ladang berbisnis yang akan sangat menguntungkan. Meskipun permintaan di pasar tinggi, jika tidak memahami manajemen pasar tentunya Anda akan ketinggalan dengan pebisnis lain yang sudah lebih dulu berbisnis ternak ayam ini. Hal inilah yang membuat Anda harus belajar dan memahami tips jitu dalam berbisnis ternak ayam agar berhasil.

Tips Bisnis Ternak Ayam Potong Agar Berhasil

Ayam Boiler
Kandang Ayam Boiler

Bisnis ternak ayam potong juga dikenal dengan sebutan ayam broiler merupakan salah satu bisnis yang sudah lama di Indonesia. Di pasaran, kebutuhan masyarakat akan ayam potong semakin meningkat tapi sayangnya tidak diimbangi dengan jumlah pebisnis ternak ayam yang bertambah. Hal inilah yang bisa dijadikan sebagai peluang besar Anda untuk memulai bisnis ini. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan oleh Anda para pemula yang hendak menjalankan bisnis ayam broiler.

1. Memahami ternak ayam broiler

Tips pertama dalam memulai bisnis ini adalah Anda pahami dulu tentang ternak ayam broiler. Pelajari tentang ayam broiler dan bagaimana cara merawatnya. Hal ini bisa dipelajari dari buku tentang ternak ayam broiler atau melihatnya langsung dari pebisnis yang sudah lebih dulu sukses di bidang ternak ayam ini. Tidak mungkin Anda akan memulai usaha ternak jika buta tentang ayam broiler bukan? Oleh karena itu, perlajari tentang ternak ayam potong mulai bagaimana caranya membuat kandang ternak yang ideal sesuai dengan kebutuhan ayam broiler, seberapa besar pencahayaan dan kebutuhan angin yang dibutuhkan ayam potong, suhu kandang, dan lain sebagainya. Perlu diingat bahwa baik buruknya kandang sangat berpengaruh terhadap kemampuan ayam untuk bisa bertahan hidup. Jadi jangan sampai Anda salah membuat kandang dan justru membuat ayam peliharaan mati.

Selain memerhatikan masalah kandang, Anda perhatikan pula kebutuhan listrik dan airnya. Jangan membuat kandang yang jauh dari sumber listrik dan air karena hal tersebut akan menyulitkan Anda dalam memelihara ayam potong. Setelah kandang sudah dirasa sesuai dengan kebutuhan ayam broiler, Anda persiapkan sekat, litter, penghangat, peralatan minum dan juga makan ayam.

2. Analisa modal

Tips kedua adalah menganalisa modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ternak ayam potong. Analisa modal usaha ini bisa Anda lihat di buku tentang ternak ayam broiler atau bertanya langsung dengan pebisnis ayam broiler yang sudah berhasil. Analisa modal ini diantaranya adalah biaya membeli 300 anak ayam broiler (sesuai kebutuhan dan dana), obat antibiotik, vitamin, pakan, pembuatan kandang, biaya listrik dan lain sebagainya.

3. Perawatan intensif

Perlu diingat bahwa dalam usaha ternak ayam potong Anda harus memberikan perhatian yang sangat intensif pada ayam-ayam selama 2 minggu pertama di masukkan dalam kandang. Pasalnya selama dua minggu tersebut, ayam-ayam masih harus menyesuaikan diri dengan kandang dan juga suhu tempat tinggalnya. Jika selama dua minggu ini tidak ada masalah dan ayam bisa hidup dengan baik maka setidaknya Anda sudah berhasil membuat kandang yang pas dan layak untuk ternak ayam broiler.

4. Lakukan vaksinasi

Ayam sedang divaksinasi
Vaksinasi Ayam Boiler

Tips ternak ayam potong selanjutnya adalah jangan pernah lupa untuk melakukan vaksinasi. Vaksinasi ini dilakukan agar ayam potong peliharaan Anda tidak terkena penyakit dan sehat hingga masa panen. Vaksin ini diberikan seminggu satu kali selama tiga minggu. Setelah berhasil melewati 2 minggu pertama, maka cara perawatan ayam potong akan lebih mudah karena Anda hanya perlu mengontrol ayam setidaknya 2 kali dalam sehari untuk kebutuhan pakan ayam. Selain itu, jangan lupa untuk memberikan vitamin dan juga antibiotik pada minuman ayam mulai dari hari ke lima hingga hari ke sepuluh sebelum panen. Dengan begitu, ayam akan sehat dan siap untuk dipanen.

5. Memahami harga pasar

Tips ternak ayam potongselanjutnya adalah memahami harga pasar. Sebelum menjualnya, Anda harus mengerti berapa harga pasaran untuk ayam broiler per kilogramnya. Hal ini dilakukan agar Anda bisa bersaing dengan pebisnis ayam broiler lainnya dengan sehat dan sesuai dengan harga pasar. Untuk bisa mengetahuinya, Anda bisa melakukan survey ke beberapa pasar atau minimarket yang menjual ayam potong. Lalu lihat perbandingan harga dan juga harga rata-ratanya untuk kemudian Anda menentukan berapa harga jual yang akan ditawarkan kepada pembeli. Selain itu, perlu diketahui bahwa harga ayam potong di hari biasa dengan hari libur nasional biasanya akan berbeda. Karena pada hari libur nasional, permintaan ayam broiler akan semakin meningkat sehingga harganya pun semakin naik. Pada hari libur nasional seperti lebaran, harga daging ayam melonjak menjadi Rp 40.000 per kilogram. Padahal jika dihitung, biaya produksi yang dikeluarkan hanya Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram.

Dari selisih harga jual dan biaya produksi tersebut saya yakin anda akan semakin tertarik untuk memulai usaha ternak ayam potong ini. Masalahnya, apakah anda sudah memahami seluk beluk bidang usaha budidaya ini? Jika niat anda hanya karena melihat sisi laba yang dapat diperoleh tanpa memahami sektor resiko sebaiknya urungkan saja niat tersebut. Resiko usaha ternak broiler sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari ayam petelur.

6. Usaha mandiri atau mitra?

Dalam melakukan bisnis ternak ayam potong, Anda akan diberikan pilihan apakah ingin melakukan usaha secara mandiri atau bermitra. Usaha ternak bermitra adalah Anda melakukan usaha budidaya ternak ayam bekerja sama dengan perusahaan broiler yang sudah besar. Dalam sistem ini, Anda sebagai pengusaha hanya memiliki kewajiban untuk menyediakan kandang ternak dengan skala yang sudah disesuaikan oleh perusahaan inti.

Selain itu, Anda juga akan merawat ayam sampai panen. Jika Anda melakukan mitra atau kerja sama, maka keuntungan yang diperoleh adalah Anda akan mendapatkan modal untuk membangun kandang dan juga memperoleh pendampingan terkait dengan cara merawat ayam. Meskipun demikian, kelemahan dari sistem ini adalah Anda tidak bisa dengan leluasa menentukan berapa harga jual yang ditawarkan. Karena harga jual ayam Anda tidak berdasarkan atas harga pasar melainkan harga kontrak pada perusahaan yang telah ditetapkan bersama.

Sementara usaha ternak ayam potong mandiri artinya adalah semua komponen yang berkaitan dengan budidaya ternak akan ditanggung modalnya oleh Anda. Dalam hal ini, Anda yang bertanggung jawab terhadap ternak mulai dari pembuatan kandang hingga panen dan pemasaran. Keuntungannya, Anda bisa mendapatkan keuntungan sesuai dengan harga pasar sepenuhnya. Kelemahannya tentu saja Anda harus menerima resiko apapun yang akan terjadi pada usaha ternak sepenuhnya.

Demikianlah informasi terkait dengan tips memulai bisnis ternak ayam potong. Dengan adanya ulasan ini, semoga menambah wawasan Anda terkait dengan bisnis ayam ternak ini.

Inilah 5 Tips dan Cara Cepat Sukses Berternak Ayam

Inilah 5 Tips dan Cara Cepat Sukses Berternak Ayam

Cara Sukses Ternak Ayam Sejak zaman primitif hingga saat ini, masih banyak orang yang memelihara binatang domestik seperti ayam untuk diambil manfaatnya baik dari daging maupun telurnya. Karena ternak ayam telah lama dilakukan, metode ilmiah maupun alami dalam beternak hewan ini juga turut berkembang. Terkait pembahasan mengenai beternak ayam, informasi berikut ini akan membahas lebih jauh mengenai hal tersebut.

Seperti yang telah kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu wilayah yang bisnis peternakan ayamnya berkembang dengan baik dan menghasilkan keuntungan yang cukup menjanjikan. Lalu, bagaimana cara ternak ayam yang baik agar dapat menguntungkan? Ada cara dan tips yang bisa dicoba untuk dilakukan bagi Anda yang ingin memulai untuk menjalankan usaha beternak ayam.

Tips dan Cara Sukses Ternak Ayam

gambar kandang ayam
cara mudah berternak ayam

1. Memilih jenis ayam untuk diternakkan

Terlepas dari ternak ayam sebagai bisnis utama ataupun bisnis sampingan, ketika memulai menjalankan usaha ini Anda harus menentukan terlebih dahulu apakah akan memelihara ayam kampung, potong, ataukah petelur. Mengapa? Masing-masing jenis ayam yang akan diternakkan pada dasarnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai contoh, dibandingkan ayam ras, ayam kampung memiliki keunggulan dari segi produk yang dihasilkan maupun harganya.

Hasil ternak ayam kampung yang dijual daging maupun telurnya akan memberikan harga yang lebih tinggi dibandingkan jenis ayam lainnya. Namun, keuntungan ini juga setimpal dengan perawatan atau pemeliharaannya yang lumayan sulit dibandingkan ayam ras.

Sebaliknya, ketika beternak ayam ras, Anda kemungkinan besar tidak akan merasa kesulitan khususnya dalam hal metode peternakannya yang insentif, yaitu dikandangkan setiap saat.

Namun, perlu disadari pula bahwa hasil yang didapatkan nantinya belum tentu sama atau lebih baik dari ayam kampung. Bahkan, pada kasus khusus, pelaku usaha ayam potong atau petelur harus memikirkan bagaimana nantinya saat menghadapi kenaikan harga pasar.

2. Mengetahui bibit ayam yang unggul dari jenis ayam yang dipilih

Ketika memulai ternak ayam, satu hal yang penting untuk diingat adalah bahwa bibit ayam yang dipilih juga turut memberikan pengaruh terhadap hasil yang akan didapatkan. Sebagai contoh, ketika memilih ayam negeri atau ras, biasanya para pemula ternak akan membeli ayam yang masih berumur sekian hari atau minggu untuk dipelihara dan dikembangkan. Sementara itu, mereka yang memulai usaha bisnis usaha ayam kampung dalam skala kecil maupun besar bisa mencoba beberapa cara pemerolehan bibit.

Cara yang dimaksud beberapa diantaranya adalah mendapatkan indukan ayam kampung yang nantinya telur dari induk tersebut ditetaskan secara alami maupun menggunakan mesin penetas. Dalam memilih induk ayam tersebut, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan.

Beberapa diantaranya adalah ayam dalam keadaan sehat alias tidak cacat, mampu berdiri tegap, pusar dalam keadaan terserap sempurna, serta kondisi mata dan bulu yang bersih, bersinar, dan mengkilap.

3. Menciptakan kandang yang cocok dengan jenis ayam yang dipelihara

Menentukan kandang yang sesuai untuk jenis ayam yang dipelihara juga merupakan poin penting yang harus Anda perhatikan dengan benar. Mengapa? Seperti jenis ayam yang berbeda, konstruksi kandang untuk masing-masing jenis ayam sedikit banyak juga berbeda.

Jika kandang dibuat tanpa memperhatikan hal tersebut, hasil dari ternak ayam tersebut nantinya tidak akan maksimal. Untuk ayam petelur misalnya, Anda bisa menciptakan kandang yang sesuai untuk jenis pemeliharaan ayam petelur. Biasanya kandang yang dibuat untuk jenis ayam ini dibuat secara bertingkat dan didesain sedemikian rupa untuk memudahkan dalam pengambilan telur.

Sementara itu, ayam kampung biasanya tidak memerlukan pengaturan kandang yang rumit seperti ayam petelur. Hal ini karena pada umumnya ayam kampung dipelihara dengan senatural mungkin. Jadi, kandang hanya merupakan tempat istirahat si ayam karena mereka bisa diumbar keluar kandang untuk mendapatkan makanan dari alam pula.

Hanya saja, baik ayam ras maupun ayam kampung harus memperhatikan lokasi yang tepat untuk penempatan kandang dimana lokasi tersebut harus setidaknya berjarak 5 meter dari pemukiman. Selain itu, kandang tempat ternak ayam juga harus berada di tempat yang cukup teduh namun tetap mendapatkan pasokan sinar matahari cukup serta sirkulasi udara dengan baik.

4. Pemberian pakan

makanan ayam
Tepung pollard

Dalam usaha ternak ayam, pakan yang diberikan untuk masing-masing jenis ayam cukup beragam. Anda bisa memilih jenis pakan yang paling sesuai untuk jenis ayam yang dipelihara. Sebagai contoh, untuk ayam kampung, Anda bisa memberikan campuran dedak atau jagung dengan sisa-sisa makanan seperti nasi, roti, dan sebagainya.

Selain memberikan pakan yang cukup dengan kebutuhan protein serta energi jenis ayam peliharaan, Anda juga perlu memberikan air minum yang sebelumnya dicampurkan dengan nutrisi vitamin dan antibiotik.

Pemberian pakan juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi sesuai dengan usia ayam tersebut. Sebagai contoh, untuk ayam yang berusia sekitar 1-4 minggu, nutrisi yang diperlukan perharinya mulai dari 7-47 gram.

Sedangkan, untuk ayam yang telah berusia 5-8 minggu, ayam bisa diberi makan sekitar 58-74 gram per hari. Jadi, ketika memutuskan untuk menjalani usaha ternak ayam, mau tidak mau Anda juga harus mengetahui seberapa asupan nutrisi yang tepat sesuai dengan umur ayam tersebut.

5. Pemeliharaan ayam dan kandangnya

Keberhasilan dalam beternak ayam juga dipengaruhi oleh bagaimana Anda memelihara ayam dan kandangnya. Bahkan, pemeliharaan bisa mempengaruhi hasil usaha hingga 40%-nya. Agar hasil ternak maksimal nantinya, berikut beberapa metode pemeliharaan ayam yang bisa diaplikasikan.

Metode yang pertama adalah metode peternakan ekstensif. Metode ini merupakan metode tradisional dimana pakan untuk ayam tidak terlalu dikontrol. Jadi, selain diberi makan, ayam bisa mencari makan sendiri saat diumbar. Metode yang disebut “membesarkan ayam dengan alam” ini biasa dilakukan pada pemeliharaan ayam kampung.

Sistem pemeliharaan lainnya adalah semi insentif. Pada metode ini, ayam diberikan kandang dan mendapat kontrol atas pakan maupun nutrisi untuk pencegahan penyakit. Walau begitu, ayam masih bisa diumbar karena pemilik bisa membuat pagar-pagar batas yang tidak bisa dilewati ayam peliharaan.

Pemeliharaan yang terakhir adalah dengan cara insentif, yaitu segala aspek yang berkaitan dengan ayam dikontrol dengan sangat ketat. Metode insentif ini pada dasarnya tidak hanya diaplikasikan pada ayam petelur, namun juga semua jenis ayam ketika mereka riskan terhadap penyakit.

Sementara itu, untuk pemeliharaan kandangnya, sebagai pemilik Anda harus secara berkala membersihkan kandang ayam tersebut, khususnya dari kotoran-kotoran yang menumpuk. Kandang juga perlu dibersihkan dengan desinfektan sehingga penyakit pada ayam bisa diminimalisir.

Pemeliharaan kandang juga bisa ditentukan berdasarkan fase umur ayam. Sebagai contoh, untuk ayam berusia 1-4 minggu, kandang untuk ternak ayam tersebut bisa berupa box yang dilengkapi pemanas bersuhu 30-32 derajat Celsius.

Demikian beberapa hal penting terkait cara dan tips agar sukses dalam menjalankan ternak ayam. Selain poin-poin di atas, Anda juga harus mulai mempelajari bagaimana mengelola hasil produksi dari ayam yang diternakkan. Selamat mencoba.

Tips Mudah Ternak Ayam Petelur Bagi Pemula

Tips Mudah Ternak Ayam Petelur Bagi Pemula

Ternak Ayam Petelur Telur ayam menjadi komoditas yang paling laku di pasaran. Telur ayam menjadi salah satu sumber protein dengan kandungan protein yang  cukup tinggi. Bahan makanan ini baik dikonsumsi setiap hari. Memasak telur ayam juga sangat praktis, tinggal digoreng atau direbus saja, telur sudah bisa dimakan. Selain dikonsumsi sebagai lauk atau pendamping makanan, telur ayam juga menjadi bahan utama untuk membuat kue.

Tingginya permintaan telur ayam bisa dijadikan sebagai salah satu peluang bisnis. Beternak ayam petelur menjadi salah satu bisnis yang memiliki prospek yang cerah. Apakah Anda sedang berencana untuk memulai bisnis ini? Jika iya, simak ulasan menarik mengenai tips mudah usaha ternak ayam petelur berikut ini.

Tips Ternak Ayam Petelur

gambar telur ayam
telur ayam

Untuk siapa pun yang ingin memulai usaha ternak ayam petelur, Anda harus mempelajari bagaimana ilmu beternak ayam. Karakteristik ayam petelur, ayam daging, ataupun ayam bangkok tentu berbeda. Karakteristik yang berbeda membuat perawatannya juga berbeda. Hal-hal semacam ini perlu diperhatikan sebelum memulai untuk beternak ayam petelur.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan setelah memutuskan untuk memulai usaha ternak ayam ini. Hal yang pertama adalah terkait dengan lokasi kandang ayam. Kedua, pemilihan bibit ayam petelur yang unggul agar dapat menghasilkan telur yang melimpah setiap harinya. Pemilihan bibit ini amat sangat penting dalam usaha budidaya ayam petelur.

1. Pemilihan Lokasi Kandang Ayam

Hal pertama yang akan dibahas terkait  ternak ayam petelur adalah tentang pemilihan lokasi untuk kandang ayam petelur. Untuk memilih lokasi kandang ayam, sebaiknya tidak di tengah-tengah perkampungan warga. Bagaimanapun, pada umumnya kandang ayam ternak menghasilkan bau yang cukup menyengat.

Bau ini berasal dari kotoran ayam maupun dari ayam itu sendiri. Jika lokasi kandang berada dekat dengan perkampungan warga, siap-siap saja Anda menerima protes dari tetangga-tetangga Anda. Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah lokasi kandang ayam yang agak jauh dari perkampungan warna.

Selain karena baunya yang menyengat, alasan lain mengapa harus memilih lokasi kandang yang jauh dari permukiman warga adalah karena karakteristik ayam petelur yang mudah sekali stress. Pada umumnya, ayam petelur sangat sensitif dengan suara keributan.

Ayam petelur lebih mudah kaget dan stress. Ketika stress, produksi telurnya pun akan menurun. Oleh karena itu, sekali lagi ditekankan di sini bahwa Anda sebaiknya memilih lokasi kandang ayam yang jauh dari permukiman.

2. Pilih Bibit Ayam yang Berkualitas

Setelah mendapatkan lokasi kandang ayam yang strategis, selanjutnya Anda akan beralih memikirkan bibit ayam petelur. Untuk mempermudah pemula dalam memilih bibit ayam petelur, ada dua jenis ayam petelur yang dibudidayakan oleh peternak ayam, yaitu ayam medium dan ayam lehorn.

Ayam medium merupakan salah satu jenis ayam petelur yang memiliki warna bulu coklat, dengan tubuh yang sangat gemuk. Sementara ayam lehorn adalah ayam yang memiliki warna bulu putih dengan badan yang sedikit lebih kurus dibandingkan dengan ayam medium.

Mana yang lebih baik di antara ayam medium dengan ayam lehorn? Untuk daya tahan hidup ayamnya, ayam jenis medium lebih bandel dan mampu memproduksi telur ayam lebih banyak.

Hal ini dikarenakan badannya yang lebih gemuk dibandingkan ayam horn. Ayam medium tidak mudah stres, sedangkan ayam lehorn sangat rentan stress akibat suara keributan. Sementara jika dilihat dari kualitas telurnya, ayam lehorn memiliki telur yang lebih berkualitas.

Apa pun jenis ayam yang Anda pilih untuk ternak ayam petelur, pastikan Anda memilih bibit ayam petelur yang sehat dan tidak ada cacat fisik apa pun. Lalu, jika Anda memilih memelihara bibit ayam petelur dari kecil, pastikan perkembangan dan pertumbuhan ayam normal. Rawat bibit-bibit ayam petelur ini agar tidak mudah terserang penyakit.

Pada awalnya, ternak ayam petelur memang tidak mudah. Anda harus telaten mengurus puluhan ayam yang Anda miliki sampai keseluruhan menghasilkan telur. Anda harus memastikan makanan yang dikonsumsi ayam memiliki gizi yang baik supaya ayam bisa tetap sehat dan menghasilkan banyak telur.

3. Perhatikan sekali kebersihan kandang

kandang ayam petelur
kandang ayam

Setelah usaha ternak ayam petelur sudah mulai berkembang, selanjutnya Anda perlu melakukan usaha perawatan ayam. Kebersihan kandang menjadi faktor utama dalam bisnis ternak ayam.

Kandang yang bersih akan membuat telur dapat berkembang biak dengan baik. Bagaimana mungkin ayam bisa bertelur dengan tenang saat kandangnya saja berantakan dan kotor? Untuk itu, selalu bersihkan kandang ayam tiap pagi atau sore hari.

Kebersihan kandang juga sangat mempengaruhi kesehatan ayam. Kandang yang lebih kotor akan berpotensi mendatangkan banyak penyakit. Untuk memastikan kebersihan kandang, Anda tidak hanya perlu membersihkan kotoran ayamnya saja. Pastikan juga wadah pakan dalam keadaan bersih. Dengan begitu, ayam-ayam akan berkembang dengan baik tanpa masalah.

4. Pilih pakan ayam yang sehat

Selain kebersihan kandang, usaha merawat ayam petelur juga dilakukan dengan selalu memberikan pakan yang baik. Untuk dapat menghasilkan telur yang berkualitas dalam jumlah yang banyak, ayam petelur membutuhkan pakan yang baik.

Pilihan pakan untuk ternak ayam petelur di antaranya adalah sentrat, jagung yang sudah digiling, atau tepung ikan. Variasi pakan perlu dilakukan agar nutrisi yang dibuthukan ayam petelur bisa terpenuhi semuanya.

Untuk pemberian pakannya, setiap harinya ayam petelur harus diberikan makanan dengan intensitas tiga kali sehari. Selain pakan, jangan lupa untuk memberikan minum juga. Untuk masalah pakan ini, orang yang memutuskan ternak ayam petelur juga harus mengetahui porsi makan ayam yang pas. Pakan yang diberikan tidak boleh kurang atau berlebihan.

5. Beri Nutrisi dan Vitamin

Selain harus memberikan makanan yang sehat, peternak ayam juga disarankan untuk memberi nutrisi dan vitamin melalui vaksin. Vaksinasi yang dilakukan pada ayam ini bertujuan untuk menjaga ayam agar tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Jika Anda tidak ingin memberikan vaksin untuk ayam petelur Anda, pilihan lainnya adalah memberikan makanan tertentu khusus ayam petelur yang mengandung banyak nutrisi dan vitamin. Memang sedikit ribet, tetapi hal ini tetap perlu untuk dilakukan.

Selain itu, Anda harus sering-sering melakukan cek kesehatan pada ternak ayam petelur Anda. Ketika Anda mengetahui ada beberapa ayam yang sakit, segera pisahkan ayam yang sakit dari ayam yang sehat. Hal ini untuk menghindari penyebaran virus dari ayam yang sakit.

Kemudian, rawat ayam yang sakit dengan memberikan vitamin dan nutrisi tambahan sampai ayam sembuh sempurna.

Demikian adalah beberapa tips bagi Anda yang ingin memulai usaha ternak ayam petelur. Sekilas, usaha ini memang sering dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang karena dinilai kurang berkelas. Padahal, usaha ternak ayam ini bisa menghasilkan keuntungan hingga puluhan juta rupiah per bulannya.

Hal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini adalah niat yang kuat dan sikap telaten merawat puluhan ayam. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

Cara Mudah Ternak Ayam Bangkok Bagi Pemula

Cara Mudah Ternak Ayam Bangkok Bagi Pemula

Ternak Ayam Bangkok Ayam Bangkok menjadi salah satu jenis ayam yang cukup populer di Indonesia. Meskipun begitu, tak banyak orang yang mencoba usaha ternak ayam bangkok. Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa beternak ayam jenis ini tidak cukup menguntungkan. Berbeda halnya dengan beternak ayam pedaging dan ayam petelur yang sudah pasti menguntungkan.

Pasalnya, permintaan telur ayam dan daging ayam memang sangat tinggi. Sementara untuk ayam bangkok, apa keuntungan beternak ayam jenis ini? Mengapa seseorang harus menggeluti usaha ternak ayam jenis ini? Untuk mendapatkan jawabannya, silahkan ikuti pembahasannya berikut ini.

Ayam bangkok merupakan salah satu jenis ayam yang ada di Indonesia. Bibit ayam ini memang berasal dari Bangkok, Thailand. Ayam bangkok berbeda dengan ayam jawa. Tubuh ayam bangkok lebih kekar dibandingkan dengan ayam jawa. Bentuk ayam ini juga lebih perkasa.

Pada umumnya, ayam bangkok ini digunakan untuk bertarung atau koleksi para pecinta ayam. Akan tetapi, ada juga beberapa orang yang suka mengonsumsi ayam bangkok.

Usaha ternak ayam bangkok sebenarnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Ternak ayam jenis ini juga berpotensi memberikan keuntungan yang luas biasa. Jika Anda pintar merawat ayam jenis ini, peternakan Anda akan menghasilkan ayam bangkok kualitas super yang banyak dicari oleh para penggemar ayam.

Ayam terbaik bisa dijual hingga jutaan rupiah per ekornya. Hal ini tentu akan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi para peternak ayam bangkok. Bagi para pemula, simak ulasan tips beternak ayam bangkok berikut ini.

Cara Mudah Ternak Ayam Bangkok untuk Pemula

foto ayam bangkok
budidaya ayam bangkok

Keputusan Anda untuk memulai usaha ternak ayam bangkok memang sangat tepat. Seperti yang telah sedikit disinggung di atas, usaha ternak ayam jenis ini juga berpotensi mengalirkan pundi rupiah yang banyak untuk Anda. Oleh karena itu, jangan memandang sebelah mata usaha yang satu ini. Inilah beberapa cara mudah untuk membudidayakan ayam bangkok.

1. Pilih Bibit Unggul

Ayam bangkok yang laku di pasaran adalah ayam dengan kualitas super bagus. Ayam yang berkualitas ini diperoleh dari bibit yang berkualitas. Untuk itu, hal pertama yang harus Anda lakukan ketika memulai ternak ayam bangkok adalah mencari bibit ayam bangkok yang berkualitas.

Ketika membicarakan mengenai bibit yang berkualitas, Anda tentu harus membicarakan tentang indukannya juga. Tidak gampang memang mencari bibit ayam bangkok yang berkualitas.

Ciri-ciri bibit ayam bangkok yang berkualitas adalah untuk fisiknya, bibit jantan yang berkualitas kepalanya berbentuk seperti buah pinang. Lalu, untuk betina, bentuk kepalanya seperti kepala ular. Pastikan bibit ayam bangkok yang Anda pilih semuanya memiliki fisik yang sehat.

Jika Anda ingin ternak ayam bangkok dari indukan yang berkualitas, Anda harus memilih indukan yang sehat. Untuk mencetak calon ayam bangkok yang juara dengan permainan tarungnya yang unggul, Anda harus mencari induk yang juara. Pilih satu pasang jantan dan betina ayam bangkok untuk dipelihara.

Siapkan kandang umbaran. Perkawinan yang terjadi di kandang umbaran dinilai lebih bagus dibandingkan dengan kandang dogdogkan. Hal ini karena proses perkawinan di kandang umbaran terjadi dengan lebih alami.

Setelah ayam bangkok betina bertelur, siapkan kandang ayam untuk menaruh telurnya. Biarkan indukan mengerami telurnya sampai menetas. Setelah menetas, pisahkan bibit-bibit ayam bangkok dari indukannya. Rawatlah bibit ayam bangkok ini dengan baik agar menghasilkan ayam jago yang jago bertarung.

2. Perhatikan Kebersihan Kandang

Kandang menjadi salah satu kunci sukses usaha ternak ayam bangkok. Kandang yang bersih akan mendukung pertumbuhan ayam bangkok. Untuk itu, jangan lupa untuk membersihkan kandang ayam minimal dua kali sehari. Tak hanya menyingkirkan kotoran ayam, Anda juga harus membersihkan wadah pakan ayam sehingga makanan yang dikonsumsi ayam tetap steril.

Lalu, jika Anda memelihara ayam bangkok dalam jumlah yang banyak, kandang yang baik adalah kandang yang berbentuk petakan. Setiap petakan kandang sebaiknya diberikan tempat untuk bertengger. Hal ini dikarenakan ayam bangkok sangat suka bertengger.

Tak hanya itu, tinggi kandang per petaknya minimal 50 cm untuk ayam umur 3 bulan agar ayam tidak susah bergerak. Setiap kandang juga harus diberikan tempat makan dan minum.

3. Pilih Pakan yang Berkualitas

beras merah
beras merah pakan ayam

Untuk menghasilkan ayam laga yang berkualitas, Anda tidak boleh pelit masalah pakan ayam bangkok. Pemberian pakan ayam harus disesuaikan dengan umur ayam tersebut.

Untuk ayam bangkok usia 0 sampai dengan 3 bulan, pakan yang dibutuhkan adalah yang bisa membuat tulang ayam kokoh agar bisa menjadi ayam jagoan. Makanan yang pas untuk ayam bangkok muda adalah voor 592.

Anda bisa memberikan voor kering atau voor basah sesuai dengan keinginan si ayam. Jika Anda memberikan voor basah, cek secara berkala pakan ayam ini. jangan sampai pakan ayam berjamur karena bisa menimbulkan penyakit pada si ayam

Lalu, untuk ayam usia 3 bulan sampai dengan 6 bulan, Anda bisa menggantinya dengan voor 594 yang dicampur nasi. Perbandingannya terntu lebih banyak voornya daripada nasinya.

Pada masa ini, ayam bangkok masih tergolong usia pertumbuhan. Untuk itu, Anda wajib memberikan pakan yang berkualitas. Voor 594 yang dicampur dengan nasi adalah perpaduan yang tepat. Anda bisa memberi makan ayam bangkok secara teratur dengan intensitas 3 kali sehari.

Untuk ayam bangkok yang sudah berusia di atas 6 bulan, tidak baik jika terus menerus diberikan pakan voor. Ayam umur 6 bulan harus diberikan pakan dengan tekstur yang lebih keras karena ayam sudah masuk fase dewasa. Pakan yang diberikan hampir sama seperti ayam biasa.

Anda bisa memberikan pakan berupa jagung, beras merah, bekatul, kedelai, dan lain sebagainya. Variasi pakan lebih disarankan agar nutrisi yang masuk ke tubuh ayam lebih banyak. Semua ternak ayam bangkok pun bisa tumbuh lebih sehat dan lebih garang.

Untuk Anda yang sedang berusaha ternak ayam bangkok yang berkualitas, sangat penting memberikan pakan sesuai dengan usianya. Cara pemberian pakan seperti ini akan mampu menghasilkan kualitas ayam super. Teknik pemberian pakan semacam ini sudah dibuktikan oleh para peternak ayam bangkok di berbagai daerah.

Ciri-ciri ayam bangkok yang berkualitas dan siap untuk laga tarungan adalah batok kepala ayam kokoh dengan tulang alis yang tebal. Kepala berbentuk mirip buah pinang dengan badan yang tegak. Bagian mata masuk ke dalam dengan bentuk yang sipit dan jernih.

Kulit mukanya lebih kasar, tebal, serta berwarna merah. Paruhnya besar, kuat, dan melengkung. Bentuk tulangnya kasar dan rapat. Anda bisa menghasilkan ayam berkualitas dengan menggunakan cara yang sudah dijelaskan dalam uraian ternak ayam bangkok ini.

Demikian adalah cara mudah ternak ayam bangkok. Beternak ayam bangkok ternyata tidak sesusah yang Anda bayangkan. Keuntungan bisnis ini juga sama besarnya dengan bisnis yang lain. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Nantikan informasi menarik lainnya.