Tips Mudah Ternakan Ayam Belanda

Tips Mudah Ternakan Ayam Belanda

Ternakan Ayam Belanda – Selain ayam potong, ayam petelur, atau ayam bangkok, ada jenis ayam lainnya yang juga cukup berpotensi untuk dijadikan sebagai peluang usaha. Peternakan ayam belanda menjadi salah satu pilihan usaha yang sangat menjanjikan. Di Indonesia, belum banyak orang yang membudidayakan ayam belanda. Padahal, permintaan daging ayam belanda cukup tinggi. Ini menjadi kesempatan terbaik Anda untuk mulai ternakan ayam Belanda. Jika Anda membudidayakannya dengan benar, pundi-pundi rupiah pun akan mengalir ke kantong Anda.

Ayam Belanda sering disebut dengan ayam kalkun. Ayam ini berbeda dengan ayam broiler. Bentuk tubuhnya lebih besar dari ayam biasa. Kalkun merupakan unggas berdarah panas yang memiliki sayap serta tubuh yang dipenuhi bulu. Bulu ayam kalkun berbeda-beda bergantung pada jenis dan juga spesiesnya. Pada ulasan ini, akan dijelaskan tips mudah bagaimana cara ternakan ayam belanda. Untuk Anda yang memang berniat membudidayakan ayam ini, langsung saja simak ulasannya berikut ini.

Tips Mudah Ternakan Ayam Belanda

gamabr ayam belanda
ayam belanda

1. Ketentuan kandang ayam belanda

Kandang ayam belanda hampir sama seperti kandang ayam biasa. Anda bisa membuatnya dalam bentuk rumah panggung atau kandang biasa. Hal penting yang harus Anda perhatikan adalah usahakan lantai selalu kering, terutama untuk musim hujan. Kedua, lantai kandang disemprotkan larutan disinfection supaya terhindar dari infeksi bakteri yang membahayakan. Lantai yang lembab juga bisa menjadi pemicu tumbuhnya bakteri. Lalu, ketika membangun kandang ayam, pastikan kandang tersebut bebas nyamuk. Anda bisa menggunakan jaring halus atau menggunakan kelambu. Untuk perawatan kandang, bersihkan kandang setiap hari. Gas amonia yang berasal dari kotoran ayam bisa mengakibatkan pneumonia. Kandang juga harus dilengkapi dengan pagar untuk menghindari binatang liar seperti anjing atau musang menerobos ke kandang.

2. Proses Pemilihan Bibit Ayam Belanda

Setelah masalah kandang sudah beres, selanjutnya Anda harus mempersiapkan bibit ayam belanda untuk ternakan ayam belanda. Untuk pemilihan bibit ayam ini, perhatikan ciri-ciri fisik anakan ayam. Bibit ayam kalkun yang berkualitas adalah yang memiliki kondisi fisik yang sehat, tidak cacat, serta lincah. Untuk mempermudah dalam pemeliharaannya, Anda bisa memilih bibit ayam yang berumur satu minggu.

Hal yang paling penting diperhatikan dalam pemilihan bibit adalah dengan memperhatikan ciri-ciri fisik ayam. Usia ayam yang belum genap 2 minggu rentan terserang penyakit. Anak ayam yang sehat memiliki perilaku yang aktif. Ternakan ayam belandabisa sangat menguntungkan jika Anda memilih bibit yang berkualitas.

3. Pengurusan ayam

Untuk mengurus ternakan ayam belanda, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Cara mengurus ayam ini disesuaikan dengan umurnya. Untuk ayam berumur kurang dari 2 minggu, ayam harus dipelihara dalam kotak brooder atau kotak khusus yang didalamnya dipasang pemanas. Suhu kandang harus dikontrol sedemikian rupa agar pas untuk ayam, tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin. Anda bisa menggunakan thermostat untuk menjaga suhu kandang. Untuk pemberian pakan, ayam usia ini bisa diberikan pakan starter crumble. Berikan air secukupnya. Pastikan jaring anti nyamuk masih terpasang pada kandang brooder. Jaring ini digunakan untuk menghindari kemungkinan terjangkitnya penyakit flu dan juga penyakit yang lainnya.

Lalu, untuk anak ayam yang berumur 2 minggu sampai dengan 4 minggu, kandang ayam sudah tidak perlu lagi menggunakan lampu. Anda sudah bisa memindahkan ayam dari brooder ke kandang ayam biasa. Gunakan EM untuk disemprotkan pada kotoran demi menghindari pembiakan amonia dan lalat. Untuk pakannya, Anda bisa menggunakan dedak halus yang dicampur dengan jagung halus.

Terakhir, untuk ayam yang berumur lebih dari satu bulan, ternakan ayam Belanda sudah bisa diturunkan ke tanah. Proses ini dilakukan secara perlahan-lahan supaya si ayam tidak kaget dan stress. Untuk makanannya, Anda sudah bisa memberikan dedak kasar. Ayam belanda pada masa ini memerlukan makanan yang lebih bergizi untuk membentuk daging dan menunjang kesehatannya. Selain dedak, Anda bisa memberikan rumput napier kepada ayam. Pemberian rumput ini bertujuan agar ayam kalkun lebih gemuk dan sehat. Berkaitan dengan makanan, jangan memberikan pakan yang berminyak.

4. Proses Pembiakan Ayam Belanda

Ada banyak cara untuk membiakkan ayam belanda. Ayam ini bisa dikembangbiakkan dengan cara membiarkan ayam mengerami telurnya sendiri. Cara ini menjadi cara yang paling umum dan tradisional karena tidak membutuhkan alat bantu lainnya. Cara yang kedua adalah menggunakan alat bantu berupa incubator. Cara yang kedua tergolong modern dan canggih untuk diaplikasikan pada budidaya atau ternakan ayam belandayang professional, Anda bisa memilih salah satu dari dua proses pembiakan di atas yang menurut Anda paling mudah. Untuk Anda yang masih pemula dalam hal budidaya ayam belanda, sebaiknya pilih cara yang pertama saja.

5. Pemberian Pakan

Pada uraian di atas, sudah dijelaskan secara singkat bagaimana cara memberikan pakan ayam belanda. Pemberian pakan memang disesuaikan dengan usia ayam. Pada poin yang satu ini, akan lebih dijelaskan lagi bagaimana cara memberikan pakan yang baik. Untuk tahap awal atau tahap permulaan pada saat ayam berumur beberapa hari hingga 3 minggu, pakan yang baik adalah starter crumbke yang mengandung gizi 19 – 22% CP. Kemudian saat anak ayam sudah mulai tumbuh besar atau saat usianya menginjak 4 minggu atau lebih, Anda bisa menggunakan finisherpellet dengan kandungan 16 sampai dengan 18% CP. Pada masa ini, ayam juga bisa diberikan pakan tambahan berupa jagung halus untuk menambah gizinya.

Untuk memudahkan Anda dalam pemberian pakan ayam, sebaiknya kelompokkan ternakan ayam belanda ke beberapa range, misalnya range I untuk ayam usia 0 – 4 minggu, range II untuk ayam usia 4 – 8 minggu, range III untuk ayam usia 8 minggu sampai siap panen. Selain memudahkan Anda dalam memberikan pakan, pengelompokan ayam juga bisa memudahkan Anda dalam mengontrol kesehatan dan perkembangan ayam belanda.

Tips untuk ternakan ayam belandayang perlu Anda perhatikan adalah saat usia ayam masih belum genap 15 hari, Anda harus memberikan perhatian lebih pada ayam-ayam Anda. Usia ini dapat menentukan bagaimana masa depan ayam. Ayam yang berumur kurang dari dua minggu lebih rentan terkena penyakit. Oleh karena itu, Anda harus memberikan perhatian ekstra pada bibit-bibit ayam belanda Anda.

Demikian adalah beberapa tips yang harus Anda perhatikan ketika memutuskan untuk ternak ayam belanda. Jangan meremehkan usaha peternakan yang satu ini. Ayam Belanda atau ayam kalkun, meskipun tidak sepopuler ayam broiler, permintaan akan daging ayam ini sangat tinggi. Pihak yang membutuhkan daging ayam kalkun adalah restora-restoran Eropa. Anda bisa mencoba usaha ini untuk usaha sampingan Anda. Semoga ulasan ini bermanfaat untuk Anda. Tingkatkan pemahaman Anda mengenai bagaimana tata cara ternakan ayam belandayang benar supaya usaha Anda sukses.

Mengapa Harus Menggunakan Vitamin Ayam Petelur

Mengapa Harus Menggunakan Vitamin Ayam Petelur

Vitamin Ayam Petelur – Bagi Anda yang saat ini sedang menjalankan bisnis budidaya ayam petelur, maka wajib mengetahui informasi mengenai vitamin ayam petelur. Pasalnya hal ini sangat berkaitan dengan produksi telur yang dihasilkan ayam. Suplemen atau vitamin untuk ayam memang bukan hal asing bagi siapapun yang memelihara ayam, baik ayam petelur maupun ayam pedaging. Jika ayam pedaging diberi vitamin agar memiliki badan yang besar dan berisi, maka ayam petelur diberi vitamin agar bisa subur dan mampu menghasilkan telur yang berkualitas dan banyak. Ada banyak jenis vitamin yang bisa Anda temukan di pasaran. Oleh karena itu, Anda harus memahami terlebih dahulu manfaat vitamin untuk ayam petelur agar tidak kebingungan dalam memilih nantinya.

Manfaat Vitamin Ayam Petelur

Masing-masing vitamin ayam petelurmemiliki manfaatnya sendiri-sendiri. Vitamin adalah senyawa organik yang diperlukan tubuh. Meskipun jumlahnya sedikit, pengaruhnya terhadap metabolisme tubuh sangatlah signifikan. Sehingga tak heran jika banyak peternak ayam petelur yang memberikan vitamin pada peliharaannya. Vitamin masuk dalam kategori nutrisi mikro. Berdasarkan kelarutannya, vitamin dibedakan menjadi dua yakni vitamin yang mudah larut dalam lemak seperti vitamin A, E, D, dan K. Kemudian ada vitamin yang larut dalam air seperti vitamin B kompleks dan vitamin C).

ayam
ayam petelur

1. Vitamin C

Pada dasarnya, vitamin ayam petelur bisa diberikan kapanpun, baik ketika ayam sedang sakit atau normal. Diberikan saat ayam normal (tidak sakit) bertujuan untuk mencegah munculnya penyakit atau kekurangan vitamin akibat pemberian pakan yang tidak tepat. Vitamin sangat berguna ketika ayam stress. Ayam bisa stress jika manajemen pemeliharaan yang dilakukan tidak baik seperti perlakuan kasar, kandang yang tidak bersih, lokasi kandang dengan dengan jalan raya dan lain sebagainya. Selain itu, suhu, kelembaban dan cuaca juga bisa menjadi salah satu penyebab ayam menjadi stress. Saat stress, ayam akan memberikan respon yang bisa dilihat dari fisiologisnya.

Jika dilihat dari hormonalnya, ayam yang stress akan melakukan sekresi hormon ACTH dengan jumlah yang banyak sehingga menyebabkan meningkatnya produksi cortisoldi dalam darah. Akibatnya, kadar vitamin C dan antibodi dalam tubuh ayam akan berkurang sehingga mudah sekali terserang penyakit. Oleh karena itu, selain memastikan ayam tidak stress selama pemeliharaan, sangat dianjurkan untuk Anda memberikan vitamin C pada ayam sesuai dengan dosis yang mencukupi agar ayam terhindar dari berbagai macam penyakit.

Fungsi lain dari vitamin C adalah sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dan menetralkan racun dalam tubuh ayam. Dengan begitu, Anda tidak perlu takut ayam peliharaan akan mudah sakit.

2. Vitamin A

Vitamin ayam petelur yang perlu dipenuhi selanjutnya adalah vitamin A. Perlu diketahui bahwa ayam bisa terserang penyakit karena konsumsi pakan yang kurang. Jika demikian, otomatis jumlah vitamin yang masuk ke dalam tubuh juga akan berkurang. Jadi, jangan heran jika ayam petelur Anda kekurangan gizi dan mudah sekali sakit. Vitamin A sangat baik untuk ayam petelur untuk memperbaiki sel-sel pada jaringan epitel yang rusak. Selain itu, vitamin A juga berfungsi menghentikan pendarahan pada ayam petelur. Vitamin A juga memiliki peranan yang sangat penting untuk menjaga stabilitas pada jaringan epitel yang ada pada membran mukosa bagian saluran pernapasan, pencernaan serta reproduksi. Memberikan vitamin A pada ayam, tentunya ayam juga akan memiliki penglihatan yang baik.

3. Vitamin B

Vitamin ayam peteluryang harus terpenuhi selanjutnya adalah vitamin B. Ketika DOC atau anakan ayam petelur masuk kandang, mereka membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Pemberian vitamin B akan membantu anakan ayam untuk melancarkan proses metabolisme dan mengatasi stress setelah melakukan perjalanan dari kandang pembibitan ke kandang biasa. Selain itu, vitamin B juga sangat baik untuk melancarkan pencernaan anak ayam. Dengan begitu, anak ayam bisa menyerap nutrisi pakan dengan baik sejak awal perawatan. Dampak dari pemberian vitamin B kompleks adalah ayam akan merasa cepat lapar dan nafsu makannya akan semakin meningkat. Kondisi ini tentu saja menyebabkan ayam lebih agresif untuk bertelur sehingga produksi telur akan semakin meningkat. Dilain sisi, vitamin B kompleks juga bermanfaat untuk membantu menghasilkan sel darah merah pada tubuh ayam.

4. Vitamin D

Vitamin D sangat berguna untuk Anda yang menginginkan ayam menghasilkan telur yang berkualitas. Pasalnya, vitamin D mampu meningkatkan proses penyerapan fosfor dan juga kalsium di dalam saluran pencernaan. Dengan pemberian vitamin ini, ayam akan memiliki kuku, paruh, dan tulang yang kuat. Selain itu, kerabang telur juga akan lebih kokoh sehingga tidak mudah pecah.

5. Vitamin E

Sama halnya seperti vitamin C, vitamin E sebagai vitamin ayam petelur juga berfungsi sebagai antioksidan. Perlu diketahui bahwa senyawa antioksidan sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, senyawa ini juga berfungsi untuk mengurangi tingkat stress dan kelelahan pada ayam. Bahkan, vitamin ini juga mampu mencegah terjadinya penyakit kelainan otot pada ayam. Sehingga jika ayam sudah tidak produktif lagi sebagai petelur, bisa langsung dimanfaatkan menjadi ayam pedaging.

Menariknya, vitamin ayam petelur ini juga bermanfaat untuk meningkatkan daya tetas telur dan fertilitas ayam petelur. Bahkan vitamin ini juga menurunkan persentase kematian embrio. Dengan begitu, jumlah produksi telur akan semakin meningkat.

6. Vitamin K

Vitamin K sangat baik untuk meningkatkan jumlah kalsium yang dibutuhkan ayam. Sehingga ayam bisa tumbuh dengan baik. Selain itu, vitamin ayam petelur ini juga dapat membantu proses pembekuan darah.

7. Protein

Selain vitamin, Anda juga harus memenuhi asupan protein ayam petelur. Memang, biasanya dalam pakan ayam sudah mengandung protein yang lengkap. Meskipun demikian, Anda benar-benar harus memastikan apakah protein yang ada dalam pakan sudah sesuai dengan takaran yang dibutuhkan ayam petelur atau belum. Kualitas protein dalam pakan ayam bisa Anda lihat dari produksi telur yang dihasilkan. Jika cangkang telur ayam tipis dan mudah pecah, bisa dipastikan bahwa kualitas dan kuantitas protein dalam pakan yang diberikan sangat buruk. Dan sebaliknya, jika protein dalam pakan sudah memenuhi standar kebutuhan ayam, maka cangkang telur akan keras dan tidak mudah pecah.

Setelah mengetahui macam-macam vitamin ayam petelur, lantas kapan waktu yang tepat untuk pemberian vitamin pada ayam? Ayam yang baru berumur 2 sampai dengan 3 minggu, sebaiknya diberikan vitamin B dan juga C yang cukup tinggi. Vitamin lainnya, bisa Anda berikan setelah ayam berumur lebih dari 3 minggu untuk pemeliharaan. Diberikan vitamin B dan juga C ketika ayam berumur starter bertujuan agar ayam bisa tumbuh dengan baik dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Terkait dengan waktu pemberian vitamin, Anda bisa melihat langsung pada kemasan vitamin yang bisa dibeli di toko pakan unggas.

Demikianlah ulasan mengenai manfaat dari vitamin ayam petelur. Semoga ulasan ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda.

Ternak Ayam Super dengan Ayam Kampung

Ternak Ayam Super dengan Ayam Kampung

Ternak Ayam Super – Bagi sebagian orang, beternak ayam itu sangat menyenangkan terlebih lagi ayamnya berkualitas alias super. Ternak ayam super yang paling banyak dibudidayakan adalah ayam kampung. Ayam kampung super ternyata paling banyak diminati karena lebih mudah dalam merawatnya apabila dibandingkan dengan ayam kampung biasa. Apakah demikian? Di dalam artikel ini semuanya akan dibahas dan lihatlah keterangannya di bawah ini.

Cara Ternak Ayam Super yang Baik

Beternak ayam selain bisa dijadikan hobi dan konsumsi daging sendiri, hal ini juga bisa dijadikan sebagai lahan bisnis yang menggiurkan. Bagaimana tidak? Semua orang di dunia ini pastinya membutuhkan daging sehingga ternak ayam super pun bisa dibilang sangat berpeluang mendapatkan banyak keuntungan. Namun sebelum memulai usahanya, tentu Anda harus mengetahui beberapa cara khusus untuk menciptakan peluang tersebut. Di bawah ini ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam meraih kesuksesan ternak ayam super, antara lain.

1. Pemilihan bibit unggul

Jika ingin mendapatkan banyak keuntungan dalam berbisnis ternak ayam super, tentunya hal pertama yang harus diperhatikan adalah memilih bibit unggulan. Bila merawatnya sejak usia dini, Anda tentu harus sudah tahu bagaimana ciri-ciri anak ayam kampung super yang sehat. Setidaknya Anda mengetahui ciri-ciri ayam yang berkualitas baik itu memiliki postur tubuh yang tegap, bulu mengkilap, mata tajam atau tidak berair dan tidak cacat. DOC atau bibit unggul dari ayam kampung super sama halnya dengan ayam kampung lainnya yaitu waktu penetasan tidak kurang dari 21 hari.

Dengan memilih DOC yang berkualitas, nantinya Anda akan mendapatkan hasil yang lebih baik pula. Yang menjadikan ayam jenis ini banyak diminati dibandingkan ayam kampung biasa adalah harga jualnya yang tinggi. Selain itu, para peternak pun akan sangat diuntungkan karena ternak ayam super tidak akan memakan waktu lama untuk panen dan cenderung lebih singkat.

2. Pembuatan kandang

gambar ayam
ayam super

Apabila Anda sudah mendapatkan DOC ayam super yang terbaik maka cara selanjutnya adalah pembuatan kandang. Harus Anda garis bawahi, pembuatan kandang ayam super harus disesuaikan dengan DOC karena jika tidak, ayam akan cepat mati dan stress sebab tidak sesuai dengan suhu ruangnya. Khusus untuk anak ayam baru menetas, Anda harus menghangati kandangnya dengan menggunakan sinar lampu. Anak ayam itu masih memiliki bulu yang tipis sehingga tidak tahan dengan cuaca dingin di luar.

Kemudian untuk pembuatan kandang ternak ayam super tidak ada perbedaan yang signifikan dengan ayam kampung lainnya. Usahakan kandang ayam harus memiliki luas yang pas sehingga memudahkan ayam untuk bergerak bebas. Lalu Anda juga harus menempatkan ayam yang sesuai dengan umurnya supaya kesehatannya terjaga. Untuk pembuatan kandang ayam super harus jauh dari keramaian, ini nantinya bisa menyebabkan ayam mudah stress apabila kandangnya terlalu bising. Selanjutnya adalah berilah sirkulasi udara yang cukup sehingga bisa membuat kandang tetap kering dan fresh tidak lembab serta buatlah kandang yang bisa dijangkau oleh sinar matahari.

3. Penyediaan pakan ayam

Setelah kedua faktor terpenuhi, saatnya Anda memperhatikan faktor lainnya untuk ternak ayam super yaitu penyediaan pakan ayam. Meskipun ayam bisa mencari makanannya sendiri, tetapi Anda masih harus menyediakan pakannya malah sebisa mungkin yang bernutrisi. Pakan ayam yang bernutrisi tentunya akan membuat ayam tumbuh dengan sehat. Anda pun harus memberikannya tepat waktu supaya ayam tidak mudah stress. Khusus untuk DOC, harap diberi makanan yang mudah dicerna alias halus karena DOC belum bisa mencerna makanan yang kasar.

Untuk pakan ayam khusus ayam kampung super sebenarnya tidak ada perbedaan yang kontras dengan ayam kampung lainnya. Anda bisa memberikannya nasi, bekatul, BR atau pun biji-bijian. Yang paling penting adalah memberikan makanan tepat waktu dan sesuai dengan usianya. Jika ingin mendapatkan ayam yang berkualitas dan super tentu memberikan makanan dengan gizi tinggi adalah wajib hukumnya.

4. Pemeliharaan ayam

Setelah memperhatikan ketiga faktor utama di atas, ada hal lain yang harus Anda perhatikan yaitu pemeliharaan ayam. Ini dimaksudkan jika ada ayam yang terkena penyakit maka harus segera dipindahkan ke kandang yang lain. Tindakan tersebut bertujuan untuk mencegah tersebarnya virus penyakit ke ayam yang lainnya. Oleh karena itu, pemeliharaan ternak ayam super juga harus memperhatikan kebersihan kandang, kebersihan tempat makan dan minum ayam, sanitasi dan juga pemberian vaksinasi.

Pemberian vaksinasi pada ayam yang sedang sakit harus Anda lakukan supaya daya tahan tubuhnya bisa kembali fit. Selain itu Anda juga bisa menekan angka kematian ayam dan mencegah penyebaran virus pada ayam yang lainnya. Lakukanlah vaksinasi ayam secara berkala dan untuk kebersihan kandangnya wajib dilakukan setiap hari.

5. Pemanenan ayam

Peternak ayam itu tidak boleh sembarangan memanen ayamnya karena bila terjadi maka kerugian yang akan didapat. Kenapa bisa begitu? Misalnya jika ada peternak dari ternak ayam super terlalu dini memanen ayamnya maka berat badan ayam pun juga tidak ideal. Hal itu juga bisa mempengaruhi kuantitas dan kualitas dari daging ayam. Pada umumnya, ayam yang siap dipanen itu beratnya lebih dari 1 kg. Khusus untuk ayam kampung super, tak perlu lama-lama dalam memanennya karena relatif lebih cepat dan singkat bila dibandingkan dengan ayam kampung biasa.

Beternak ayam kampung super memang tak jauh beda dari ayam kampung kebanyakan. Yang menjadikannya beda adalah sistem pemeliharaan serta waktu pemanenannya. Untuk ayam kampung super, waktu panen jauh lebih singkat dan cepat dibandingkan dengan ayam kampung pada umumnya. Dengan begitu Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih dan beternak ayam ini jauh lebih ekonomis. Ini disebabkan Anda bisa menekan biaya pakan ayam, karena sistem panennya yang singkat otomatis Anda bisa menghemat biaya pakan ayam. Dengan kata lain, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih dan juga cepat.

Lalu keuntungan lain dari ternak ayam super adalah tidak perlu membutuhkan banyak vaksin atau pun vitamin khusus ayam seperti ayam kebanyakan. Ayam kampung super dikenal sebagai ayam yang memiliki daya tahan tubuh tinggi sehingga bisa menekan biaya vaksin dan obat. Kemudian yang paling menggiurkan adalah harga jualnya yang tinggi. Apabila dibandingkan dengan ayam pedaging atau ayam potong, unggas yang satu ini jauh lebih mahal harganya. Selain itu ayam kampung super juga jauh lebih sehat karena sedikit terkontaminasi dengan bahan kimia seperti vaksin atau pun suplemen ayam. Kemudian faktor yang lainnya atau keuntungan lainnya beternak ayam kampung super adalah kandangnya tidak bau menyengat. Tentunya Anda mengetahui jika ternak ayam itu pasti bau kandangnya sudah bisa dicium hingga radius beberapa meter saja. Tetapi berbeda dengan ayam jenis ini karena kandangnya tidak akan menimbulkan bau yang menyengat apabila dirawat dan dibersihkan secara baik.

Tips Jitu Ternak Ayam Ras Untuk Pemula

Tips Jitu Ternak Ayam Ras Untuk Pemula

Ternak Ayam Ras – Dari waktu ke waktu manusia terus membutuhkan asupan gizi protein hewani untuk mencukupi kebutuhan energi harian. Protein hewani salah satunya bisa dihasilkan dari ayam pedaging atau petelur. Jenis ayam yang biasanya dimanfaatkan untuk diambil daging dan telurnya adalah ayam ras. Bagi peternak pemula, istilah ayam ras ini tidaklah asing, namun mayoritas dari peternak pemula belum begitu memahami teknik memelihara ayam ras agar mendapatkan keuntungan. Berikut ini tata cara ternak ayam ras untuk pemula yang bisa dijadikan referensi para peternak ayam.

Tips Ternak Ayam Ras yang Baik untuk Peternak Pemula

ternak ayam boiler
pemberian pakan ayam

1. Memastikan lokasi tempat beternak

Untuk memulai sebuah bisnis yang berskala besar seperti ternak ayam ras, lokasi ternak adalah hal yang paling penting yang harus diperhatikan pertama kali. Lokasi yang baik adalah lokasi yang berada dekat dengan pusat penjualan ataupun pemasaran. Hal tersebut akan memungkinkan peternak untuk mendapatkan kemudahan dalam transaksi dengan pembeli atau pelanggan. Selain itu, pastikan lokasi tetap dan tidak berpindah-pindah untuk jangka waktu yang lama, karena ternak ayam membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk perkembangan ayam, terlebih lagi jika ayam dipelihara melalui bibit anak ayam. Memilih lokasi yang jauh dari suasana ramai akan lebih baik, karena ayam akan tenang dan tidak stress dengan keramaian.

2. Bibit ayam harus benar-benar bagus

Langkah kedua dalam ternak ayam ras adalah bibit ayam. Pilihlah bibit yang benar-benar bagus, baik dari segi induk ataupun ayam itu sendiri. Bibit anak ayam yang bagus disini adalah berasal dari ayam berkualitas teruji unggul dan tidak ada kecacatannya. Jika dilihat fisiknya, bibit ayam haruslah berkembang dan cepat besar, memiliki bulu sehat, dan bergerak aktif.

3. Pastikan kualitas tempat tinggal ayam

Kualitas kandang yang baik untuk ternak ayam ras adalah kandang yang bersih dan kuat. Jika Anda adalah peternak yang baru akan memulai usaha ternak, Anda sebaiknya memesan kandang ayam khusus, yang berkapasitas banyak dan berasal dari bahan kokoh, sehingga tidak mudah rusak. Untuk perawatan kandang ayam, pastikan Anda membersihkan kandang dari kotoran secara rutin seminggu atau sebulan sekali. Dengan membersihkan kotoran ayam, ayam tidak akan rentan terhadap penyakit dan serangan virus.

4. Perhatikan pemberian pakan ayam

Ayam ras memiliki takaran pemberian pakan berbeda setiap jenjang umurnya. Untuk anak ayam yang berusia kurang dari satu bulan haruslah lengkap, makanan untuk anak ayam pada fase starter ini harus mengandung zat gizi yang cukup, tujuannya agar ayam cepat berkembang. Pakan ayam pada fase ini harus terdiri dari zat kalium, serat, lemak, dan protein. Hindari pemberian pakan berlebih karena akan menyebabkan ayam kekenyangan. Untuk minum, ternak ayam ras pada masa starter bisa diberi obat anti-stress dan tambahan sedikit zat glukosa, hal tersebut agar ayam tidak stress dan mati. Untuk fase diatas starter, pakan bisa ditambah sesuai kebutuhan makan ayam.

5. Beri penghangat khusus untuk ayam fase starter

Ayam fase starter atau anak ayam yang berumur kurang dari satu bulan sangat rentan sekali terhadap kematian karena dingin. Untuk itu, masalah ini bisa diatasi dengan memberikan penghangat khusus ke dalam kandang ayam. Adapun jenis penghangat bisa berasal dari lampu yang berdaya terang maksimal. Salah satu asupan gizi agar ayam cepat berkembang adalah penghangat, selain agar ayam tidak cepat merasa kedinginan, pada usia dibawah satu bulan, bulu ayam masih tidak memungkinkan untuk melindungi tubuhnya dari udara dingin.

6. Berikan vaksin secara rutin

Vaksinasi atau lebih dikenal dengan imunisasi adalah salah satu pencegahan agar ayam terhindar dari virus. Vaksin ini biasanya diberikan kepada ayam yang masih berada dalam fase starter atau anak ayam yang baru mulai tumbuh, jenis vaksin yang diberikan adalah vaksin pencegah tetelo. Dengan adanya pemberian vaksin ini, ternak ayam ras akan memiliki kekebalan tubuh alami yang susah terkena serangan virus. Cara pemberian vaksin adalah pencampuran obat tetes pada minuman ayam. Pemberian vaksin harus rutin dan berkala, yaitu dalam jangka waktu dua minggu sekali, pemberian bisa dilakukan hingga mendekati masa panen ayam.

7. Hindari ayam dari stress

Tidak hanya manusia saja yang mengalami stress, hal tersebut juga terjadi pada hewan ternak. Ayam yang stress akan lebih cepat mati. Banyak sekali faktor pemicu stress pada ternak ayam ras diantaranya adalah suara bising berlebih, busana yang terlalu berwarna-warni, kandang yang tidak dilengkapi dengan penerangan, dan lain-lain. Hal tersebut bisa diminimalisir dengan satu pengontrol tetap untuk satu kandang ayam, sehingga ayam tidak panik dengan warna pakaian yang Anda pakai.

8. Berikan antibiotik dan kontrol ternak dengan rutin

Ternak ayam ras sangat rentan kegagalan, maka dari itu diperlukan antibiotik. Antibiotik hampir sama dengan vaksinasi, hanya saja untuk antibiotik biasanya lebih sering diberikan pasca pemberian vaksin, tujuannya agar ayam mendapatkan perlindungan double lebih kuat terhadap serangan virus. Untuk pemberian antibiotik sama seperti vaksin, dengan mencampurkan zat antibiotik ke dalam air minum ayam. Selain vaksinasi dan antibiotik, kontrol ayam Anda secara rutin, sampai masa panen tiba, pengecekan kandang, ketersediaan pakan dan air minum, kebersihan kandang, kondisi kesehatan ayam, bisa dilakukan 2 minggu sekali. Hal tersebut agar meminimalisir kegagalan pada saat panen, karena ayam yang mendapat perhatian lebih berpeluang sukses lebih besar daripada yang jarang dikontrol.

9. Masa panen yang baik

Ternak ayam ras bisa dipanen dalam waktu dua bulan hingga 75 hari, hasil panen bisa bervariasi sesuai dengan jenis ayam yang dipelihara. Untuk ayam ras, yang dihasilkan tentunya adalah daging ayam serta tinja atau kotoran. Hasil daging bisa langsung dikirim ke pasaran atau konsumen, adapun kotoran ayam bisa diolah menjadi pupuk kandang.

10. Pemotongan

Jika telah tiba masa panen, ayam bisa langsung dijual ke pasaran berupa ayam yang masih hidup, atau bisa yang sudah berupa daging yang sudah dipotong. Jika Anda memilih untuk langsung dipotong, teknik pemotongan ayam harus pada lehernya, selanjutnya disiram dengan air panas agar memudahkan proses pencabutan bulu, lalu dikeluarkan semua isi yang ada di dalam perut dan dibakar pada nyala api. Ayam yang sudah melalui proses diatas siap untuk diolah. Jika Anda merasa terlalu rumit, bisa hingga pencabutan bulu saja, lalu langsung dijual kepada konsumen di pasaran.

Nah, itulah serangkaian tips untuk Anda para ternak ayam ras yang baru memulai usaha peternakan. Budidaya ayam ras ini sangatlah mudah, dengan syarat harus benar-benar memperhatikan detail-detail tata cara pemeliharaan ayam yang benar, mengingat selain peluang untuk sukses yang besar ternak ayam juga rentan sekali terhadap kegagalan jika tidak benar-benar diperhatikan.

Kandang yang Hangat, Kunci Sukses Cara Ternak Ayam Mutiara

Kandang yang Hangat, Kunci Sukses Cara Ternak Ayam Mutiara

Ternak Ayam Mutiara – Makin banyak ayam hias menjadi obyek kompetisi, makin banyak pula yang berniat mengembangbiakkan. Beternak ayam hias kini bisa dibilang menjadi prospek yang bagus untuk usaha. Banyak orang beralih menjadi peternak ayam hias karena besarnya prospek yang dibawa dari beternak ayam hias. Meskipun beternak ayam hias memang membutuhkan usaha ekstra dan kesabaran lebih agar bisa mencapai hasil yang diinginkan. Salah satu jenis ayam hias yang saat ini banyak dikembangbiakkan adalah ayam mutiara. Apalagi ayam mutiara ini tergolong ayam yang membutuhkan perlakuan istimewa. Cara ternak ayam mutiara pun sedikit berbeda dengan ayam-ayam lain. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam beternak ayam mutiara.

Jenis ayam mutiara sendiri ada beraneka ragam. Jenis ayam mutiara ini dibedakan menurut warna-warna bulunya. Jenis-jenis ayam itu antara lain Ayam Mutiara Abu-Abu (Gray Guinea Fowl), Ayam Mutiara Purple (Royal Purple Guinea Fowl), Ayam Mutiara Cokelat (Brown Guinea Fowl), Ayam Mutiara Lavender (Lavender Guinea Fowl). Namun, hanya beberapa ayam yang berhasil dikembangkan di Indonesia karena cara ternak ayam mutiara yang dibilang cukup sulit.

Selain itu, ada perbedaan antara ayam mutiara jantan dan ayam mutiara betina. Ayam mutiara jantan cenderung berbeda dengan ayam betina dalam hal penampilan fisiknya. Pada ayam jantan terdapat bengkakan di atas hidung yang terlihat cukup jelas. Sedangkan pada ayam betina bengkakan di atas hidung ini tidak nampak jelas. Pada ayam jantan, terdapat pial bawah berwarna merah yang terang dan lebar sedangkan pada ayam betina pial bawah berwarna merah cenderung lebih kecil dan lebih pudar. Ayam jantan memiliki tanduk dengan ujung bagian atas tegak, berisi dengan warna lebih gelap dan tumpul. Bentuk tanduk pada betina berbeda dengan jantan karena tanduk ujung bagian atas serong ke belakang kurang berisi dan agak tajam. Dengan berbagai perbedaan tersebut, maka itu juga akanberpengaruh pada cara ternak ayam mutiara yang baik dan benar.

Cara Ternak Ayam Mutiara yang Secantik Mutiara

gambar ayam mutiara
ayam mutiara

Ayam mutiara merupakan salah satu ayam yang memiliki keunikan pada bulunya. Sebagai salah satu burung hias, keunikan ayam mutiara terletak pada bulunya yang memiliki bintik-bintik putih seperti mutiara di seluruh tubuhnya. Selain itu, sebagai burung hias, ayam mutiara tergolong satu-satunya ayam yang memiliki kemampuan terbang tinggi. Selain itu, ayam mutiara ini memiliki sifat yang unik karena hanya mau bergerombol dengan anggota spesiesnya. Ketika satu kelompok ayam mutiara sudah membuat kelompok sendiri kemudian dimasuki ayam mutiara lain, maka bisa jadi ayam mutiara yang baru dimasukkan itu akan diserang. Dalam perkembangannya ayam mutiara merupakan ayam hasil perkawinan silang antara ayam mutiara dengan ayam lain. Oleh karena itu, cara ternak ayam mutiara juga sedikit berbeda dengan cara ternak ayam lain.

Ayam mutiara memang bukan ayam asli Indonesia. Ayam mutiara bersal dari Afrika namun memiliki kemiripan dengan ayam Belanda. Habitat aslinya di semak-semak atau padang sabana. Ayam mutiara mulai bertelur pada usia antara 26-30 minggu bergantung pada banyak hal termasuk pakan dan cuaca. Ayam mutiara mampu memproduksi telur dalam jumlah banyak, namun sayang ayam ini tidak pandai mengerami telurnya sendiri. Ditambah lagi, telurnya yang keras membuat para peternak ayam mutiara ini harus benar-benar memperhatikan cara ternak ayam mutiara agar bisa berhasil mengembangbiakkan ayam mutiara agar bisa sukses. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk beternak ayam mutiara.

1. Persiapkan Kandang Tempat Tinggal Ayam

Menurut asal usulnya, ayam mutiara berasal dari Afrika dengan habitat semak-semak dan padang sabana. Jadi, jika Anda ingin beternak, cara ternak ayam mutiara pertama yang harus Anda perhatikan adalah kandangnya. Akan lebih baik jika Anda memperhatikan kondisi kandang dan membuat habitat kandang seperti habitat aslinya. Bentuk kandang tidak begitu jauh dengan bentuk kandang ayam lain. Namun, perlu diperhatikan Anda harus menyiapkan tempat bertengger untuk ayam mutiara Anda. Hal ini karena ayam mutiara lebih suka bertengger pada tempat yang lebih tinggi.

2. Sediakan Pakan yang Mendukung Nutrisi Ayam

Sebagai ayam yang memiliki habitat asli di alam bebas, ayam mutiara termasuk hewan omnivora, yaitu pemakan segala, baik berupa tumbuhan maupun daging. Di habitat aslinya, ayam mutiara biasanya makan rumput-rumputan atau serangga. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin beternak ayam mutiara, cara ternak ayam mutiara yang baik adalah dengan memberikan pakan yang sesuai dengan selera ayam. Jika Anda memelihara ayam di lingkungan rumah, Anda bisa memberikan sisa-sisa makanan untuk bisa memenuhi kebutuhan gizinya. Seain itu, Anda juga bisa menambahkan konsentrat atau bekatul dan sayur-sayuran untuk menambahkan nutrisinya. Usahakan memberikan makanan dengan protein tinggi untuk merangsang perkembangan telur dan bulunya.

3. Merawat Ayam Mutiara yang sedang Bertelur

Ayam mutiara tergolong ayam yang unik karena masa bertelurnya adalah ketika musim hujan. Oleh karena itu,cara ternak ayam mutiara terutama ketika ayam sedang bertelur adalah dengan menyediakan alat petelur atau menggunakan betina lain yang sedang mengeram untuk menetaskan telur. Setelah itu, setelah telur menetas segera pindahkan ke kotak penghangat agar mendapat perawatan khusus.

4. Berikan Perhatian Lebih untuk Anak Ayam

Untuk mendapatkan ayam mutiara berkualitas tentu berasal dari anak ayam yang berkualitas. Maka dari itu cara ternak ayam mutiara yang bisa dikatakan berhasil apabila anak ayamnya juga terawat dengan baik. Untuk anak ayam yang baru menetas, sediakan kandang yang hangat, karena proses penetasan ayam mutiara biasanya terjadi di musim penghujan. Jadi, agar anak ayam bisa bertahan hidup maka kandang tempat tinggalnya pun juga harus disiapkan untuk menghangatkan tubuhnya.

5. Memberi Pakan Anak Ayam

Tak jauh berbeda dengan ayam dewasa, pemberian pakan pada anak ayam juga harus memperhatikan pemenuhan nutrisinya. Anak ayam yang belum bisa makan bahan keras, sebaiknya diberikan makanan konsentrat buatan pabrik atau bisa ditambahkan irisan sayur agar nutrisi yang dibutuhkan bisa tetap terpenuhi.

Seperti halnya merawat ayam hias lain, merawat ayam mutiara juga membutuhkan perawatan yang lebih dibandingkan merawat ayam kampung. Perawatan yang memerlukan kesabaran lebih ini tak hanya dalam pemberian pakan saja tetapi juga yang paing penting adalah pembuatan kandang. Sifat ayam mutiara yang suka bertelur saat musim dingin akan menambah resiko anak ayam gagal menetas, ataupun menetas dalam kondisi tidak sempurna.

Oleh karena itu, jika Anda ingin beternak ayam mutiara, maka cara ternak ayam mutiara yang tepat adalah dengan memperhatikan bentuk dan kondisi kandang. Jika kandang ayam yang sedang bertelur dan anak ayam harus didesain agar tetap hangat di kondisi hujan, maka kandang ayam dewasa bisa didesain seperti habitat aslinya, yaitu dengan adanya semak-semak atau dekat dengan padangruput. Dengan menyesuaikan lingkungan tinggal ayam, maka kemungkinan ayam bisa berkembangbiak dengan baik.

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui Saat Akan Mencoba Ternak Ayam Hias

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui Saat Akan Mencoba Ternak Ayam Hias

Ternak Ayam Hias – Seperti ternak pada umumnya, ternak ayam hias juga memerlukan cara dan tips pemeliharaan yang tepat agar ayam hias peliharaan memiliki kualitas yang bagus dan dapat berkembang biak dengan optimal. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin mengawali keisengan dengan memelihara satu atau dua ekor ayam hias, pengetahuan yang akan dibagikan berikut ini mungkin akan cukup membantu.

Beberapa Hal Penting Saat Mencoba Ternak Ayam Hias

Tidak sedikit orang yang menjalankan bisnis ternak ayam hias dari sebuah keisengan semata. Mulanya, mereka hanya memelihara ayam hias sebagai peliharaan biasa di rumah. Jadi, tidak ada salahnya Anda mencoba memelihara beberapa ekor ayam hias terlebih dahulu sebagai awal usaha. Sebagai panduan, inilah poin-poin yang akan sangat membantu bagi Anda yang tidak banyak tahu menahu tentang ayam hias berikut dengan cara dan tips beternaknya.

1. Memilih jenis ayam hias yang ingin dipelihara

Sebagai awalan dalam menjalankan usaha ternak ayam hias, poin yang harus diperhatikan pertama kali adalah jenis ayam hias yang ingin dipelihara. Mengapa? Hal ini karena sebenarnya ada banyak jenis ayam hias yang ada di pasaran. Setiap jenis ayam hias tersebut juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga pemilihan jenis ayam hias yang ingin dipelihara sedikit banyak akan mempengaruhi bagaimana pemeliharaan nantinya.

Ada lebih dari 30 jenis ayam hias yang bisa dipilih dalam usaha ternak ayam hias seperti ayam Cemani, ayam Kapas, ayam Kate, ayam Poland, ayam Serama, dan sebagainya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini sedikit ulasan mengenai beberapa jenis ayam yang bisa dipilih.

a. Ayam Serama

Ayam berukuran separuh dari jenis ayam pada umumnya ini merupakan ayam hias yang banyak dipilih karena ketangkasan dan postur tubuhnya yang unik karena mirip orang sombong dengan kepala mendongak dan dada membusung. Walaupun banyak orang menyebut ayam dari negeri Jiran ini sebagai Kate Serama karena ukuran tubuhnya yang sama kecilnya dengan ayam kate, namun ayam ini sebenarnya berbeda dengan kate. Bobot ayam Serama ini hanya sekitar 8 ons dan 5 ons untuk betinanya.

b. Ayam Kate

Dalam usaha ternak ayam hias, ayam yang juga berperawakan kecil ini banyak dipilih untuk dipelihara karena keunggulannya dari segi keindahan fisiknya seperti pada jengger, bulu, dan sebagainya. Ayam kate sendiri memiliki beragam jenis seperti kate emas, kate Bangkok, kate kaki pedang, dan sebagainya.

c. Ayam Cemani

Salah satu ayam lokal di Indonesia ini banyak dijadikan peliharaan dengan berbagai macam alasan atau motif seperti sebagai pembawa keberuntungan, sebagai obyek ritual gaib, maupun sebagai ayam hias peliharaan biasa. Terlepas dari untuk apa ayam ini dipelihara, pecinta ayam hias menyukai ayam langka ini karena bentuk fisik dan warna bulunya yang serba hitam. Karena itu tidak heran jika penggemar ayam bahkan rela membeli ayam ini dengan harga lebih dari 250 juta rupiah.

d. Ayam Pegar

Ayam yang memiliki ekor panjang dan warna bulu lebih dari 3 di seluruh tubuhnya ini banyak diminati para pengoleksi ayam hias tidak hanya karena fisiknya namun juga karena karakter dan tingkah lakunya. Ayam yang juga berharga mahal ini hanya dapat berproduksi dua kali dalam setahun, yaitu sekitar bulan April hingga Mei serta bulan Oktober hingga Desember.

Menurut mereka yang telah berhasil dalam usaha ini, setiap jenis ayam hias memerlukan perlakuan yang berbeda-beda alias belum tentu sama. Karenanya, Anda bisa mencari info lebih rinci mengenai ayam yang dipilih. Setelah usaha ternak ayam hias Anda mulai berkembang, jenis ayam hias lainnya bisa ditambahkan untuk dipelihara dan dibudidayakan.

2. Membuat ayam hias yang dibeli agar dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya

gambar ayam hias
ayam sumatra

Hal kedua yang perlu diperhatikan dalam menjalankan ternak ayam hias adalah membuat ayam yang Anda beli merasa nyaman dan dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Untuk itu, ada beberapa langkah penyesuaian yang bisa dilakukan secara perlahan. Pertama, memberikan obat antistress berupa vitamin B kompleks dan B12. Kedua, saat ayam ditempatkan di kandang barunya, Anda bisa memberikan pakan sebagaimana pakan yang diberikan ketika di tempat lama. Selanjutnya, Anda bisa menyesuaikan pemberian pakan sedikit demi sedikit.

Ketika menempatkan ayam di lingkungan barunya, Anda juga harus membuat lingkungan tersebut mirip dengan lingkungan lama ayam tersebut pernah tinggal. Sebagai contoh, dalam pembuatan kandang, Anda harus memperhatikan kandang yang cocok dengan jenis ayam yang dibeli. Jika memelihara ayam yang berkarakter agresif dan cenderung sering memberontak saat curiga seperti ayam Bekisar, Anda harus membuat kandang yang cukup luas. Pemilihan kandang juga bisa disesuaikan dengan fisik ayam. Misalnya, untuk ayam dengan ekor panjang seperti ayam Yokohama, kandang harus dibuat dengan panjang seefektif mungkin sehingga mereka bisa bergerak dengan leluasa.

3. Merawat dan Menjaga Kesehatan Ayam Hias

Agar ayam yang dipelihara dalam ternak ayam hias memiliki kualitas yang baik dari berbagai segi, pemeliharaan setiap jenis ayam harus dilakukan sebaik mungkin. Upaya tersebut bisa dilakukan dengan beberapa tindakan berikut. Pertama, memberikan jumlah pakan sesuai dengan kemampuan atau kapasitas ayam hias tersebut. Jadi, dalam hal ini, Anda harus mengusahakan kadar yang diberikan dapat diberikan oleh ayam tersebut. Anda bisa memberikan memberikan biji-bijian untuk menu pagi dan sore serta pakan voer basah untuk siang hari. Setiap jenis pakan yang diberikan tersebut juga harus berkualitas. Sebagai menu sampingan, Anda bisa memberikan minyak ikan, bubuk daging dan tulang, dan bubuk hati.

Sebagai upaya untuk menjaga kesehatan ayam hias yang dibudidayakan, Anda bisa memberikan ayam tersebut multivitamin setiap 3 hari sekali dengan vitamin seperti AD Plex dan Vitachick. Obat anti kutu juga bisa diberikan sekali dalam seminggu.Untuk ayam yang terlihat sakit, Anda bisa memberikan multivitamin dan menempatkannya di kandang secara terpisah sebagai bentuk karantina agar penyakit tidak menyebar ke ayam lain. Pengobatan juga harus dilakukan seintensif mungkin. Jika ayam dirasa sudah tidak tertolong, Anda bisa memusnahkannya dengan cara dibakar.

Selain menjaga kesehatan dengan memberikan vitamin, agar ayam lebih sehat dan kuat, dalam ternak ayam hias Anda juga harus memandikan ayam secara rutin. Pemandian ayam ini bisa disesuaikan dengan jenis ayam yang dipelihara. Sebagai contoh, untuk ayam hutan dan ayam Bekisar, Anda bisa memandikannya dengan cara disemprot sementara mereka sedang diumbar atau dibiarkan mondar-mandir di kandang atau lingkungan. Untuk setiap jenis ayam kate seperti kate Bangkok, Anda perlu memegang ayam ketika mengguyurnya dengan air sebelum nantinya dilepas agar ia dapat mengeringkan bulu-bulunya sendiri. Apabila Anda memandikan ayam Cemani, ayam tersebut dapat diceburkan ke dalam air dan dibiarkan berendam selama 1-2 menit untuk kemudian dibiarkan berjemur.

Demikian beberapa info mengenai ternak ayam hias yang bisa menjadi panduan tambahan dalam mengawali usaha budidaya ayam hias. Selamat mencoba.

9 Jenis Vitamin yang Wajib Diberikan pada Ayam Aduan

9 Jenis Vitamin yang Wajib Diberikan pada Ayam Aduan

Vitamin Ayam Aduan – Ayam memang salah satu binatang yang banyak dijadikan peliharaan sebagian besar masyarakat di Indonesia. Selain karena perawatannya yang mudah dan harga jualnya yang tinggi, di Indonesia juga terdapat tradisi menyabung ayam yang menjadi salah satu alasan banyaknya orang yang memelihara binatang ini. Untuk ayam aduan sendiri harus diberi makanan atau gizi tambahan yang membuat staminanya tetap kuat, gizi tersebut sering juga dinamakan dengan vitamin ayam aduan.

Ayam aduan memang harus bertenaga supaya ketika di pertandingan bisa mengalahkan ayam lain yang menjadi lawannya, terlebih untuk ayam aduan yang sudah memiliki jam terbang tinggi, daya tahan tubuhnya pun harus kuat agar setelah pertandingan bisa segera pulih dari sakit dan menjadi kuat kembali. Alasan itulah yang membuat ayam aduan memerlukan vitamin tambahan lebih banyak daripada ayam peliharaan lainnya. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa jenis vitamin ayam aduan yang harus diberikan pada ayam aduan milik Anda.

Jenis Vitamin untuk Ayam Aduan yang Tokcer

ayam bangkok
vitamin ayam aduan

1. Kalsium Ekstra

Seperti halnya manusia, tulang ayam juga membutuhkan kalsium, terlebih untuk ayam aduan yang memang kekuatannya sangat bergantung pada tulangnya. Kalsium yang didapatkan dari makanan ayam biasa masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium yang diperlukan oleh ayam aduan, oleh sebab itu ayam aduan sangat membutuhkan tambahan gizi atau vitamin berupa kalsium ekstra sejak masih dalam usia muda. Berbagai merek kalsium ekstra untuk ayam aduan sendiri sudah banyak beredar di pasaran, dan masing-masing memiliki harga dan kualitas yang berbeda-beda. Salah satu kalsium tersebut yaitu kalsium kalk. Biasanya harga kalsium ekstra tersebut berkisar mulai dari Rp 12.000,00 per 100 butir.

2. Vitabro

Vitamin ayam aduan yang selanjutnya adalah vitabro. Vitamin ini memang dikhususkan untuk berbagai jenis unggas mulai dari bebek, burung, hingga ayam. Kandungan dari vitabro sangat lengkap karena hampir sudah memenuhi semua kebutuhan vitamin untuk ayam aduan yaitu vitamin A, B, K, D, dan lain-lain. Vitamin ini sudah boleh dikonsumsi sejak ayam masih berusia di bawah satu bulan. Selain bisa mempercepat pertumbuhan pada anakan ayam, vitabro juga berfungsi sebagai vitamin yang menjaga kekebalan tubuh unggas, dalam konteks ini ayam aduan.

3. Vitachick

Hampir sama dengan vitabro, vitamin ayam aduan vitachick juga salah satu multivitamin yang memiliki kandungan vitamin lengkap. Untuk ayam aduan yang gampang mengalami luka-luka, vitachick memiliki fungsi penting karena dapat memulihkan tenaga dan daya tahan tubuh dari ayam aduan tersebut dengan cepat. Jika disamakan dengan vitamin pada manusia, maka vitachick sama dengan merk-merk multivitamin untuk daya tahan tubuh yang terkenal di pasaran.

4. Vitamin A

Sama seperti manusia, ayam aduan juga memerlukan vitamin A untuk mempertajam penglihatannya. Ketika melawan musuhnya, ayam aduan sangat perlu penglihatan mata yang jelas agar bisa menyerang tepat sasaran. Oleh sebab itu, pemberian vitamin A pada ayam aduan sangat penting. Selain bisa mempertajam mata, vitamin A juga berperan dalam memperbaharui sel-sel darah merah. Vitamin ayam aduan yang satu ini akan lebih maksimal jika diberikan pada ayam setiap 1-2 minggu sekali.

5. Vitamin D

Selain kalsium, vitamin D juga memiliki peran penting dalam proses pembentukan tulang pada ayam aduan. Alasan itulah yang membuat vitamin D sangat berguna diberikan pada ayam aduan ketika ayam tersebut masih berusia muda yaitu sekitar 0 sampai 3 bulan. Ketika ayam sudah tumbuh besar, peran vitamin D sudah dapat digantikan dengan fungsi kalsium sehingga vitamin D tidak lagi begitu penting untuk diberikan.

6. Vitamin B Kompleks

Vitamin ayam aduan yang selanjutnya adalah vitamin B kompleks yang terdiri dari vitamin B1, B2, B3, B4, B6, dan B12. Fungsi vitamin B kompleks juga sangat penting untuk membantu proses pertumbuhan ayam aduan agar lebih kuat dalam menghadapi lawan-lawannya. Selain bisa didapat dari suplemen vitamin tambahan, vitamin B kompleks juga terkandung dalam biji-bijian seperti jagung, dan kacang-kacangan alami yang menjadi makanan utama dari ayam aduan.

7. Vitamin C

Jika vitamin-vitamin sebelumnya lebih berfungsi dalam pertumbuhan, maka vitamin C memiliki peran dalam menjaga daya tahan tubuh ayam aduan. Ayam aduan mudah terserang penyakit karena gampang terluka saat melakukan pertarungan, terlebih pada musim dingin yang hampir setiap hari turun hujan dan musim pancaroba atau musim peralihan dari musim panas ke dingin maupun sebaliknya. Pada musim-musim seperti itu, bukan hanya manusia yang mudah terkena penyakit tetapi ayam juga bisa terkena penyakit, tak terkecuali dengan ayam aduan. Ada baiknya ayam aduan diberikan vitamin C setiap satu minggu sekali agar tetap terjaga kesehatannya.

8. Vitamin K

Fungsi vitamin K memang sangat terkenal fungsinya sebagai vitamin pembeku darah. Ayam aduan sangat dianjurkan diberi vitamin ini karena setelah bertarung biasanya ayam aduan akan mengeluarkan darah. Pada saat itulah fungsi vitamin ayam aduan yang satu ini sangat diperlukan, agar darah yang keluar dari ayam aduan tidak banyak dan membuat ayam aduan tersebut semakin bertambah parah keadaannya. Vitamin K untuk ayam aduan sendiri sudah banyak dijual di toko pakan ayam dengan merk yang berbeda-beda, salah satunya IPI.

9. Vitamin E

Vitamin ayam aduan yang satu ini memiliki fungsi yang lebih utama dalam hal penampilan, yaitu tampilan bulunya. Ayam aduan seharusnya memang tidak hanya diperhatikan soal kekuatan dan daya tahan tubuhnya, tetapi harus diperhatikan penampilan bulunya juga karena jika penampilan bulu ayam aduan kusam biasanya akan membuat ayam lawannya menjadi lebih agresif. Untuk membuat tampilan bulu ayam lebih cemerlang, berikan makanan berupa kacang-kacangan yang banyak mengandung vitamin E pada ayam tersebut.

Itulah beberapa vitamin-vitamin yang harus diberikan kepada ayam aduan agar ayam aduan tersebut semakin kuat dan memiliki daya tarung yang tidak terkalahkan. Untuk vitamin yang sulit didapatkan dari makanan asli ayam aduan, Anda sebaiknya memberikan ayam aduan vitamin tambahan yang sekarang banyak dijual di toko pakan binatang. Salah satu merek vitamin ayam aduan yang terkenal dan lengkap adalah merek IPI. Selain harganya lebih terjangkau, vitamin pada merek IPI juga dibedakan setiap jenisnya sehingga Anda bisa memberikan vitamin tersebut sesuai kebutuhan dari ayam aduan milik Anda.

Pemberian vitamin pada ayam aduan juga harus disesuaikan sesuai dosisnya. Meskipun hanya hewan peliharaan, ayam aduan tetap harus dirawat dengan benar, baik dari segi makanan dan vitaminnya, maupun perawatan lainnya seperti mandi, dan lain-lain. Jika ayam aduan milik Anda diberikan vitamin secara teratur, bukan tidak mungkin ayam tersebut akan tumbuh dengan sehat, dan tidak mudah terkalahkan dalam pertarungan. Tak lupa untuk selalu memberikan makanan biji-bijian dan kacang-kacangan untuk memenuhi kebutuhan vitamin ayam aduan secara alami.

Ternak Ayam Birma dan Cara Merawatnya

Ternak Ayam Birma dan Cara Merawatnya

Ternak Ayam Birma – Bagi para pecinta ayam aduan pastinya sudah tidak asing lagi dengan ayam birma. Ayam asli Myanmar tersebut sangat populer di kalangan ayam aduan karena terkenal lincah dan tidak mudah dikalahkan oleh lawan. Lalu bagaimana budidaya atau ternak ayam birma sehingga bisa menghasilkan ayam bangkok yang berkualitas? Pada artikel ini Anda akan diajak untuk mengetahui beberapa cara merawat ayam birma dan beberapa teknik ayam birma dalam bertarung.

Ternak Ayam Birma dan Perawatan serta Pelatihannya

Ayam yang sering dipakai untuk bertarung biasanya adalah ayam bangkok atau orang Jawa bilang ayam jago. Hewan unggas tersebut merupakan salah satu jenis ayam kampung karena hidupnya lebih sering diluar kandang. Untuk ternak ayam birma sendiri tidak begitu sulit namun Anda harus sering-sering melatihnya supaya bisa menjadi ayam petarung yang hebat. Lalu bagaimana cara merawatnya yang baik dan benar? Lihatlah beberapa poinnya di bawah ini:

gambar ayam
ayam birma

1. Memilih ayam yang berkualitas

Untuk dijadikan sebagai ayam petarung yang hebat tentunya harus dimulai sejak dini yaitu dengan memilih bibit unggul atau pun memilih ayam berkualitas. Untuk memulai usaha ternak ayam birma Anda harus bisa memilih ciri ayam tersebut dengan benar. Pertama adalah pilihlah ayam yang memiliki berat 3 kg. Ayam birma sendiri cenderung lebih mirip dengan ayam kampung yaitu memiliki berat kurang lebih 3 kg dan postur tubuhnya tidak begitu besar. Postur tubuh dari ayam ini adalah sedang meskipun begitu ayam ini akan cekatan dalam bertarung.

Kemudian ciri yang kedua adalah badannya memiliki bulu lebih tebal, khusus untuk ayam birma betina memiliki bulu yang tebal di bagian sayapnya. Ciri yang ketiga adalah mempunyai tulang yang lebih kecil dan jari kakinya pun juga lebih panjang dan kecil. Selanjutnya adalah sorot matanya lebih tajam dan melotot. Hal ini didukung karena ayam birma merupakan salah satu ayam petarung yang bringas dan lincah. Ada pula ciri fisik selanjutnya adalah bulu-bulunya memiliki perpaduan warna seperti abu-abu, merah dan hitam. Yang menjadikan ayam birma lebih unik lagi adalah di bagian telinganya memiliki tanda berwarna putih. Jadi bagi Anda yang ingin ternak ayam birma harus tahu ciri-ciri ayam tersebut secara baik dan benar. Terkadang pasti ada juga penjual bibit ayam yang menipu, ayam kampung biasa diaku sebagai ayam birma unggulan.

2. Menjaga kebersihan kandang

Meskipun ayam birma cocoknya dijadikan sebagai ayam petarung, Anda tetap harus menjaga kebersihan kandangnya. Hal ini akan menghindarkan ayam dari virus atau pun penyakit yang bisa menyebabkan ayam menjadi sakit. Ketika ayam sakit maka gerakannya pasti tidak akan aktif dan beringas apabila diajak untuk bertarung. Bersihkan kandang ayam supaya tidak terasa lembab karena bisa menjadi sarang penyakit. Seperti beternak ayam jenis lainnya, pembuatan kandang khusus ternak ayam birma lebih baik mendapatkan cukup sinar matahari. Kandang yang bersih tentunya akan membuat ayam terhindar dari stress dan pasti akan membuat ayam lebih aktif.

3. Memperhatikan makanan serta memberikan vaksin

Ternak ayam birma pun juga harus memperhatikan asupan makanan yang akan diberikan. Karena ini merupakan ayam bangkok untuk dijadikan aduan, maka Anda harus memberikannya makanan yang bergizi. Anda bisa memberikan makanan buatan pabrik atau pun makanan seperti bekatul, jagung atau pun nasi. Yang penting ayam harus selalu diberi makan tepat waktu supaya terhindari dari stress, kemudian Anda juga jangan melupakan vaksinasi. Pemberian vaksin itu sangat penting supaya stamina ayam petarung lebih prima, sehat dan juga gerakannya aktif. Mungkin Anda bisa memberikannya suplemen khusus ayam bangkok yang banyak dijual di pasaran.

4. Memberikan area umbaran

Sama halnya dengan ayam kampung lainnya, ayam birma juga harus sering-sering diumbar. Hal ini bisa mempengaruhi gerak aktifnya ayam, apabila ayam hanya dikurung di dalam kandang saja maka gerakannya pun tidak akan aktif dan cekatan. Tujuan untuk memberikan area ini adalah supaya ayam birma gerakannya jauh lebih lincah dan tidak malas-malasan di dalam kandang. Anda buatlah area umbaran yang luas supaya ayam bisa bergerak bebas.

5. Sering memandikan ayam

Tentunya Anda pernah menjumpai orang-orang yang memiliki ayam bangkok atau ayam jago sering memandikannya. Hal ini pun juga berlaku bagi ternak ayam birma, sering-seringlah memandikannya supaya ayam Anda lebih segar. Selain itu memandikan ayam juga memiliki tujuan lain yaitu melatih daya tahan tubuh ayam agar lebih kuat. Bagi ayam yang akan dijadikan aduan tentu daya tahan tubuh kuat itu adalah sesuatu hal yang mutlak dan wajib dimiliki.

6. Melatihnya melompat

Mungkin hal ini akan terdengar aneh bagi sebagian orang, melatih ayam birma untuk melompat tentu ada tujuannya. Tujuan untuk melatihnya melompat adalah supaya otot dan persendian kakinya lebih kuat. Sebisa mungkin Anda mengajarinya sejak dini supaya ayam lebih cepat berkembang. Selain memperhatikan makanan dan kandang, ternak ayam birma juga harus bisa melatihnya supaya memiliki tubuh kuat.

7. Memijat ayam

Ternyata tidak hanya manusia saja yang perlu dipijat tetapi ayam pun juga harus dipijat supaya fresh. Tetapi ayam yang mendapatkan perawatan tersebut tidak semua jenis ayam tetapi hanya khusus ayam petarung saja dan salah satunya ayam birma. Dengan sering memberikan pijatan di bagian sayap, badan dan kepala dan kaki ayam maka peredaran darahnya akan lancar. Ayam pun akan kembali fresh dan siap diajak bertarung kembali.

8. Melatih ayam berenang

Hal ini memang agak sedikit konyol tetapi melatih ayam birma untuk berenang wajib untuk dilakukan. Hal ini bertujuan supaya kepakan sayapnya lebih kuat dan juga bisa meningkatkan otot kaki ayam. Dengan begitu ayam birma menjadi lebih kuat lagi saat bertarung.

9. Melatihnya bertarung

Selain melakukan perawatan maka selanjutnya adalah melatihnya bertarung. Karena ayam jenis ini sering dijadikan sebagai ayam aduan, maka sang pemilik ternak ayam birma pun harus sering melatihnya untuk bertarung. Dengan sering melatihnya Anda bisa tahu teknik apa saja yang dipakai oleh ayam Anda untuk memukul lawan.

Beberapa cara merawat ayam birma di atas wajib Anda lakukan untuk mendapatkan ayam petarung yang berkualitas dan beringas. Ayam yang dikhususkan untuk bertarung tentu saja harus memiliki stamina yang kuat serta gerakannya lincah. Teknik yang sering digunakan oleh ayam jenis ini adalah menggoyangkan kepala untuk memukul lawan. Tetapi ayam birma jarang sekali mematuk lawan untuk mematikannya dan inilah yang menjadi ciri khas dari ayam tersebut. Kemudian teknik lainnya adalah gerakan anti lock yang dimiliki. Ternak ayam birma memang sedikit lebih mudah bila dibandingkan dengan beternak ayam pedaging yang harus banyak mengeluarkan biaya untuk pakan ayam. Khusus ayam birma yang terpenting adalah melatihnya menjadi ayam petarung.

Sukses Berbisnis Ternak Ayam Buras

Sukses Berbisnis Ternak Ayam Buras

Ternak Ayam Buras – Ayam buras atau bukan Ras adalah ayam yang sekarang ini banyak diminati masyarakat. Tak heran jika bisnis ternak ayam buras bisa dijadikan sebagai ladang usaha yang patut untuk dipertimbangkan. Dalam memulai usaha apapun tentunya Anda harus mempelajari tentang seluk beluk bisnis yang akan dijalani, termasuk bisnis ternak ayam. Meskipun ayam buras adalah ayam kampung yang perawatannya tidak sebegitu intensif seperti ayam broiler, ayam arab atau jenis ayam lainnya, bisnis ini tetap membutuhkan ketekunan dan perhatian Anda agar bisa berhasil. Berikut ini, adalah tips cerdas yang bisa Anda lakukan untuk memulai bisnis budidaya ayam buras.

Tips Cerdas Berbisnis Ternak Ayam Buras

1. Belajar dan banyak mencari referensi

Tips berbisnis ternak ayam buras yang pertama adalah banyaklah belajar dan mencari referensi dari berbagai sumber. Karena seperti yang diketahui, belajar adalah hal terpenting dalam memulai usaha agar bisa berhasil. Referensi ini bisa Anda dapatkan dari buku tentang teknik budidaya ayam buras atau bertanya langsung dengan pebisnis ternak ayam yang sudah berhasil menjalankan usahanya. Belajar sebelum memulai usaha akan menghindarkan Anda dari kebingungan yang sangat mungkin terjadi saat berbisnis. Dengan begitu, kegagalan pun bisa Anda hindari. Di samping itu, belajar dengan pebisnis ternak ayam yang sudah berhasil juga akan membantu Anda untuk menjalin komunikasi antar peternak ayam buras lain. Sehingga bisa jadi, Anda bisa melakukan suatukerjasama dalam hal bisnis seperti pembelian bibit, pemasaran dan lain sebagainya.

2. Pilih mana? Petelur atau Pedaging?

Dalam memulai bisnis ternak ayam buras, Anda diharuskan untuk memilih apakah ingin menjalankan ternak ayam pedaging atau petelur. Pasalnya cara perawatan antara ayam petelur dan pedaging memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Bagi Anda yang ingin berbisnis ayam buras petelur, maka bisa memulai bisnis dengan membeli anak ayam petelur yang sudah memasuki usia 4 sampai dengan 5 bulan. Anda pelihara anak ayam tersebut hingga usia 6 bulan dan bisa dipanen. Cara ini bisa dikatakan lebih efektif dibandingkan Anda harus membeli DOC atau anakan yang masih kecil umurnya karena akan memerlukan waktu pemeliharaan dan perawatan yang lebih lama. Di lain sisi, resiko yang akan didapatkan jika memelihara ayam buras berumur 4 sampai 5 bulan juga akan semakin sedikit. Sebab ayam pada umur tersebut sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya dengan mudah.

Namun, apabila ternak ayam buras yang Anda pilih adalah ayam pedaging maka ada baiknya jika Anda memilih untuk membeli DOC. Pasalnya pemeliharaan ayam pedaging dianggap lebih mudah dibandingkan dengan ayam petelur. Selain itu, waktu panen ayam pedaging juga lebih singkat yakni pada umur 2 sampai dengan 2,5 bulan. Jika sudah memasuki umur 4 sampai 5 bulan, Anda bisa memanfaatkannya sebagai ayam petelur.

Ayam
Ayam Buras

3. Waktu beternak

Tips selanjutnya dalam ternak ayam buras adalah Anda harus mengetahui waktu yang pas untuk melakukan budidaya ayam. Perlu diketahui bahwa mempertimbangkan kondisi musim saat ini juga mempengaruhi hasil produksi ternak. Agar hasil ternak memuaskan, sebaiknya Anda mulai beternak ayam buras saat musim kemarau atau pada awal musim kemarau. Pasalnya pada musim tersebut, Anda akan lebih mudah merawatnya. Pada musim kemarau, proses pemeliharaan ayam buras pada waktu malam hari akan lebih mudah dan mendukung. Bayangkan jika perawatan tersebut Anda lakukan ketika musim penghujan, maka proses perawatan akan lebih sulit karena cuaca yang dingin dan kandang yang lembab. Selain itu, musim hujan atau pancaroba juga menyebabkan anakan ayam mudah terserang penyakit.

Jika Anda memang harus memulai usaha budidaya ayam buras pada musim penghujan, maka sangat disarankan untuk membuat kandang ayam yang didukung dengan pemanas dan lampu yang tercukupi. Dengan begitu, serangan penyakit pada ayam bisa diminimalisir. Dalam bisnis ini, sangat disarankan untuk Anda tidak memulai budidaya ayam pada musim pancaroba.

4. Perlengkapan Ternak

Tips selanjutnya dalam ternak ayam buras adalah Anda harus memerhatikan perlengkapan ternak yang dibutuhkan. Perlengkapan ini digunakan dalam manajemen pemeliharaan ayam ternak agar sesuai dengan standar kebutuhan ternak. Perlengkapan yang dibutuhkan diantaranya adalah lampu, genset, coolingroom, listrik, air, tempa makan, tempat minum dan lain sebagainya. Dengan perlengkapan ternak yang terpenuhi, ayam pun bisa hidup dengan sehat dan baik hingga panen.

5. Pakan

Dalam berbisnis ternak ayam buras, pakan adalah hal yang tentu saja tidak boleh dilupakan. Ayam buras diberi pakan sebanyak 2 kali dalam sehari. Dalam pakan ayam, nutrisi yang dibutuhkan harus terpenuhi agar produksi daging atau telur ayam sesuai dengan keinginan. Nutrisi yang harus ada dalam pakan ayam diantaranya adalah energi, protein, mineral, air dan vitamin. Anak ayam yang berumur kurang dari 1 minggu diberi pakan halus setidaknya 15 gram dalam sehari. Anak ayam berumur satu sampai 3 minggu diberi pakan sebanyak 30 gram sehari, minggu ketiga sampai kelima 60 gram perhari, minggu keenam sampai dengan ayam mulai bertelur sebanyak 80 gram per hari. Terakhir, untuk indukan sebanyak 100 gram dalam hari.

6. Kandang

Meskipun ayam buras kebanyakan dirawat dengan cara umbaran, menyiapkan kandangnya dengan baik dan bersih adalah hal yang penting untuk Anda lakukan. Hal ini bertujuan agar ayam bisa hidup dengan sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Fungsi kandang, pada dasarnya adalah untuk melindungi ayam dari panas dan juga hujan. Dilain sisi, kandang juga berguna untuk memudahkan Anda merawat ayam dengan baik.

Dalam usaha ternak ayam buras, Anda harus memahami syarat membuat kandang yang baik. Bagi Anda yang belum tahu, kandang yang baik adalah kandang yang cukup mendapatkan udara dan angin, sinar matahari yang tercukupi, jauh dari permukiman, bersih, kepadatannya sesuai, sesuai dengan umur dan berat ayam, dan tahan lama.

7. Pemilihan bibit

Pemilihan bibit memiliki peranan yang sangat penting untuk keberhasilan Anda dalam berbisnis ternak ayam buras. Anda harus pintar memilih bibit ayam yang baik agar produksi yang dihasilkan berkualitas tinggi. Untuk bibit pejantan, maka pilihlah ayam jantan yang memiliki tulang supit yang rapat, mata jernih, paruh bersih, sayap yang kuat, badan tegap dan panjang, bulu bersih mengkilat, dan memiliki taji. Sementara untuk bibit betina, pilihlah ayam yang memiliki mata jernih, paruh pendek yang kuat, kepala halus, pial dan jengger yang halus, badan yang besar, perut yang luas dan bulu yang lembut serta bersih.

8. Pemeliharaan

Tips terakhir adalah Anda harus bisa memelihara ayam buras dengan baik. Caranya adalah dengan memastikan bahwa kandang ayam dalam kondisi bersih dan ayam juga dalam keadaan sehat. Jika ada ayam buras yang sakit, segera pisahkan dari ayam sehat lainnya.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa tips ternak ayam buras agar berhasil. Semoga ulasan ini bermanfaat untuk Anda.

Ternak Ayam Cemani Dengan Efektif dan Mudah

Ternak Ayam Cemani Dengan Efektif dan Mudah

Ternak Ayam Cemani – Ayam cemani merupakan ayam asli Indonesia dengan karakteristik hitam. Ternak ayam cemani sudah mulai dilakukan banyak orang karena permintaan yang tinggi serta harganya yang cukup mahal. Sebelum membahas tentang ternak ayam tersebut. Ada baiknya mengenal lebih dahulu ayam cemani.

Ayam cemani merupakan ayam kampung yang mengalami kelainan pigmen sehingga kandungan melaninnya sangat tinggi. Pigmen melanin merupakan pembentuk warna hitam pada kulit tetapi juga menyebar ke organ dan bagian tubuh lain. Jika Anda membedah ayam cemani, warna hitam akan ditemukan pada semua organ seprti tulang, darah, daging, hati, usus, hingga jantung. Keunikan ini tidak berdampak pada kesehatan ayam secara umum. Ayam tetap sehat dan bergerak seperti biasa bahkan sistem reproduksinya tidak mengalami gangguan. Lalu, mengapa sedikit ternak ayam cemani yang ada disekitar kita? Perlu diingat bahwa ayam cemani bukan ayam yang mudah dipelihara dan dibiarkan bebas berkeliaran. Peternak harus telaten dan tekun untuk menjaga anak ayam tumbuh dewasa dan siap dijual. Selain itu, fungsi ayam ini juga bukan untuk konsumsi, meskipun tidak jarang yang memakannya. Bayangkan jika anda makan daging ayam yang warnanya hitam! Pasti selera tidak akan sama dengan daging ayam yang berwarna cerah.

Lebih Jauh Tentang Ternak Ayam Cemani

foto ayam cemani
ternak ayam cemani

1. Persiapan

Tidak ada yang tahu pasti kapan ayam cemani ada di Indonesia. Banyak cerita yang mengatakan bahwa ayam sudah dikenal pada masa majapahit. Cemani berasal dari bahasa sansekerta yang berarti hitam legam. Tentu saja, nama ini sangat cocok dengan karakteristik ayam cemani. Fungsi lain yang sering digunakan adalah ritual keagamaan. Ayam ini dimanfaatkan sebagai sesaji pada ritual-ritual tertentu. Permintaan lain yang tidak kalah banyak adalah sebagai koleksi. Beberapa penghobi ingin mendapatkan ayam cemani yang asli dan sehat.

Alasan itulah yang menjadikan ternak ayam cemani sebagai pilihan bijak untuk mengais rezeki. Sebelum memulai ternak ayam ini, Anda harus menyiapkan beberapa hal. Persiapan utama adalah lokasi peternakan. Ayam ini tidak sekuat ayam kampung baisa dalam hal daya tahan, meskipun asli dari Indonesia. Ayam cemani membutuhkan sinar matahari yang cukup dan terhindar dari lalu-lalang orang banyak. Jika berniat membudidayakan ayam ini, ada baiknya untuk memilih tempat jauh dari pemukiman, tetapi cukup terbuka sehingga sinar matahari mampu menerpa kandang.

2. Indukan

Selanjutnya, ternak ayam cemani membutuhkan indukan yang asli. Warna hitam di seluruh tubuh sudah cukup untuk sebagai ciri-ciri ayam cemani. Namun, ayam tersebut belum tentu memiliki genetik asli. Beberapa orang berusaha melakukan persilangan ayam cemani dengan tujuan beragam. Jika tujuan anda adalah beternak, maka memilih indukan yang benar-benar asli merupakan hal yang sangat penting. Konsumen akan mencari ayam yang hitam secara sempurna dalam artian tidak ada corak lain. Untuk pertama kali, Anda dapat membeli dua ayam betina dan satu ayam jantan. Jumlahnya memang kecil, tetapi cukup untuk sebagai awal. Memelihara ayam dalam jumlah banyak untuk pertama kali sangat tidak dianjurkan, meskipun oleh peternak berpengalaman.

3. Kandang

Ternak ayam cemani membutuhkan kandang. Pada dasarnya, tipe-tipe kandang yang digunakan mirip dengan ternak ayam pada umumnya. Untuk tahap awal, kandang tersedia dalam dua tipe yaitu sebuah kotak untuk anak ayam dan kandang dengan halaman berpagar untuk ayam mudah dan dewasa. Anda dapat membuat kandang mirip dengan peternakan ayam kampung. Kandang dengan halaman akan membantu ayam untuk bebas bergerak dan berinteraksi. Selain itu, kandang tersebut mencegah ayam keluar dari area peternakan.

4. Anak ayam

Telur dan anak ayam adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ayam cemani bertelur seperti lazimnya ayam biasa dengan cangkang putih atau cerah. Warna cangkung telur tidak berkaitan dengan genetik karena berasal dari bahan kapur. Ternak ayam cemani harus menyediakan tempat khusus agar ayam bertelur dengan nyaman. Usahakan ayam dipisah dari pejantan ketika memasuki masa akhir bertelur.

Ayam akan mengerami sendiri telurnya secara normal yaitu 21 hari. Disinilah letak permasalahan yang sering muncul. Persentase yang ditetaskan kurang baik jika dibandingkan dengan penetasan oleh indukan ayam biasa. Banyak peternak yang menggunakan ayam kampung lain untuk mengerami telur ayam cemani. Selain itu, menthok juga dapat sebagai pengganti. Cara lain adalah penetasan dengan alat tetas. Untuk cara ini, peternak membutuhkan keterampilan khusus. Menetaskan dengan alat tidak semudah yang terlihat.

Anak ayam akan diasuh khusus hingga mencapai usia satu bulan. Pakan yang digunakan adalah konsentrat khusus dan vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Peternak harus secara tekun memperhatikan pertumbuhan ayam, terutama kondisi kandang dan sumber panas. Anak ayam mudah terserang penyakit dan mati. Setelah melewati satu bulan, ternak ayam cemani akan masuk pada masa yang menentukan.

5. Ayam muda hingga dewasa

Ayam muda kemudian dipisahkan dalam kandang tertentu. Perlu diingat, ayam yang ada pada satu kandang memiliki umur yang sama atau beda tidak terpaut jauh, maksimal satu minggu. Namun, Anda dapat mencampurnya dengan ayam lebih tua jika mereka sudah benar-benar matang dan dewasa. Ternak ayam cemani untuk umur muda lebih sulit dari dewasa. Mereka masih rentan terhadap penyakit meski tidak serentan anak ayam. Berilah campuran pakan alami dan konsentrat sehingga ayam mendapatkan asupan seimbang.

Peternak ayam cemani dapat menjualnya pada umur tiga bulan sebagai bibit untuk peternak lain. Selain itu, ayam cemani dijual pada umur beragam dan lebih baik sebelum berusia dua tahun. Kebutuhan ayam ini sangat beragam jadi pastikan Anda mengetahui target pasar yang dituju.

Dari cara ternak ayam cemani, apakah keuntungan yang didapat? Uang adalah keuntungan yang tidak dapat dielakkan. Ayam cemani memiliki harga lebih mahal dibanding ayam biasa. Tentu saja, harga tersebut sebanding dengan proses pemeliharaan yang tekun dan telaten dari awal sampai akhir. Konsumen ayam ini beragam dari dalam maupun luar negeri. Pada masa-masa tertentu, permintaan ayam cemani meningkat untuk kebutuhan ritual, sebagai contoh bulan sura. Para penggemar ayam juga mengoleksi ayam cemani untuk dipertunjukkan.

Ayam cemani memang unik dengan warna hitam yang khas. Anda tidak akan menemukan peternakan ayam cemani yang berskala besar. Namun, Anda tetap dapat memelihara dan membudidayanya di rumah untuk mendapatkan keuntungan. Proses dimulai dari persiapan yaitu modal dan lokasi. Selanjutnya, Anda harus membeli indukan serta pembangunan kandang. Indukan harus sehat dan belum terlalu tua. Kandang dapat dibuat mengikuti bentuk yang ada pada peternakan ayam kampung. Terakhir adalah proses pemeliharaan. Dari hari pertama hingga siap dijual, ayam harus mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mencegah penyakit. Ketekunan dan ketelatenan adalah kunci dari keberhasilan ternak ayam cemani.